YESUS TERANG KITA MENJADI TEMA NATAL NASIONAL LAPAS DAN RUTAN SE-INDONESIA


Bagikan:

WARTANASRANI.COM, JAKARTA – Mengambil tema, “Yesus Terang Kita”, KORAK’S (Komunitas Orang Rohani Anggota Kerajaan Sorga) mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal Nasional bersama Lapas dan Rutan di Indonesia, hari ini, Rabu (07/12/2022) secara virtual dengan menghadirkan Bapak Ev. Daniel Alexander sebagai pembicara.

Ketua Panitia Christopher Oliver Wijono dalam sambutannya menyampaikan syukur karena bisa melaksanakan Natal bersama dengan Rutan dan Lapas secara Nasional.

“Shalom saudara-saudaraku, Merdeka !! Damai Kristus bagi kita semua. Puji Tuhan, pagi ini kami boleh berkumpul untuk merayakan Natal bersama dengan Rutan dan Lapas secara Nasional. Menurut data yang kami terima, saat ini telah terkonfirmasi sekitar 376 Rutan dan Lapas di Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 20.800 Warga Binaan dan petugas yang terlibat dalam ibadah ini. Puji Tuhan, karena kuasa Roh Kudus kami boleh diizinkan berkumpul dan memuliakan nama Kristus,” ungkapnya penuh syukur.

Dirjen Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga saat memberikan sambutan

Christopher pun mengajak para warga binaan, untuk selalu setia mencari pembinaan dan pembelajaran.

“Mari kita sama2 selalu menjadi manusia yang haus akan pembinaan. Sesuai dengan konstitusi negara Republik Indonesia, pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, ada tertulis Pemerintah Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untuk : memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” terangnya.

“Jadi kapasitas kita adalah untuk dunia. Dari Indonesia, untuk Dunia,” terangnya lagi.

Lebih jauh, Christopher mengingatkan untuk terus maju menjadi manusia-manusia produktif yang rendah hati dan selalu siap belajar.

“Karena ada Firman, kalaupun kita hidup, kita hidup untuk memberi buah. Dan kasih karunia Tuhan telah cukup bagi kami. Sehingga kita harus hidup dengan penuh ucapan syukur dengan saling melayani. Saat kita saling memberi buah akan terbentuk bumi yang saling mengerti dan saling melayani, artinya kita akan berlomba-lomba untuk saling menjadi pelayan bukan menjadi yang saling menjadi tuan. Saat itulah damai itu hadir, Raja damai berkuasa di bumi, dan bumi akan menjadi seperti di Sorga,” tutur Ketua Panitia ini.

Baca Juga  Dirjen Bimas Kristen RI: Rayakan Natal dengan hati penuh syukur dan penyerahan diri kepada Yesus Kristus

Sementara tujuan dilaksanakan acara Natal bersama, menurut Christoper supaya firman Tuhan, Damai Kristus dan terang natal juga sampai ke Rutan-rutan dan Lapas-lapas di Indonesia. Sementara untuk kedepannya akan dilanjutkan ibadah via zoom setiap hari Senin, Rabu dan Jumat pagi.

“Untuk lebih jelasnya setiap Senin dan Rabu ibadah akan dimulai pk 09.00 WIB, dan untuk hari Jumat ibadah akan dimulai pada pk 08.30 WIB. Kami harapkan untuk rutan-rutan dan lapas-lapas yang belum ada kegiatan bisa ikut bergabung dalam ibadah bersama pada hari-hari tersebut. Karena saat ini, melalui ibadah dalam Kasih Kristus, telah terbentuk sebuah keluarga yang saling melayani, saling mengampuni, dan saling membangun. Ada banyak hal baru yang telah kami kerjakan, dan dari banyak hal baru itu kami telah menikmati banyak Karya Kasih Kristus,” ujarnya.

“Mari, kami mengundang setiap saudara untuk semakin giat dalam menyatakan Kasih Kristus yang tidak terikat oleh ruang dan waktu,” ujarnya lagi.

Pada akhirnya Christoper menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara Natal Nasional bersama Lapas dan Rutan Se-Indonesia.

“Akhir kata, kami sampaikan Terimakasih kepada : Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang diwakili oleh Dirjen Pemasyarakatan Irjen. Pol. Dr. Reynhard Saut Poltak Silitonga, S.H., M.H., M.Si. yang telah memberikan izin, dan hadir serta akan memberikan sambutan pada acara ini; Pdt. Daniel Alexander sebagai papa rohani, pembina, penasehat, dan pembimbing kami; Pak Andreas Nurmandala dengan Yayasan Pendidikan Warga Binaan Pemasyarakatan Cahaya Kasih di Malang; Ibu Ance Cholia bersama Yayasan Pemenang Jiwa di Sumatera Utara; Ibu Yani di Nusa Kambangan; Bapak Adi dari P.T. SiCepat; Pak Sugi dari Radio Pelita Kasih Jakarta; Ibu Yohana dari Sutindo Group; Ibu Dr. Christiany Euginia Paruntu, S.E., S.Th; Ibu Laura Setiawan; Bapak Dhave Alexander Tutu; Saudara-saudaraku dari tim pekerja Natal, komunitas SK, WA Group Korak, dan masih banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu; Para Kalapas, koordinator Lapas, para tamping, dan para WBP; Serta para donatur dan saudara2ku yanh lain yang ikut berpartisipasi dalam acara ini.

Baca Juga  PGI Himbau Warga Jemaat Tidak Golput, Pelajari Rekam Jejak Para Calon Dan Jauhi Hoaks

Bapak Ev. Daniel ALexander saat menyampaikan khotbah

Sementara itu dalam sambutan Dirjen Pemasyarakatan Reynhard Silitonga, mengajak semua untuk mendalami pemaknaan iman sesuai tema Natal, ‘Yesus terang Kehidupan”. Ia pun menyampaikan dua penghayatan penting melalui kelahiran Kristus Yesus.

“Sesuai dengan tema Natal tersebut, yaitu ‘Yesus Terang Kehidupan’ ada dua penghayatan penting yang perlu kita maknai dalam kelahiran Yesus. Pertama, Yesus sebagai sumber pengharapan. Kita harus menempatkan segala sesuatunya dalam rencana Tuhan sebagai satu-satunya sumber harapan kita,” terang Dirjen Pemasyarakatan ini.

“Kedua, Yesus sebagai motivator pembaruan diri. Ditengah dinamika hidup di era global saat ini, tentunya banyak pergumulan dan persoalan hidup yang dialami menyangkut kehidupan keluarga, ekonomi, pekerjaan dan lain-lain. DanTidak sedikit yang memilih untuk menyerah, menyeleweng secara moral dan meninggalkan identitas kita sebagai pengikut Kristus. Untuk itu marilah dalam peristiwa klahiran Kristus yang kita Imani sebagai kelahiran baru ini, kita selalu senantiasa terpanggil untuk secara terus menerus memperbaharui diri dalam bertutur kata, bertindak dan berperilaku sehingga pada akhirnya kita dapat menjadi pengikut Kristus yang lebih baik, yang juga dapat diwujudkan dalam cerminan diri sebagai warga negara yang baik secara moral maupun Tindakan, tidak terkecuali saudara sebagai binaan pemasyarakatan,” terang Reynhard Silitonga lagi.

“Selamat hari natal 2022 dan tahun baru 2023. Kiranya kita terus memperkokoh tali persaudaraan sebagai sesama anak bangsa dalam mencapai Indonesia maju yang kita cita-citakan. Tuhan memberkati,” ujar SIlitonga lagi, menutup sambutannya.

Berbagai persembahan pujian dan kesaksian mewarnai acara perayaan dari Natal Nasional bersama Lapas dan Rutan Se-Indonesia. Terdapat persembahan pujian dari Lapas Medan, Lapas Tahuna, dan juga diisi kesaksian dariIbu Sembirin, Ibu Aulia, Ibu Rieke dari LPP Semarang.

Baca Juga  Perayaan Natal STT IKAT Jadi Momentum Perekat Bingkai NKRI