BEKASI, WARTANASRANI.COM – Rayakan HUT 47 GBI, Badan Pekerja Daerah Bekasi, hari ini, Jumat (6/10/2017), menggelar Ibadah Syukur yang dihadiri seluruh jajaran pengurus BPD Bekasi, para gembala dan pejabat GBI, baik Pendeta (Pdt), Pendeta Muda (Pdm), dan Pendeta Pembantu (Pdp). Tampil sebagai pembicara Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, Sp.Kj., Ketua Pembinaan Keluarga BPH GBI. Sementara Arena Room Sport Center Harapan Indah, Kota Bekasi, menjadi tempat digelarnya acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh sukacita.

Pengurus BPD Bekasi GBI bersama Pdt. Dwidjo Saputro (Pengkhotbah) dari BPH GBI
Dalam khotbahnya yang bertolak dari Nats pokok Yohanes 4:35, “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”, Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro, Sp.Kj., mengajak para pejabat BPD Bekasi GBI untuk belajar mengenal kehendak Tuhan. Sebab menurutnya, antara pikiran Tuhan dengan pikiran manusia itu berbeda.
“Memang pikiran Tuhan dengan pikiran manusia itu lain. Murid-murid Yesus bilang nanti baru menuai, tapi Tuhan Yesus bilang sekarang engkau harus menuai! Oleh karena itu, kita yang dipanggil menjadi pelayan, dipanggil menjadi hamba Tuhan, atau apapun namanya, harus selalu belajar mengenal pikiran Tuhan, mengenal kehendak Tuhan. Kalau saudara tidak mengenal kehendak Tuhan, nanti saudara cape-cape melayani, tapi apa yang dilakukan keliru semua,” jelas Ketua Pembinaan Keluarga BPH GBI ini meyakinkan.
Pdt. Dwidjo Saputro sementara berkhotbah
Berdasarkan Amos 9:13, Pdt. Dwidjo Saputro, mengingatkan para pejabat GBI BPD Bekasi bahwa penuaian itu harus dilakukan terus menerus, tidak pernah berhenti dan penuaian itu, dimulai dari yang terdekat yaitu, keluarga.
“Murid-murid berpikir secara konvensional, secara alamiah. Tuhan kita berpikir secara super alamiah. Secara alamiah ada musim menabur, ada musim menanam baru nanti ada musim menuai. Jadi menurut murid-murid Yesus, nanti saja menuainya. Tapi dikatakan Tuhan Yesus, aku berkata kepadamu lihatlah sekelilingmu, pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Tapi jangan lupa, keluarga saudara lebih dulu karna itu yang paling matang untuk dituai. Pastikan keluargamu selamat ikut Tuhan. Pastikan setiap anggota keluargamu jadi murid Tuhan Yesus. Percuma saja ngalor-ngidul kalau anggota keluargamu tidak jadi murid Yesus,” pungkasnya penuh semangat.
“Kita berpikir tarsok-tarsok, besok, kapan lagi, lusa, nanti, santai-santai saja, sebisanya saja, nanti-nanti saja, tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, tetapi hati dan pikiran Allah melihat tuaian adalah sekarang,” tambahnya lagi.
Pada bagian lain, Pdt. Dwidjo Saputro juga berharap agar para pejabat GBI khususnya di BPD Bekasi untuk tidak kehilangan semangat dalam melayani dan menurutnya, semangat itu dimulai dari calling atau panggilan, sehingga bila orang tahu panggilannya maka semangat untuk melayani tidak akan pudar.
“Semangat itu dimulai dengan calling atau panggilan. Kalau saudara tidak punya panggilan, panggilannya lain, jadi hamba Tuhan panggilannya lain, jadi pejabat GBI panggilannya lain, tidak panggilannya untuk jiwa-jiwa, maka saudara tidak akan paham-paham membaca ayat firman Tuhan ini. Sementara, kalau orang tahu panggilannya, maka semangat itu tidak akan pudar,” ungkapnya.
Dijelaskan Pdt. Dwidjo Saputro, GBI harus tanggap dan peduli dengan jiwa-jiwa yang harus diselamatkan.
“Pengguna narkoba makin lama makin muda, semakin banyak orang jahat, Anak-anak yang mengalami kekerasan makin banyak, wanita yang mengalami kekerasan makin banyak, anak yang tidak mempunyai orang tua makin banyak, dan seterusnya. Inilah yang dilihat Tuhan Yesus, ladang sudah menguning, mereka adalah tuaian. Masa saudara tidak peduli. Terus yang dipeduliin saudara apa? Yang dipeduliin GBI apa sebetulnya?,” tegasnya melempar kritik untuk membangkitkan semangat para pejabat BPD Bekasi GBI yang hadir.
Suasan Ibadah Ucapan Syukur HUT 47 GBI – BPD Bekasi GBI
Diakhir khotbahnya, Pdt. Dwidjo Saputro mendorong para pejabat GBI yang hadir untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk menuai jiwa-jiwa yang sudah matang dan siap dituai.
“Jangan sampai kehilangan tuaian emas. Kalau kita tidak menuai sekarang, kita akan kehilangan tuaian-tuaian yang berharga. Kalau tidak sekarang, kalau nanti-nanti itu akan makin sulit, makin repot, bahkan ada kecenderungan kita tidak bisa menangani lagi. Kenapa? Karena Alkitab mengatakan bahwa dunia ini makin lama makin sukar, kasih makin lama makin dingin. Manusia itu makin sulit, tidak makin mudah. Saudara mengembalakan manusia bukan menggembalakan patung. Jemaat yang saudara gembalakan itu makin lama perangainya makin sulit. Sementara kita harus memuridkan mereka tidak gampang. Dan yang penting juga, motivasi dalam pelayanan harus benar,” pesannya menutup khotbah.
Sejalan dengan Pdt. Dwidjo Saputro, Ketua BPD GBI Bekasi, Pdt. Samuel Harnadi, MA., dalam sambutannya kembali menegaskan soal waktu dan kesempatan untuk menginjil yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan oleh para pejabat GBI.
“Kiranya sebagai pejabat GBI khususnya di BPD Bekasi, semakin cinta kepada Tuhan dan Gereja Bethel Indonesia. Biarlah semakin bersatu hati untuk masuk kepada tahun penuaian besar di tahun 2017 dan tahun-tahun akan datang. Jangan sia-siakan waktu yang ada! Gunakan waktu dan kesempatan yang Tuhan beri untuk mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang tersesat,” ungkap Pdt. Samuel Hernadi.
Sebagai bentuk penegasan atas pentingnya waktu dan kesempatan, Ketua BPD Bekasi inipun mengajak semua yang hadir untuk menyanyikan pujian “Hidup ini adalah kesempatan”.
Tak ketinggalan, video singkat yang berisi ucapan selamat HUT 47 GBI oleh BPH GBI ditayangkan untuk menambah motivasi bagi para pejabat GBI di BPD Bekasi yang hadir.
Suasana pemotongan tumpeng
Sementara itu, sebagaimana lazimnya Ibadah HUT, pemotongan tumpeng mewarnai acara Ibadah Syukur ini. Pdt. Dwidjo Saputro diminta untuk memotong tumpeng sebagai rasa syukur penyertaan Tuhan selama 47 tahun GBI dan kemudian menyerahkannya kepada Ketua BPD Bekasi, Pdt. Samuel Harnadi.
Pdt. Yohanes Anwar (Ketua Panitia) & Pdt. Haryo Widjakso (Sekretaris Panitia) – Doorprize
Ungkapan syukur dan terima kasih atas terselenggaranya Ibadah HUT 47 GBI disampaikan juga oleh Panitia Pelaksana Pdt. Yohanes Anwar T. (ketua), Gembala GBI Sport Center Harapan Indah dan GBI Plaza THB serta Pdt. Haryo Widjakso (sekretaris), gembala GBI Miracle Service Harapan Indah.
Pada bagian akhir, setelah ditutup dengan doa oleh ketua BPD Bekasi GBI, dan doa berkat oleh Pdt. Andy Markus, pengundian doorprize pun menjadi acara terakhir yang menarik ditunggu-tunggu oleh semua yang hadir, khususnya para pejabat GBI, karena menurut panitia, doorprize hanya berlaku bagi mereka yang hadir dan tercatat sebagai pejabat di BPD Bekasi. (RSO)







