PGI Himbau Warga Jemaat Tidak Golput, Pelajari Rekam Jejak Para Calon Dan Jauhi Hoaks

WARTANASRANI.COM – Menyambut Pesta Demokrasi yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 yang akan datang, Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (MPH-PGI) mengeluarkan Pesan Pastoral yang berisi lima poin penting seruan PGI kepada Gereja-Gereja, Warga Jemaat, Para Kontestan – Capres/Cawapres dan Caleg, Penyelenggara Pemilu dan kepada Aparat Keamanan.

 

Dalam isi seruan kepada Warga Jemaat, pertama PGI menyampaikan untuk tidak golput sebaliknya secara pro aktif mencek dan memastikan seisi rumahnya yang memiliki hak pilih terdaftar sebagai pemilih tetap.

 

“Warga jemaat agar ikut hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab. Dengan demikian kita meminimalisasi kemungkinan penyalahgunaan kertas suara oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jangan golput! Kami mendorong seluruh warga jemaat untuk proaktif mencek Daftar Pemilih Tetap dan memastikan namanya tercantum di sana. Jika hendak bepergian hendaknya mengurus Formulir A5 agar dapat mencoblos di daerah yang dituju. Diharapkan seluruh warga gereja dapat memastikan seluruh anggota keluarga, teman kerja, asisten rumah tangga dan orang-orang di sekitar lingkungannya yang telah memiliki hak pilih namun tidak berada di tempat asal pada waktu pemilihan agar segera mengurus Form A5 di kantor KPU kabupaten/kota tempat yang dituju”.

 

“Jika hendak berlibur pada hari pemilihan, kami sarankan untuk berangkat setelah menyelesaikan pencoblosan di TPS. Dalam menentukan pilihan, hendaknya merujuk kepada nasihat ketika hendak memilih pemimpin umat sbb.: “…carilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya dan yang benci kepada pengejaran suap…(Kel.18:21), “sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutar balikkan perkara orang-orang yang benar.” (Kel.23:8)”.

 

Pada bagian kedua, MPH-PGI berharap Warga Jemaat untuk mempelajari rekam jejak para calon, apakah sudah terbukti atau hanya sebatas janji-janji.

 

“Pelajari track record atau rekam jejak para calon, apakah sudah terbukti dalam memikirkan dan melakukan hal-hal yang mensejahterakan seluruh rakyat atau baru sebatas janji-janji; utamakan pemimpin yang memiliki integritas, menghargai kemajemukan, menjunjung hak asasi manusia, kebebasan beragama serta kesetaraan gender; berwawasan lingkungan, jujur dan santun; tidak terindikasi korupsi dan melakukan politik uang; serta berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan dan mengutamakan persatuan bangsa”.

 

Terakhir, pada bagian ketiga, PGI menegaskan agar Warga Gereja tidak mudah mempercayai  berita-berita hoaks/atau kebohongan.

 

“Jauhi hoaks dan/atau kebohongan. Ingatlah nasihat Paulus dalam 1 Tesalonika 5:21: “ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” Hargailah sesama warganegara walaupun pilihan politiknya mungkin berbeda. Warga gereja dapat berpartisipasi dalam memantau proses persiapan pemilu, waktu pelaksanaan pemilu, dan pada waktu penghitungan di TPS-TPS. Warga gereja dapat melaporkan kepada Bawaslu atau KPU terkait pelanggaran-pelanggaran dalam penyelenggaraan Pemilu tanpa takut”.

 

Demikian seruan kepada Warga Jemaat dalam pesan  pastoral PGI tertanggal 8 Maret 2019, yang ditandatangani Pdt. Henriette Hutabarat Lebang (Ketua Umum) dan Pdt. Gomar Gultom (Sekum). (*)