Sosialisasikan Pelaksanaan Kongres II Pewarna, Panitia Temui Pdt. Dr. Erastus Sabdono

Pdt. Dr. Erastus Sabdono bersama Panitia Kongres II Pewarna Indonesia

JAKARTA, WARTANASRANI.COM - Untuk terus mewarnai dengan karya jurnalistik demi kemajuan bangsa, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) akan melaksanakan Kongres pada tanggal 25-27 Oktober 2019. Dengan slogan membangun solidaritas  dan semangat kebertautan antar anggota di dalamnya diharapkan mampu menjadikan Pewarna Indonesia sebagai satu entitas yang utuh dalam rangka mewujudkan cita-cita ideal pers dan kemajuan bangsa.

Pdt. Dr. Erastus Sabdono, Ketua Sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI)

Untuk sukses acara ini, sejak terbentuk dan disahkan Pengurus Harian (PH) Pewarna Indonesia, panitia pelaksana dibawah komando Ronald Onibala sebagai ketua, mulai mensosialisasikan kegiatan tiga tahunan ini kepada tokoh-tokoh gereja di antaranya Pdt. Dr. Erastus Sabdono, Ketua Sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI).

Bertempat di ruang tamu GSKI Rehobot Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, rombongan panitia didampingi Yusuf Mujiono (Ketua Umum) dan Argo Pandoyo (Sekjen PH Pewarna Indonesia), disambut penuh persahabatan oleh Pdt. Erastus Sabdono.

Dalam pertemuan yang berlangsung cair penuh canda tawa, Pdt. Erastus memberikan motivasi kepada Pengurus Harian, Panitia bahkan anggota Pewarna Indonesia diseluruh tanah air untuk tetap semangat dalam menghasilkan karya-karya jurnalistik untuk kemajuan bangsa.

Bahkan menurut Pdt. Erastus, sebagai jurnalis Kristiani, Pewarna Indonesia dapat memberikan contoh dan teladan sesuai dengan nilai-nilai Kristiani dimanapun bertugas.

“Kalau sudah menjadi wartawan Kristen, nilai-nilai Kristiani itu harus nampak. Untuk itu harus ada pembinaan rohani bagi wartawan Kristen,” pesannya.

Lebih jauh, Pdt. Erastus mengungkapkan soal bidang kewartawanan, yang menurutnya adalah sebuah pelayanan. Bahkan oleh Pdt. Erastus menyebut wartawan sebagai juru bicara Tuhan.

“Anda sebagai wartawan, inilah tempat dimana anda melayani sesuai panggilan anda! Anda ini adalah hamba-hamba Tuhan di kewartawanan. Kalian ini, sebagai wartawan ini, sebenarnya juru bicara. Juru bicara Tuhan mustinya,” ungkapnya.

Sementara itu, menyangkut PEWARNA, sebagai wadah wartawan Nasrani, Pdt. Erastus menyatakan kesiapannya mendukung adanya media yang kuat sehingga wartawan memiliki masukan yang pasti.

“Optimalkan anggota-anggotanya dari berbagai daerah agar mampu menyampaikan berita-berita dari berbagai daerah. Selain itu juga dengan adanya media ini diharapkan mampu menopang kesejahteraan para wartawan,” ungkapnya.

“Terus terang saya prihatin dengan teman-teman wartawan nasrani ini, harus berjibaku sendiri untuk mempertahankan eksistensinya,” ungkap Direktur STT Ekumene ini lagi.

Pada akhirnya, Pdt. Eras mengharapkan Kongres II PEWARNA Indonesia bisa menghasilkan terobosan berarti bagi umat Nasrani, bangsa, dan negara, agar Indonesia tetap dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Ia juga mengucapkan selamat atas rencana penyelenggaraan Kongres ke II PEWARNA Indonesia. (*)