FRESMAN SINAGA, ST: Dari Konsultan TI Menuju Wakil Rakyat Jawa Barat

Fresman Sinaga, ST (Bacaleg PSI untuk DPRD Tk. I Provinsi Jawa barat, dapil: Kota Bekasi dan Kota Depok)

WARTANASRANI.COM – Keluar dari zona nyaman dan siap berjalan di jalan terjal nan keras penuh liku, untuk mencapai suatu tempat, dimana di tempat itu bisa melayani dan bermanfaat bagi rakyat banyak, menjadi tekad pria kelahiran Sumbul, Kabupaten Dairi, 17 September 1977 ini.

Fresman Sinaga, ST saat menjadi narasumber Diskusi Kebangsaan

Terlahir dari seorang Ibu boru Silalahi, Fresman Sinaga begitu nama lengkapnya, bercerita bagaimana ia memulai pendidikan di tingkat SD dan SMP di Sumbul tanah kelahirannya. Setelah menamatkan di tingkat SMP, ia-pun melanjutkan pendidikan di Medan, tepatnya SMA Negeri 11 Medan dan lulus tahun 1996. Sekolah Tinggi Teknologi Telekomunikasi Bandung jurusan Teknik Informatika menjadi pilihannya di tingkat perguruan tinggi. Setelah tamat pada bulan April 2001, tak berapa lama kemudian, tepatnya di bulan Agustus 2001, ia diterima bekerja di perusahaan konsultan teknologi dan informasi (TI). Saat ini,  suami dari Dr. Timoria br. Siagian ini bekerja di PT. Emerio Indonesia dan ditempatkan di client  salah satu Bank swasta Jakarta untuk menangani pengolahan data laporan keuangan ke BI/OJK.

Ditanya mengapa ikut partai politik? Bang Fresman, begitu ia disapa, dengan lugas menjelaskan tentang pentingnya partai politik sebagai instrument dalam mengorganisasikan kekuasaan rakyat yang sangat beragam sehingga menjadi kekuatan efektif. Dikatakannya bahwa partai politik juga merupakan institusi utama bagi rekrutment kepemimpinan di daerah maupun pusat, baik di eksekutif maupun legislatif.

“Lewat partai politiklah semua kebijakan pemerintah ditentukan dan lewat partai politik juga bisa membantu rakyat banyak di semua bidang. Berangkat dari pemahaman diatas, supaya bisa ambil peran dalam mengorganisasikan kekuasaan rakyat, maka harus masuk ke dalam partai politik,” pungkas Fresman penuh semangat.

“Dari dulu sampai saat ini, saya sendiri dan sebagian masyarakat sangat tidak puas/kecewa dengan kinerja para wakil rakyat yang duduk di DPR ataupun di DPRD. Kecewa karena yang dipilihnya tersebut tidak menjadi wakil rakyat yang bisa membuat kebijakan dengan pemerintah untuk membantu semua masalah-masalah yang dihadapi oleh rakyat. Misalnya masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan. Namun tidak saya pungkiri juga, ada juga beberapa anggota dewan yang sudah sesuai tugas dan fungsinya,” terang Fresman Sinaga mengulas alasannya, soal mengapa baru sekarang ikut partai politik.

“Untuk mengobati rasa kecewa dari masyarakat, maka saya memutuskan untuk masuk ke dalam partai politik, dilandasi dengan niat hati ingin melayani rakyat banyak,” terangnya lagi, menegaskan komitmennya untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat banyak.

Fresman Sinaga bersama keluarga

Terkait mengapa pilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI)? Ayah dari Pahala Sinaga dan Farel Sinaga dengan meyakinkan menguraikan alasannya.

“Partai lama maupun partai baru secara umum mengandalkan seorang tokoh tunggal atau segelintir elite. Partai seperti milik keluarga. Rekrutmen kader dan pemimpin partai sangat bertumpu pada referensi tokoh tunggal tersebut. Partai kurang terbuka dalam rekrutmen putra-putri terbaik bangsa. Satu-satunya partai yang tidak seperti yang saya sebutkan di atas adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Selain itu juga, hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mempunyai peraturan bahwa usia pengurusnya maksimal 45 tahun. Sehingga masyarakat mengenal Partai Solidaritas Indonesia sebagai partai anak muda, partai kaum milenial. Hal-hal inilah yang membuat saya memutuskan untuk bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI),” urainya penuh semangat.

Banyak hal yang ingin diperjuangkan oleh Fresman. Dengan Visi; menjadi wakil rakyat yang selalu menyuarakan suara rakyat serta punya integritas, anti korupsi dan anti intoleransi, serta misi; mewujudkan rasa bahagia, sejahtera serta penuh kedamaian pada masyarakat Jawa barat; Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari PSI daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok ini, bertekad jika terpilih, akan bekerja keras demi kepentingan masyarakat Jawa Barat di berbagai bidang, baik di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi, untuk kaum milenial, dan layanan masyarakat.

“Bidang pendidikan; sekolah gratis sampai tingkat SLTA sederajat dan menambah fasilitas laboratorium sekolah-sekolah. Bidang kesehatan; mengawasi program BPJS dan memastikan tidak ada lagi pasien yang tidak dirawat oleh rumah sakit dan menambah kerjasama dengan semua rumah sakit yang ada. Bidang ekonomi; menciptakan lapangan kerja baru di bidang ekonomi kreatif dan mengusulkan/menambah dana ke RW/Kelurahan untuk modal usaha rakyat. Untuk kaum milenial; memperbanyak ruang taman terbuka di dekat sekolah dan tempat beribadah dilengkapi dengan wifi gratis, memperbanyak tempat ruang baca dengan koleksi buku bacaan yang terbaru dari semua kategori dengan suasana nyaman dan tentram. Layanan Masyarakat; memperbaik layanan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu membutuhkan waktu yang banyak untuk mengurus administrasi kependudukan, pembayaran pajak, dan sebagainya,” jelasnya panjang lebar.

“Untuk menambah tugas saya, yang akan saya kerjakan di atas, dengan tangan terbuka juga, saya meminta masukan dari masyarakat,” ujar penasihat DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Bekasi ini, penuh persahabatan.