SEMINARI BETHEL JAKARTA KLARIFIKASI DAN BANTAH PEMBERITAAN YANG NYATAKAN MAHASISWANYA DI ASRAMA POSITIF COVID-19

Kampus STTBI

JAKARTA, WARTANASRANI.COM - Beredarnya berita-berita dari media, yang tidak berasal dari sumber yang benar dan isi berita tidak sesuai dengan fakta kebenaran dilapangan, tentang adanya sejumlah mahasiswa yang positif  terjangkit Covid-19 dan adanya evakuasi sejumlah mahasiswa Seminari Bethel Petamburan Jakarta, membuat Seminari Bethel Jakarta yang beralamat di Jl. Petamburan IV No. 5 Jakarta Pusat mengeluarkan klarifikasi dan bantahan terhadap pemberitaan yang beredar luas di masyarakat. 

Melalui surat klarifikasi tertanggal 16 April 2020 dengan nomor 56/SEK/SBJ/IV/2020, pihak Seminari Bethel Jakarta menyampaikan informasi tentang keberadaan anak-anak asrama Seminari Bethel Indonesia. 

Ada enam point penting yang disampaikan pihak seminari melalui surat klarifikasi yang ditandatangani oleh Pdt. Kiki Sadrach M.Th (Ketua Seminari Bethel Jakarta) dan Oktaria Inkiriwang, S.Th (HRD/GA). Berikut isi klarifikasi tersebut:

Pertama, bahwa pihak Seminari telah mengusahakan pemeriksaan terhadap semua orang di asrama dan berdasarkan hasil rapid test Covid-19 dan Swap test kepada siswa/mahasiswa penghuni asrama dan staf yang tinggal di lingkungan asrama sebanyak 130 mahsasiswa/siswi pada tanggal 12 April 2020 dilakukan pemerikasaan oleh 8 (delapan) orang team dokter dari Puskesmas Tanah Abang, maka di dapati hasil; adanya 35 orang yang harus dipantau kondisinya walaupun tanpa gejala (OTG) sama sekali dan menjadi ODP (Orang Dalam Pemantauan). Keadaan ini mengharuskan ODP diisolasi secara mandiri terlebih dahulu di Seminari Bethel sambal menunggu rujukan dan hasil pemeriksaan team medis lebih lanjut dari Puskesmas Tanah Abang. 

Kedua, bahwa sebelum dan sesudah hasil test ini dilaksanakan untuk penghuni asrama, Seminari Bethel telah jauh-jauh hari menerapkan protocol Kesehatan sesuai Kemenkes, dan selalu pro-aktif mengupayakan perlindungan kesehatan bagi anak-anak asrama. Pengadaan masker, hand sanitizer dan lain-lain untuk seluruh penghuni asrama serta menganjurkan protocol kesehatan yang benar; mengenakan masker, sering mencuci tangan, gunakan hand sanitizer dan lain-lain secara aktif terus digalakkan.

Ketiga, bahwa hingga saat ini, kondisi di asrama dan Seminari Bethel Jakarta tetap mengikuti protocol kesehatan sesuai Kemenkes dan penghuni asrama dan orang-orang yang berada dalam lingkungan Seminari Bethel Jakarta menerima makanan sehat serta vitamin yang membangun imunitas dan kesehatan yang baik. Disinfektasi atas seluruh ruangan dan halaman juga selalu dilakukan setiap 2-3 hari sekali atas arahan dari Puskesmas. 

Keempat, dikatakan bahwa agar anak-anak penghuni asrama dapat berkonsentrasi menjaga kesehatannya; sejak bulan Maret 2020 System pembelajaran dan perkuliahan menerapkan system KBM online tanpa tatap muka. Dan dengan adanya hasil test lanjutan (12 April 2020) oleh tim medis, dan masukan dari beberapa orang dan dosen, maka untuk penghuni asrama sama sekali tidak diberlakukan pembelajaran baik KBM dan lain sebagainya, ini untuk memprioritaskan kesehatan mereka lebih dahulu. 

Kelima, bahwa untuk sebagian besar pengajar/dosen/staf Seminari Bethel Jakarta telah diberlakukan Work From Home (WFH) 

Keenam, pihak Seminari menyatakan bahwa koordinasi dengan dokter Puskesmas dan Rumah Sakit rujukan selalu dilakukan. 

Dengan klarifikasi ini, pihak seminari berharap dapat meluruskan berita-berita yang beredar diluaran yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. (*)