Fredrik Pinakunary: PPHKI Berterimakasih Atas Peran Pewarna Indonesia Menggelar Webinar

Fredrik Pinakunary, S.H., S.E., Ketua Umum Perhimpunan Profesi Hukum Kristen Indonesia (PPHKI)

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pro kontra SKB 3 Menteri, yaitu; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkati penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah negeri jenjang Pendidikan dasar dan menengah, menjadi pemantik bagi Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA INDONESIA) untuk menggelar Webinar, hari ini, Jumat (12/02/2021).

Webinar yang mengangkat tema, “SKB 3 Menteri, Memupuk Asa TOleransi di Sekolah” yang dimoderatori Ashiong Munthe (Departemen Litbang PP Pewarna), menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Fredrik Pinakunary, S.H., S.E., Ketua Umum Perhimpunan Profesi Hukum Kristen Indonesia (PPHKI).

Dalam tanggapannya merespon pertanyaan Raya Desmawanto kepada Dirjen PAUD Pendidikan Dasar Menengah tentang mekanisme pelaporan serta pengawalan SKB 3 Menteri, Fredrik dengan lugas menyatakan siap menyediakan bantuan hukum juga memberi konsultasi hukum bagi mereka yang memang membutuhkan bantuan baik dalam Pendidikan, gereja dan juga persoalan keumatan lainnya.

“Sudah banyak yang dilakukan oleh PPHKI dalam pendampingan dan pembelaan bagi mereka yang membutuhkan seperti narapidana mendapatkan grasi, membela pemerintah saat masalah hukum dengan HTI, persolana saat terjadi bencana di Poso tentang siswa negeri yang hilang dan banyak lagi yang sudah dilakukan PPHKI,” ungkap Fredrik yang akrab dengan para pewarta ini.

Lebih lanjut, Fredrik mengungkapkan bahwa PPHKI sudah memiliki beberapa chapter yang tersebar di beberapa kota, sehingga Ketika ada persoalan hukum, tinggal berkoordinasi dengan pengurus chapter terdekat.

Berkantor di Kawasan Thamrin Jakarta, Fredrik merasa terhormat dan berterimakasih atas peran Pewarna Indonesia yang menggelar Webinar dan berharap acara ini terus dilakukan sehingga mampu melahirkan orang-orang berkualitas dalam masalah hukum. Selain itu, dengan acara seperti ini, banyak masyarakat dan umat bisa mendapatkan pelajaran baik dalam hukum dan bermanfaat Ketika menghadapi masalah yang dihadapinya.

Lebih lanjut Fredrik berujar dengan acara yang digelar Pewarna, bisa menjadi jembatan bagi orang yang tidak tahu kemana mau mencari keadilan.

“Banyak orang minoritas yang membutuhkan bantuan karena kerap terjadi permaslahan hukum, ini bukan persoalan salah satu agama saja tetapi acapkali Ketidakadilan juga dialami mereka yang tinggal di daerah-daerah yang dianggap minoritas. Nah, yang dianggap minoritas ini, mereka tidak tahu mencari keadilan kemana. Oleh karena itu mereka perlu pendampingan hukum dan PPHKI siap untuk itu,” tegas pria kelahiran Papua ini.

Sedangkan kepada pemeriontah, Fredrik meminta harus memperhatikan mekanisme internal sendiri dengan membuat pengawasan yang lebih tegas, sehingga Tindakan intoleran tidak terjadi lagi di manapun di belahan Indonesia tercinta.

Berbicara intoleran terang pengacara yang kale mini, bukan saja menimpa dunia Pendidikan saja, tetapi juga masalah rumah ibadah dalam izin mendirikan, dan para pendeta tikda punya aksses untuk pembelaan hukum.

“Oleh karena itulah, saya juga akan berkonsen mengawasi terhadap SKB 3 Menteri ini dan perlu semua masyarakat baik agama manapun di negeri ini untuk mendapat informasi terhadap SKB 3 Menteri sebab ini negara hukum”, tegasnya.

Ditegaskan Fredrik lagi, bahwa melalui forum-forum seperti ini, bisa melahirkan orang-orang yang mampu membela hukum dengan baik. Dan, PPHKI siap membantu dengan kehadiran 10 chapter di seluruh Indonesia.

“Acara yang Pewarna lakukan bisa menjadi jembatan bagi orang-orang yang tidak tahu kemana mencari keadilan dan kita berterimakasih dengan Pewarna yang telah mengadakan Webinar seperti ini,” pengkasnya mantap.

Selain Fredrik, narasumber lain dalam Webinar ini, Dr. Sutanto Dirjen PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Putra Nababan Anggota DPR RI Komisi X dari Partai PDIP, Abetnego Tarigan dari KSP,  Djaserman Purba Ketua Umum MUKI, Dating Palembangan dari Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) dan Elianu Hia Orangtua murid SMK II Negeri Padang. (RSO)