Ketua Umum BPH Buka Rakernas WBI GBI V a

JAKARTA, WARTANASRANI.COM - Mengambil tema; "Terimalah Kuasa" dan sub tema; "Kuasa yang menggerakkan para penuai", Rakernas WBI GBI V(a) yang dihadiri Korda se Indonesia, Australia dan Timor Leste, di buka secara resmi oleh Ketua Umum BPH, Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Hari ini, Senin (28/1).

Acara yang akan berlangsung mulai 28 Januari 2019 sampai dengan 30 Januari 2019 di Graha Bethel ini akan diisi dengan pembekalan-pembekalan seperti organisasi GBI, sosialisasi juklak pemimpin, pemimpin yang melahirkan pemimpin, refleksi dan konser doa. Dari sisi medis, acara akan diisi juga dengan pemeriksaan USG payu dara dan abdomen oleh spesialis radiologi dari Korda Lampung.

Dalam sambutan Ketua Panitia, Pdt. dr. Eunike Sadrakh mengajak WBI untuk selalu bergairah dalam melayani melalui karya Roh Kudus untuk menjadi penuai.

"Penuai membawa dampak yang besar, dituntun Roh Kudus, bukan berada di zona kenyamanan, tidak nyantai, namun bergerak bersama sama. Acara ini ada berkat Tuhan yakni free biaya pemeriksaan USG payudara dan abdomen," terangnya.

Ketua Departemen WBI BPH GBI ini juga menyebutkan bahwa tahun 2019 menjadi tahun istimewa sebab ini adalah akhir periode kepengurusan Ketua Korda, juga Ketua Departemen.

"Tahun 2019 adalah istimewa sebab ini adalah akhir periode kepengurusan Ketua Korda, juga Ketua Departemen. Kita akan ikut persidangan Sinode di Bulan Agustus 2019," kata Eunike Sadrakh.

Pada bagian lain, mengutip Yesaya pasal 32, Eunike Sadrakh berharap WBI menjadi penyejuk suasana, berdampak dengan menghasilkan buah yang baik, dan mantap sebagai penuai akhir zaman.

img-20190128-wa0027

Sementara itu, Ketum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun saat membuka acara menegaskan kembali bagaimana Gereja dituntun makin efisien buat pelayanan untuk mencapai tujuan buat gereja.

"Dalam pembukaan Tata Gereja, GBI didirikan untuk melaksanakan Amanat Agung. Untuk mencapai tujuan ini, tiap saat kita akan diarahkan ke tujuan (ilahi) agar tidak melenceng," ujarnya.

Marbun juga mengingatkan agar tetap fokus untuk mencapai tujuan Tuhan lewat amanat agung sekalipun menghafapi gangguan perkembangan teknologi revolusi industri 4.0.

"Kita masuk tahun gangguan karena perkembangan teknologi dan zaman sehinga tidak fokus kepada tujuan (Revolusi Industri 4.0). Cara manual beralih ke digitals. Kondisi ini menuntut gereja harus menggunakan kemajuan zaman untuk mencapai tujuan Tuhan. Masih banyak bangsa yang belum terjangkau. Masih banyak bangsa yang belum dengar Kabar Baik," terangnya

"Selesaikan Amanat Agung, sebab Kedatangan-Nya ke dua kali tak lama lagi. Ia mau semua orang mendengar Kabar Baik itu," terangnya lagi diakhir sambutannya. (*)