JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Melalui surat terbuka nomor: 58/SEK/SBJ/IV/2020, tanggal 22 April 2020, Seminari Bethel Jakarta kembali menyampaikan klarifikasi berkaitan dengan berita/info yang beredar di lini media massa maupun media sosial seputar kondisi terkini Seminari.
Dalam surat terbuka yang ditandatangani Pdt. Kiki Sadrach, M.Th (Ketua Seminari Bethel Jakarta) dan Pdp. Oktaria Inkiriwang, S.Th (HRD/GA) dijelaskan bahwa keluarnya surat terbuka untuk kedua kalinya ini, merupakan bagian dari sikap Seminari Bethel Jakarta termasuk unit-unit pendidikan: STT, SP dan SMTK serta Asrama untuk selalu mendukung program pemerintah baik dari sisi pendidikan maupun hal lainnya termasuk dalam penanganan dan pencegahan penyebaran pandemi virus Covid-19 yang menjadi Bencana Nasional di Negara kita saat ini.
Selain itu, terbitnya surat terbuka Seminari dengan tembusan; Ketum BPH GBI, Sekum BPH GBI, Ketum YBI dan Departemen Hukum dan Advokasi BPH GBI, untuk menyikapi pemberitaan di media masa terkait dengan situasi terkini Seminari Bethel Jakarta, serta melanjutkan informasi yang telah sampaikan pada Surat Terbuka Seminari Bethel Jakarta yang pertama tertanggal 17 April 2020 dengan no. 57/SEK/SBJ/IV/2020.
Berikut beberapa hal yang disampaikan terkait perkembangan terkini di Seminari Bethel Jakarta dalam menghadapi dan mencegah penyebaran pandemi virus Covid-19;
Pertama; Pada hari Jumat, 18 April 2020 sore, di Seminari Bethel Jakarta, tim dokter Puskesmas telah melakukan Swab test lanjutan kepada 94 orang anak Asrama yang pada rapid test sebelumnya menunjukkan hasil negatif. Sampai saat ini kami masih menunggu hasil dari swab test tersebut. Kami semua berharap dan berdoa hasilnya adalah negatif, namun, bila hasil test-nya positif tentu dipastikan kami segera memindahkan mereka ke Wisma Atlet sesuai arahan dan rujukan dari dokter Puskesmas Tanah Abang dan kita semua berdoa supaya mereka dapat cepat disembuhkan dipulihkan.
Kedua; Perihal beredarnya isu-isu dan informasi yang berkembang di masyarakat, bahwa ada PDP yang meninggal di asrama, kemudian ada salah seorang anak asrama yang hasil rapid test-nya positif kabur, dan sebagainya. Dengan ini kami memberitahukan bahwa informasi tersebut di atas tidak benar.
Sejak awal ketika ada 1 anak yang menjalani pemeriksaan sesuai dengan prosedur dan protokol penanganan covid-19, kami selalu mengingatkan, menegaskan agar semua penghuni asrama selalu setiap saat menjaga kesehatan dan melakukan protokol kesehatan dengan ketat seperti tertulis di atas sambil menunggu arahan dari tim Kemenkes cq Puskesmas Tanah Abang.
Dan, bila ada yang memiliki gejala batuk, pilek, demam dan sesak nafas, kami akan segera menghubungi puskesmas Tanah Abang atau RS rujukan terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menerima arahan tindakan-tindakan yang diharuskan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan R.I. Perlu diketahui bersama bahwa semua anak asrama yang sakit maupun yang dirawat di RSUD Cengkareng dan Wisma Atlet semua berada dalam keadaan semakin sehat dan sedang menunggu hasil test yang sedang mereka jalani, kita bersyukur dengan keadaan yang semakin membaik tersebut.
Ketiga; Menanggapi video-video yang beredar di masyarakat pasca 36 orang anak asrama yang dievakusi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, yang berisi ujaran-ujaran kebencian dan provokatif, kami telah melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Keempat; Menanggapi pemberitaan di beberapa media televisi yang mengabarkan bahwa 36 orang yang telah dievakuasi ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet pada tanggal 17 April 2020 telah pulang dari Wisma Atlet, dengan ini kami memberitahukan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Faktanya, sampai saat ini ke 36 orang tersebut masih menjalani isolasi mandiri di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet sesuai dengan arahan dari tim dokter Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Kelima; Menanggapi pemberitaan di beberapa media masa yang memberikan informasi bahwa adanya virus Covid-19 di Seminari Bethel Jakarta bersumber dari salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan di Lembang, dengan ini kami memberitahukan bahwa informasi itu tidak benar.
Faktanya, tidak ada satu orang pun dari asrama Seminari Bethel Jakarta yang mengikuti kegiatan di Lembang. Jadi, kasus Covid-19 yang terjadi di Seminari Bethel Jakarta tidak ada kaitannya dengan kasus Covid-19 yang terjadi di Lembang.
Dalam hal ini, kami dari Seminari Bethel Jakarta telah mendapatkan klarifikasi dari Bapak Yassin Pasaribu, Camat Tanah Abang, bahwa apa yang disampaikan hanyalah dugaan pribadi beliau.
Keenam; Kami terus mengingatkan kita semua dan penghuni asrama untuk melaksanakan protokol kesehatan yang ketat: pakai masker, sering cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, jaga jarak dan jaga kebersihan serta segera ke dokter Puskesmas bila mengalami gejala – gejala batuk kering, pilek, demam dan sesak nafas untuk dapat ditangani dengan baik sesuai protokol penanganan dan pencegahan covid-19.
Dari enam poin yang disampaikan, pihak Seminari berharap semua pihak dapat menjadi jelas dan memahami dengan tepat setelah mendapat informasi yang sebenarnya.
Untuk Informasi hubungi lebih jelas dapat menghubungi: Pdt Tonny Watimena, Hp 081284266346; Pdt. Purim Marbun, Hp 8161905103; Pdp Oktaria Inkiriwang, Hp 087780783475; dan Pdm. Yada Putra Gratia, Hp 08176336441. (*)







