JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Di ujung acara hari ketiga pagelaran PENABUR Internadional Choir Festival (PICF) 2017, digelar konser 3 negara yakni; Tim Paduan Suara (Ps) dari Smukiez Choir-SMAK 1 PENABUR dari Indonesia, Tim Ps. The Silhouettes dari Malaysia, Ps. Manresa High School Glee Club dari Philipines dan PSM UNIMA (urutan ke-15 “1000 Word Ranking List yang dikeluarkan oleh Interkultur German) dari Indonesia.
Di hari ketiga, Kamis (07/09/2017), pagelaran yang berlangsung sejak hari Selasa hingga Sabtu (5-9 September 2017) tersebut menampilkan kelompok umum dengan kategori Folkflore dan Musica Sacra. Untuk kategori Folkflore, festival digelar di aula sekolah Penabur Internasional Kelapa Gading, sedangkan kategori Musica Sacra mengambil tempat di gereja GKI Kayu Putih. Aneka budaya, ras hingga agama tampil di ajang tersebut. Begitu pun saat konser 3 negara, aneka ragam ras dan budaya dari berbagai negara ditampilkan dengan kreografi yang atraktif dan menghibur.
Tampil pertama dalam konser bertajuk “Special Concert 3 Nations, dibawah pimpinan konduktor Paulus Chandra, Smukiez Choir-SMAK 1 Penabur mewakili Indonesia, nyanyi membawakan lagu “Ondel-ondel” (lagu daerah Betawi) dan “Everytime I Feel The Spirit”.
Tim Paduan suara (Ps.), The Silhouettes dari Malaysia kemudian tampil kedua dikonser tersebut membawakan lagu “Mak Inang” (lagu tradisional Malaysia) dan lagu Medley of Southheast Asian Music yang merupakan lagu khas dari berbagai negara di Asia Tengara yang dinyanyikan secara medley (bersambung), dilanjutkan oleh tim Ps. Manresa High School Glee Club dari Philipines yang membawakan lagu asal negara mereka berjudul “Orde-e” dan “Saligumay”.
Kesempatan istimewa diberikan khusus kepada Paduan Suara Mahasiswa Universitas Manado (PSM UNIMA) pemenang PICF 2013, usai penampilan ketiga grup paduan suara perwakilan tiga negara dengan membawakan 5 lagu berturut-turut, yakni; Fajar dan Senja II composed by Ken Steven, disusul Dung Nene Dung Tete lagu tradisional dari Manado. Berikutnya adalah Rockin’ Jerusalem yang diaransemen Stacey V. Gibbs, Paris Barantai hasil aransemen Ken Steven, dan ditutup dengan Circle of Life OST Lion King yang diaransemen oleh Ana Abeleda.
Selain membawakan 5 lagu secara fantastik dan atraktik, PSM Unima diberikan kesempatan untuk menggalang dana lewat penjualan CD album mereka guna membiayai kebutuhan mereka mengikuti ajang internasional Suwon City Festival dan konser di Soul dan Jeju, Korea Selatan.
Sebagai penutup konser, keempat grup paduan suara tersebut tampil bersama di atas panggung menyanyikan lagu Amigos Para Siempre yang dikonduktori oleh Janis Liepins, juri asal Latvia. Disebutkan, bahwa lagu itu dilatih hanya dalam waktu 30 menit. Seluruh grup paduan suara ditambah para juri dapat menyanyikan lagu tersebut dengan indah.
“Konser malam ini menunjukkan bahwa meski berbeda-beda, kita bisa punya satu ‘bahasa’, yaitu musik,” kata Liepins di tengah lagu dari atas panggung, Kamis (07/09/2017) malam. (ARP)







