Yohanes Handojo Budhisedjati: Fox Point Bertekad Mengawal Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin


Bagikan:

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Menyikapi perkembangan politik yang sangat cepat terjadi di Indonesia, Vox Point Indonesia sebagai wadah perhimpunan umat Katolik di Indonesia menyatakan tekadnya untuk mengawal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Hal ditegaskan langsung Yohanes Handojo Budhisedjati, Ketua Umum terpilih periode 2019-2023 kepada awak media setelah Misa Penutupan Kongres I Vox Point Indonesia di Wisma Samadi, Jl. Dermaga Raya No. 637, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

“Suatu disruption sebagai sebuah gangguan terhadap tata sosial berdampak positif dan negatif. Kesenjangan ekonomi yang semakin tinggi, jarak antara kaya dan miskin dapat menimbulkan gesekan politik, pengangguran, dan lain sebagainya, yang dapat mengganggu stabilitas Negara,” terang Budi Handojo.

“Untuk itu Fox Point bertekad mengawal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dengan berbagai cara, antara lain menolak kampanye hitam dengan menggunakan isu SARA, hoax, dan persekusi,” terangnya lagi.

Yohanes Handojo Budhisedjati, Ketua Umum terpilih periode 2019-2023

Suasana serah-terima mandat DPP Vox Point Indonesia

Sementara itu, Kongres yang di buka oleh Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo dan ditutup oleh 5 Keuskupan Agung di Indonesia, menghasilkan sembilan rekomendasi yang menjadi spirit iman Katolik yang berakar pada Kristus menuju Indonesia maju.

Berikut sembilan poin rekomendasi yang menjadi sikap politik Vox Point Indonesia dalam mengawal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Pertama, Vox Point Indonesia siap mendedikasikan hidup dan perjuangan demi mewujudkan politik nasional bermartabat berdasarkan 4 konsensus dasar bangsa : Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Kedua, Vox Point Indonesia akan menjalin kerja sama sinergis dengan Hirarki Gereja (KWI), Keuskupan, dan organisasi Katolik lain, serta lembaga lintas agama dan kepercayaan lainnya.

Ketiga, Vox Point Indonesia dengan tegas menolak kampanye hitam yang salah satunya menggunakan isu SARA, hoax, dan persekusi. Keempat, Vox Point Indonesia melakukan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat serta melawan upaya memecah belah NKRI menggunakan politik berbasis identitas (SARA).

Baca Juga  PERWIL 1 BPD BEKASI GBI SALURKAN BANTUAN MELALUI PEMERINTAH KECAMATAN MEDAN SATRIA DAN BEKASI BARAT.

Kelima, yaitu; mendukung berbagai institusi negara seperti TNI dan Polri, pemerintah tingkat nasional, Pemda, dan stakeholder terkait untuk melakukan penegakan hukum dengan tegas terhadap pihak-pihak yang ingin mengaburkan ideology Pancasila, kasus korupsi, dan narkoba. Keenam, Vox Point Indonesia akan mengedepankan rekrutmen politik dan kaum muda Katolik untuk menjadi negarawan yang memiliki integritas, kompetensi, dan berpegang teguh pada Pancasila untuk memimpin dalam keberagaman dan melawan kejahatan korupsi.

Ketujuh, Vox Point Indonesia akan merealisasikan enam landasan kepribadian umat Katolik yakni: siap memanggul salib, hidup asketik (sederhana, jujur, rela berkorban), menjadi garam dan terang dunia, pemberani dalam kebenaran, mengenal potensi diri, serta berkarakter. Kedelapan, Vox Point Indonesia akan mendorong masyarakat agar tidak terpolarisasi oleh kemajuan perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dan berupaya memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemajuan bangsa. Memperkuat dan mendorong Sumber Daya Manusia generasi muda untuk mendukung atau menjemput perkembangan revolusi industry 4.0.

Terakhir, kesembilan, Vox Point Indonesia nyatakan untuk mengembangkan nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan Pancasila maka perlu mengarusutamakan pendidikan bela Negara dan cinta Tanah Air untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi ancaman radikalisme, intoleran, dan disintegrasi bangsa. (*)