WARTANASRANI.COM, JAKARTA – Dalam rangkaian Konvensi Injil Sekolah-Sekolah Tinggi Teologi Indonesia, Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) menetapkan Piagam Konvensi Injil I sebagai komitmen bersama perguruan tinggi teologi untuk meneguhkan kembali Injil sebagai pusat iman, teologi, dan pendidikan teologi di Indonesia, Sabtu (7/3/2026). Ketum BMPTKKI Prof. Dr. Stevri P.N. Indra Lumintang, Th.D., Ph.D menegaskan bahwa Piagam ini menjadi pernyataan sikap teologis sekaligus arah strategis bagi dunia akademik teologi dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk budaya post-truth, relativisme kebenaran, dan sinkretisme.

Dalam pembukaan piagam tersebut ditegaskan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan melalui Yesus Kristus yang telah mati karena dosa-dosa manusia, dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga, sebagaimana dinyatakan dalam 1 Korintus 15:1–4. Pernyataan ini menjadi dasar teologis bagi seluruh isi piagam yang menekankan pentingnya Injil sebagai pusat kehidupan gereja dan pendidikan teologi.
Para pemimpin sekolah tinggi teologi yang tergabung dalam BMPTKKI menyadari bahwa dunia akademik teologi menghadapi berbagai tantangan yang dapat menggeser otoritas Injil. Oleh karena itu, konvensi ini menghasilkan dua belas butir komitmen yang menjadi pedoman bersama bagi lembaga pendidikan teologi dalam menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Piagam tersebut menegaskan bahwa pendidikan teologi tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter Kristus dan penguatan kesaksian Injil di tengah masyarakat.
Berikut 12 poin Piagam Konvensi Injil I BMPTKKI:
- Mempertahankan otoritas Alkitab sebagai dasar Injil, terutama di tengah tantangan budaya post-truth, relativisme kebenaran, dan sinkretisme.
- Menegaskan bahwa Injil Yesus Kristus adalah otoritas tertinggi bagi iman, teologi, dan seluruh penyelenggaraan pendidikan tinggi teologi.
- Menegaskan bahwa Injil adalah jantung teologi dan identitas utama sekolah tinggi teologi, yang menentukan arah, tujuan, dan integritas akademiknya.
- Berkomitmen menata kurikulum teologi yang berpusat pada Injil, sehingga seluruh proses pembelajaran membentuk pelayan Tuhan yang setia kepada Injil.
- Meneguhkan bahwa epistemologi teologi harus berakar pada kebenaran Injil, sehingga ilmu teologi tidak tunduk kepada relativisme atau sekularisme akademik.
- Menegaskan bahwa tujuan akhir pendidikan teologi adalah membentuk karakter serupa dengan Yesus Kristus, untuk memperlengkapi gereja dan dunia melalui Injil demi kemuliaan Allah.
- Menyerukan pembaruan spiritualitas akademik yang berpusat pada Injil, sehingga pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berjalan dalam integritas iman.
- Belajar dari sejarah kemerosotan teologi di Barat, bahwa ketika Injil tidak lagi menjadi pusat, sekolah teologi kehilangan identitas dan akhirnya menjadi sekuler.
- Menolak segala bentuk upaya mereduksi Injil dalam gereja, teologi, maupun dunia akademik.
- Mendorong konvensi, forum akademik, dan dialog teologis sebagai sarana bersama untuk menjaga kemurnian Injil.
- Membangun jaringan kerja sama antar sekolah teologi untuk memperkuat kesaksian Injil dalam dunia akademik Indonesia.
- Mengembangkan penelitian dan publikasi teologi yang berpusat pada Injil, sebagai kontribusi bagi dunia akademik, gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan lahirnya Piagam Konvensi Injil I ini, BMPTKKI berharap seluruh lembaga pendidikan teologi di Indonesia semakin memperkuat komitmen terhadap Injil sebagai pusat kehidupan iman dan akademik. Piagam ini juga diharapkan menjadi landasan bagi kolaborasi antar sekolah teologi dalam menjaga kemurnian teologi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi gereja dan masyarakat luas.
Selain itu, konvensi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas teologi Injili di tengah perkembangan pemikiran global yang semakin plural dan kompleks. Dengan menjadikan Injil sebagai pusat, pendidikan teologi diharapkan tetap relevan sekaligus setia pada kebenaran Alkitab.
Ke depan, BMPTKKI juga berencana mendorong berbagai forum ilmiah, penelitian, dan publikasi bersama antar perguruan tinggi teologi sebagai implementasi nyata dari Piagam Konvensi Injil tersebut. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi dunia teologi bagi pembangunan gereja, masyarakat, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.







