MURFATI LIDIANTO INGATKAN MASYARAKAT UNTUK HATI-HATI DALAM BERMEDSOS

Murfati Lidianto, S.E., M.A., Anggota DPRD Kota Bekasi, Fraksi Gereindra.

KOTA BEKASI, WARTANASRANI.COM – Akhir-akhir ini banyak informasi atau berita palsu “hoax” bermunculan di media sosial dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ketidakdewasaan dalam berbagi informasi dan kurangnya akan pengetahuan tentang IT menjadikan berita Hoax bertebaran dimana – mana yang menciptakan keresahan, kegaduhan, pertikaian dan sebagainya. Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto, SE., M.A., kembali mengingatkan masyarakat untuk hati-hati dalam bermedsos.

“Sangat disayangkan, akhir-akhir ini isu hoax kembali naik. Ditengah ramainya pemberitaan terkait pandemi Covid-19, masih saja ada oknum tertentu yang menyebarkan informasi bohong yang membuat masyarakat resah dan percaya dengan berita tersebut,” ungkap Murfati.

“Bila kita kurang berhati-hati dalam menyaring sebuah informasi, maka kita akan mudah termakan tipuan hoax tersebut. Bahkan kita juga mungkin terpengaruh ikut-ikutan dalam menyebarkan berita hoax dan berita bohong itu, sehingga ada pihak yang merasa dirugikan. Nah, kalo pihak yang dirugikan menuntut, maka kita yang menyebarkan, bisa kena Undang-Undang ITE dengan ancaman enam tahun penjara,” ungkap Murfati lagi.

Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra inipun mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan kritis dalam menerima setiap informasi. Menurutnya, ada langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindari hoax sekaligus membantu menghentikan penyebarannya di media sosial.

“Perhatikan judul informasi dan sumber berita. Langkah Ini perlu kita lakukan karena beberapa oknum sering memasang judul yang menjebak, artinya menarik masyarakat agar membacanya. Berita palsu biasanya memiliki judul yang mengejutkan agar membuat rasa penasaran. Isi kontennya pun biasanya terlihat provokatif dan memanfaatkan isu-isu yang sedang tren. Seperti isu penyebaran Covid-19 saat ini mulai banyak oknum-oknum yang memanfaatkan dengan menciptakan berita bohong,” terang Murfati Lidianto.

“Kemudian, periksa sumbernya, apakah dari situs resmi dan terpercaya atau tidak! Apabila informasi berasal dari situs-situs media sosial dan web yang belum dapat dipercaya, segera mengecek ke situs-situs lainnya,” terang Murfati lagi.

Melihat hoax bermacam-macam bentuknya dan salah satunya berupa foto dan video, maka memeriksa foto dan video adalah langkah yang juga harus dilakukan masyarakat.

“Sama halnya dengan tulisan, hoax bentuk foto dan video yang Anda terima jangan langsung mempercayai begitu saja. Terkadang oknum juga mengedit sebuah foto dan video sebelum menyebarkannya di media sosial,” sebut Murfati.

“Sekarang ini, kita bisa cek keaslian dari berita foto dan video dengan memanfaatkan teknologi fitur dari Google Images dengan tautan images.google.com,” sebut Murfati lagi menambahkan.

Pada akhirnya, Murfati menghimbau masyarakat untuk melaporkan ke kementerian komunikasi dan informatikan jika menemukan berita hoax.

“Apabila masyarakat menemukan berita hoax, sebaiknya segera melaporkan konten tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika agar berita hoax segera ditindak tegas,” pesannya.