BSK Hadir Untuk Membuat Laki-Laki Berfungsi Sebagai BSK


Bagikan:

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda secara universal, yaitu; keretakan dalam keluarga (broken home), pencarian jati diri/keutuhan diri, pergaulan yang buruk, merosotnya nilai luhur dan moral akibat pengaruh perubahan nilai kehidupan (lingkungan/media), dan tidak memiliki tujuan hidup (visi) menjadi latar belakang lahirnya BSK (Bapa Sepanjang Masa). Hal ini disampaikan Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, SpKJ (K) dalam konferensi pers setelah Rapat Kerja Bapa Sepanjang Masa yang berlangsung di Maple Meeting Room, Lantai 9, Mercure Jakarta Pantai Indah Kapuk, Jumat (15/2).

img_20190215_165153

Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, SpKJ saat Conference Pers tentang BSK

“Dari masalah-masalah itu, maka yang harus diupayakan tentunya dimulai dari keluarga. Karena fungsi keluarga itu seperti transmiter untuk memproses sesuatu, yang kemudian ditransmiter kepada masyarakat. Jadi kalau masyarakat itu jelek, sumbernys bukan dari luar masyarakat, sumbernya dari keluarga yang adalah anggota masyarakat. Cara berpikirnya kan begitu! Kota Jakarta jelek, sumbernya dari masing-masing keluarga yang tinggal di Jakarta,” tutur pendiri gerakan BSK ini.

“Nah, atas dasar itu kemudian kami sangat teguh untuk memperbaiki atau mengembangkan kehidupan itu, mulai dari seorang laki-laki, yaitu laki-laki berfungsi sebagai bapak, yang kemudian kita sebut Bapa Sepanjang Kehidupan,” tambah Pdt. dr. Dwidjo Saputro.

Lebih lanjut, Ketua Pokja Keluarga GBI ini menyebutkan visi yang ingin dicapai Bapa Sepanjang Kehidupan. “Jadi visi BSK (father for life) adalah setiap laki-laki menjadikan setiap laki-laki BSK bagi keluarga, masyarakat, kota dan bangsa. Ini visinya! Jadi ini yang akan diwujudkan,” tutur Pdt. dr. Dwidjo Saputro.

Untuk mewujudkan visi ini BSK melakukan kegerakan mempengaruhi. Salah satunya antara lain kegiatan TFT (Training for Trainer) yang membekali anggota BSK. “Sampai saat ini kami sudah melatih 4.178 TFT hampir diseluruh Indonesia,” ungkap Pdt. Hengky So, M.Th., Ketua Bapa Sepanjang Kehidupan (BSK).

Baca Juga  Presiden Minta Pemuka Agama Ingatkan Masyarakat Tentang Nikmatnya Perdamaian

Sementara itu, Rapat Kerja yang berlangsung sehari dari Pukul 10.00 sampai Pukul 16.00 Wib., diisi dengan pengarahan dan pembinaan oleh Ketua Pokja Keluarga GBI dan Pendiri Gerakan Bapa Sepanjang Kehidupan, Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, SpKJ., Pengarahan dan Laporan Kerja Tahunan oleh Ketua BSK, Pdt. Hengky So, M.Th., Laporan Keuangan Tahunan BSK, Laporan Unlimited Godly Generation oleh Pdm. Antonius Sitompul, M.Th., dan Pembahasan Strategi dan Rencana Kerja BSK 2019 oleh Pdt. Togi Simanjuntak, M.A. Pada bagian akhir, diisi dengan sumbang saran dari peserta rapat kerja, foto bersama dan press conference.

Hadir dalam Rapat Kerja ini, Ketua BSK Pdt. Hengky So, Sekretaris Ricky Rido Sinaga, Bendahara Bagwanto Antony, Deputi Organisasi Pdt. Kiki Rusmin, Deputi Networking Pdt. Togi Simanjuntak, Deputi Litbang Pdt. Antonius Sitompul, Katalis Jawa Barat Pdt. Yosef Antonius, Katalis Kalimantan Pdt. Ronny Taufik, dan Katalis Jakarta Banten Pdt. Roditus. (*)