Sekum MPH PGI, Pdt. Gomar Gultom Tutup KGM PGI 2019

Sekum MPH PGI Pdt. Gomar Gultom didampingi Pdt. Zakarias Wahyu Widodo, M.Th., Sekretaris Jenderal Moderamen SAG Sulutteng

AIRMADIDI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Ballroom Niaranan 1, Hotel Sutan Raja, Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI, Pdt. Gomar Gultom, M.Th., secara resmi menutup Konferensi Gereja dan Masyarakat Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (KGM-PGI) yang telah berlangsung sejak Rabu (27/3) sampai Sabtu, (30/3/2019).

gomar_kgm2

Suasana Sidang Sebelum Ibadah Penutupan KGM PGI 2019

“Atas nama Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, di dalam pengasihan Tuhan, saya menutup Konferensi Gereja dan Masyarakat 2019, pada hari ini, di dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus,” kata Pdt. Gomar Gultom disambut tepuk tangan semua yang hadir.

Sebelumnya, dalam sambutan singkat, Sekum PGI ini menyampaikan ucapan terima kasih dari MPH PGI, kepada berbagai pihak yang telah bekerja keras untuk mensukseskan pelaksanaan KGM PGI 2019 di Manado Sulawesi Utara.

Secara khusus, dengan segala kerendahan dan ketulusan hati, Pdt. Gomar Gultom memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Bapak Olly Dondokambey, SE., yang dengan sepenuh hati mendukung kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan KGM PGI 2019.

“Terima kasih kepada pemerintah provinsi Sulawesi Utara di bawah pimpinan Bapak Olly Dondokambey sebagai Gubernur, atas seluruh waktu, tenaga, pikiran dan dana yang dicurahkan, untuk pelaksanaan Konferensi Gereja dan Masyarakat,” katanya.

“Terima kasih kepada Bapak Olly Dondokambey dan seluruh kepala dinas, kepala unit dan seluruh bagian-bagian di Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya lagi, memastikan betapa besar peran pemerintah provinsi Sulawesi Utara dalam KGM PGI 2019 ini.

Gomar juga menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah bekerja maksimal sehingga KGM PGI dapat berjalan dengan baik.

“Kami juga berterima kasih kepada panitia, yang telah begitu mencurahkan seluruh upaya dibawah pimpinan Pnt. Roy Roring sebagai ketua dan Drs. Asiano Kawatu sebagai ketua pelaksana,” ungkapnya.

Dengan lengkap, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, sesuai dengan perannya, disebutkan oleh Pdt. Gomar. Setelah itu, Pdt. Gomar Gultom secara jelas, padat dan singkat menjelaskan kembali perjalanan DGI yang kemudian berubah nama menjadi PGI. Bagi Pdt. Gomar, perubahan yang terjadi pada DGI ke PGI merupakan sebuah revolusi.

“1950-1984 adalah 35 tahun pertama, kita asik berkutat dalam pergulatan keesaan fungsional atau keesaan institusional. Dan tahun 1984 sesudah 35 tahun, gereja-gereja tiba pada sebuah revolusi pertama. Kalau boleh kita katakan, 35 tahun pertama kita tiba pada perubahan nama dan perubahan struktur serta perubahan tujuan PGI. Sekarang, dari 1984, 35 tahun kemudian, november yang akan datang, kita tiba pada 35 tahun kedua, revolusi apalagi-kah yang akan kita lakukan di Sumba?,” terangnya.

“Banyak harapan ditujukan ke Sumba untuk sebuah revolusi. Apakah gerakan Oikoumene kita, akan berakhir seperti-seperti ini saja dari persidangan ke persidangan? Itu semua sangat tergantung dari hasil yang sudah kita sumbangkan disini,” terang Gomar lagi, mengkritisi sekaligus memotivasi peserta untuk semakin maksimal berkarya, memancangkan tonggak sejarah kedua, dalam perjalanan sejarah gerakan Oikoumene.

Akhirnya Pdt. Gomar Gultom memberi apresiasi kepada peserta serta berharap, kasih dan berkat Tuhan menyertai apa yang telah dihasilkan KGM PGI 2019.

 “Terima kasih untuk kita semua, semoga Tuhan memberkati seluruh pekerjaan kita, menjadi kemuliaan hanya bagi nama-NYA dan menjadi berkat bukan saja bagi gereja-gereja di Indonesia, tetapi bagi seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia,” Ungkap Sekum PGI ini penuh harap.

Sementara itu, sebelumnya dilakukan Ibadah Penutupan yang dipimpin Pdt. Zakarias Wahyu Widodo, M.Th., Sekretaris Jenderal Moderamen SAG Sulutteng. (RSO)