GPIB Jemaat Nazareth Rawamangun Jadi Tuan Rumah Perayaan Natal dan Syukur Awal Tahun PGIW DKI Jakarta

JAKARTA, WARTANASRANI.COM - Pujian yang diambil dari KJ. 123:1 dan 3, berjudul, s'lamat-s'lamat datang, menjadi nyanyian pembuka Ibadah Perayaan Natal 2018 dan Syukur Awal Tahun 2019 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) DKI Jakarta yang diselenggarakan hari ini, Sabtu (12/01/2019), di GPIB Jemaat Nazareth, Rawamangun, Jakarta Timur.

img_20190113_004016

Pujian natal yang dilantunkan silih berganti, seperti: Hai mari berhimpun, anak Maria dalam palungan, putri Sion nyanyilah, gita Sorga bergema, hai siarkan digunung, malam kudus, sampai Mary's Boy Child, yang menjadi lagu terakhir, menambah sukacita jemaat di Natal yang mengambil tema; Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita. Tak ketinggalan, Sembilan paduan suara dari berbagai gereja, memberi warna tersendiri pada ibadah Natal dan syukur awal tahun PGIW DKI Jakarta ini.

Sementara itu, Pdt. Timotius Adhi Dharma M.Si., dalam khotbahnya mengajak jemaat yang hadir untuk meletakkan titik perspektif pada Yesus Kristus. Karena menurutnya, bila warga gereja mampu meletakkan perspektif yang sama pada Yesus Kristus, sebagai hikmat bagi gereja, maka gereja pasti mampu bersikap waspada dan selalu meletakkan pengharapan pada Yesus Kristus.

"Ini Natal yang baik di tahun 2019. Letakkan titik perspektif kita pada Yesus Kristus yang adalah hikmat bagi kita. Letakkan pengharapan kita pada Yesus Kristus sebagai hikmat bagi kita. Walaupun berbeda suku, budaya, denominasi, kita harus menuju pada titik yang sama yaitu Yesus Kristus, sehingga kita semakin waspada dalam menyikapi situasi yang ada," ungkapnya.

Pada bagian sambutan, Pdt. Maxsales Kapoh, Ketua I BP Mupel Jakarta Timur, memberi apresiasi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mengambil bagian dalam pelaksanaan Natal PGIW khususnya pimpinan majelis jemaat GPIB Nazareth Rawamangun yg sudah menjadi tuan rumah mewakili GPIB.

Adapun Ketua PGIW Provinsi DKI Jakarta, Pdt. Manuel E. Rantung menyampaikan mengingatkan pentingnya tanggung jawab jemaat untuk memilih dan memberikan hak suaranya di Pesta Demokrasi 19 April mendatang. Dia juga menyinggung media sosial yang telah terkoptasi dengan Kecebong versus Kampret. Karena itu perlu hikmat sehingga tidak menyebarkan hoax.

“Kita tidak perlu terjebak dalam aksi dukung mendukung dan pilihan apakah no 1 atau no 2, yang terpenting pilih sesuai dengan hati nurani yang bisa memimpin bangsa ini ke depan. Gereja harus siap menyambut pesta demokrasi, warga gereja harus terdaftar dan ikut serta dlm pesta demokrasi secara langsung. Karena ada warga gereja yang mencalonkan diri sebagai caleg," ungkap Raintung sambil memperkenalkan para caleg baik tingkat DPRD maupun DPR RI yang hadir.

Sebelumnya, Pembimas Provinsi DKI Jakarta Lisa Mulyati, MSi dalam sambutannya, juga menyinggung hal yang sama.

"Saya berharap semua yang hadir disini akan memberikan suaranya 19 April mendatang secara bertanggung jawab, sebab ini menyangkut masa lima tahun ke depan. Gereja dan jemaat tidak boleh golput, karena dalam pesta demokrasi ini harus turut berpartisipasi sebagai warga negara yang baik,” tandasnya.

“Terimakasih untuk itu, saya bersahabat dengan Pdt Manuel Raintung, Pdt Ferry Simanjuntak dan pengurus PGIW lainnya, semoga ke depan tetapi bekerja sama baik dalam melayani umat Kristen di DKI Jakarta," tandasnya lagi.

Pada bagian akhir, Lisa mengajak warga gereja untuk tetap menjaga kedamaian dan kerukunan yang sudah terjalin selama ini. "Marilah kita secara dewasa terus menjaga kedamaian dan kerukunan yang ada di indonesia khususnya di Provinsi DKI Jakarta" tandasnya lagi. (*)