Ketum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun: Pak Erastus akan memulai Sinode yang baru

Pdt. Dr. Erastus Sabdono didoakan oleh BPH GBI setelah pertemuan dengan BPH, BPD-BPD serta MP

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Polemik soal mundurnya Pdt. Dr. Erastus Sabdono dari Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI), yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial, akhirnya terjawab sudah. Lewat Konferensi Pers yang berlangsung di Graha Bethel, Jalan A. Yani No.65, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (18/09/2018), Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun didampingi oleh Sekertaris Umum, Pdt. Paul R. Widjaja dan Bendahara Umum, Pdt. Suyapto Tandyawasesa, mengungkap soal kebenaran tersebut.

“Hari ini kita adakan percakapan dan setelah diadakan percakapan, maka semua kegaduhan terselesaikan dengan baik, artinya Pak Erastus akan memulai Sinode yang baru dan kita GBI pun juga  katakanlah mengutus beliau untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan disana,” ungkap Pdt. Japarlin.

Secara terbuka kepada media, Japarlin Marbun membenarkan soal perbedaan doktrin yang menjadi penyebab mundurnya Pdt. Dr. Erastus Sabdono dari Sinode GBI.

“Jadi memang seperti yang beliau sudah sampaikan juga di media sosial, juga suratnya kepada kita, memang alasannya, karena beliau katakanlah mendapatkan pengembangan pemahaman sehingga ada beberapa pemahaman beliau yang sudah berbeda dengan GBI. Jadi supaya tidak terjadi katakanlah kontrofersi di GBI mengenai ajaran yang dipegang gbi, maka beliau mengatakan lebih bagus beliau memisahkan diri saja. Itu yang menjadi alasan yang disampaikan melalui video maupun surat kepada kita,” terang Japarlin.

Soal kebenaran surat sanggahan dan jawaban GBI yang beredar di media sosial, Japarlin juga membenarkan, bahwa surat sanggahan tersebut adalah benar dikeluarkan oleh GBI.

“Jadi memang secara umum, itu yang memang sudah kita tulis sebelumnya, intinya sudah berbeda secara teologis,” sebutnya.

Namun demikian, Ketum BPH GBI ini berpesan agar perbedaan yang menjadi penyebab mundurnya Pdt. Erastus Sabdono dari GBI tidak usah dipertentangkan karena menurutnya gereja itu diharapkan menjadi pembawa kesejukan serta pembawa sukacita.

“Tetapi pesan kita adalah, perbedaan ini tidak usah dipertentangkan karena toh seperti Abraham dan Lot kan, kau ke kanan aku ke kiri, kau ke kiri aku ke kanan. Yang penting sama-sama mengerjakan pekerjaan Tuhan sesuai dengan panggilan masing-masing,” terang Japarlin.

 “Saya kira itu yang dapat saya sampaikan kepada kawan-kawan media sehingga kawan-kawan media mengetahuinya dan tentu bisa memberitkannya seperti yang kita sampaikan sehingga dengan demikian akan mengurangi konfrontasi di lapangan. Karena gereja itu diharapkan menjadi pembawa kesejukan serta pembawa sukacita. Jangan sampai ada, katakanlah kegaduhan yang justru tidak membawa damai,” terangnya lagi menghakhir konferensi pers malam itu.