Rayakan HUT Ke-48, PGLII Gelar Ibadah Syukur Dengan Tema, Berdiri Teguh Di Dalam Kuasa Injil

Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th Ketum PP PGLII memotong Kue Ulang Tahun di dampingi Pdt. Gomar Gultom dari FUKRI

JAKARTA, WARTANASRANI.COM - Dirumuskannya mukadimah lahirnya Persekutuan Injili Indonesia (PII), pada tanggal 17 Juli 1971 di Batu, Malang - Jawa Timur, menjadi momentum bersejarah lahirnya Persektuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia. Tokoh-tokoh yang terlibat secara intens dalam pergumulan proses lahirnya PII adalah; Pdt. DR. P. Octavianus, Pdt. DR. Ais M. O. Pormes, Pdt. G. Neigenfrad, Pdt. W. Hekmann, Brigjen (Purn) N. Huwae, Philip Leo, S. O. Bessie, Pdt. DR. HL Senduk, Ev. S. Damaris, Pdt. Ernest Sukirman dan Pdt. Andreas Setiawan.

Di Ulang Tahun yang ke-48, tercatat saat ini (2019) anggota PGLII tersebar di seluruh pelosok Indonesia yang terbagi dalam 26 Pengurus Wilayah, 3 Perwakilan Luar Negeri, dan tercatat 96 sinode gereja dan 106 yayasan, lembaga dan badan-badan misi.

Ketua Umum Pengurus Pusat PGLII periode 2015-2019, Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th saat menyampaikan khotbah di Ibadah Syukur HUT Ke-48 PGLII

Mensyukuri perjalanan 48 tahun berdirinya, hari ini, tanggal 17 Juli 2019, Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) dengan tema, "Berdiri Teguh Di Dalam Kuasa Injil" (Kolose 1:23), menggelar Ibadah Syukur di Graha Gepembri, Jl. Raya Boulevard Barat XB 4 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

Ketua Umum Pengurus Pusat PGLII periode 2015-2019, Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th, dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok dalam kitab Kolose 1:23, mengajak semua yang hadir untuk bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak tergoncang, serta jangan mau digeser dari Injil.

Dibagian lain, Pdt. Ronny Mandang mengingatkan warga PGLII untuk menjadi gereja yang ramah lingkungan.

“Saya berharap melalui pertemuan ucapan syukur kita kali ini, seluruh gereja-gereja Injili di Indonesia dan lembaga-lembaga Injili di Indonesia, mulai membenahi diri untuk menjadi gereja dan lembaga yang ramah lingkungan,” serunya.

Ditambahkannya sebagai penyumbang sampah terbesar nomor dua di dunia, warga gereja di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut merawat bumi yang telah diciptakan dalam keindahan oleh Tuhan.

“Indonesia termasuk negara nomor dua penyumbang sampah terbesar di dunia dan karena itu, kita juga harus ikut merawat bumi yang telah diciptakan di dalam keindahan dan kebaikan di mata Tuhan,” tegasnya.

Penyerahan Cinderamata oleh Pdt. Ronny Mandang kepada Pdt. Gomar Gultom, M.Th dari FUKRI

 

Ketum PP PGLII saat memberi keterangan pers kepada awak media

Sementara itu, Ketua Panitia HUT PGLII, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan ucapan terimakasih kepada PP PGLII, PW PGLII, kehadiran lembaga aras, FUKRI dan pimpinan sinode gereja anggota-anggota PGLII yang hadir. Secara khusus disampaikan terima kasih kepada pimpinan sinode Gepembri yang telah menyediakan tempat dan fasilitas pelaksanaan Ibadah Syukur ke-48 PGLII.

Pada kesempatan yang sama Ketua Host Committee WEA, Pdt. DR. Anton Tarigan menyampaikan informasi singkat soal pelaksanaan World Evangelical Alliance, General Assembly 2019, di Sentul International Convention Center (SICC) Indonesia, dan akan berlangsung tanggal 7-13 November 2019.

Sambutan-sambutan lain disampaikan oleh perwakilan Majelis Pertimbangan PGLII Pdt. Ronny Sigarlaki, SH (Sekretaris Majelis Pertimbangan), Wakil dari FUKRI Pdt. Gomar Gultom, M.Th., dan mewakili Direktur Jenderal Bimas Kristen, Kementerian Agama RI.

Pemotongan kue ulang tahun dan pujian berjudul "Api Injil" menjadi momen akhir dari Ibadah Syukur HUT PGLII ini. (*)