Hamba-Hamba Tuhan Tompaso Baru Kompas Mantos Gelar Ibadah Perayaan Natal 2018


Bagikan:

TANGERANG, WARTANASRANI.COM – Kasih harus terbukti lewat tindakan perbuatan karena kasih tanpa perbuatan pada hakekatnya nol besar. Hal ini diungkapkan Pdt. Denny Oping, S.Th saat menjadi khadim di Ibadah Perayan Natal Keluarga Besar Hamba-hamba Tuhan Se-Kecamatan Tompaso Baru dan Minaesaan (Kompas Mantos), hari Selasa (4/12/2018), di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Perum Dadap Griya Relestet, Tangerang, Banten, yang digembalakan oleh Pdt. Moody Rumondor, M.Th.

denny_oping

Khadim Ibadah Perayaan Natal Kompas Mantos, Pdt. Denny Oping, S.Th (Gembala GPdI Cipondoh Tangerang)

“Menurut kebenaran Alkitab, sesuai yang tertulis bahwa kasih harus terbukti lewat tindakan perbuatan baik kita sebagai umat Kristus, kasih tanpa perbuatan pada hakekatnya nol besar,” ungkap Pdt. Denny Oping.

Mengambil ayat pokok Efesus 3:18-19, Gembala GPdI Cipondoh Tangerang ini mengajak kepada semua yang hadir, untuk dapat mewujudkan kasih dengan saling tolong menolong, saling memaafkan, dan merendahkan diri.

“Jadi untuk mewujutkan kasih itu, kita harus saling tolong menolong antar sesama manusia tanpa terkecuali, wujud kasih itu dengan saling memaafkan walaupun sangat berat untuk melakukannya. Namun percaya bahwa dengan saling merendahkan diri maka kasih Bapa akan selalu kita miliki,” ungkapnya lagi.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Minaesaan Tompaso Baru, Bapak Brurtje Maramis, SH., MH. Menurutnya, gembala-gembala yang tergabung dalam Kompas Mantos harus saling menjaga keakraban satu dengan yang lain.

“Rukun kompas mantos harus selalu saling menjaga keakraban satu dengan yang lain oleh karena semua yang tergabung dalam kompas mantos adalah gembala sidang yang seyogyanya menjadi panutan baik di jemaat, tetangga, lingkungan dan dimana pun juga, harus bisa menjaga perkataan tingkah laku sebagai hamba Tuhan, jangan saling mendahului atau sikut menyikut ingin menjadi seorang ketua perkumpulan, dan lain-lain,” tegasnya

Baca Juga  PGLII Perkuat Sinergi dan Strategi Pelayanan Melalui Rapat Lengkap Maper dan PP di Serpong

Ditambahkan Maramis, bahwa kejujuran, menjaga perkataan, rendah hati, dan sikap kasih untuk tidak saling menjatuhkan antar sesama kawan sekerja Allah, harus dimiliki seorang gembala atau pemimpin jemaat.

“Seorang hamba Tuhan jangan sampai berbohong hanya karena sebuah tampuk kepemimpinan, harus bisa menjaga perkataan, harus rendah hati tidak sombong. Berdirilah dimana engkau berdiri, jangan melangkah dimana ketidakmamampuan kita untuk memijakan kaki. Selama kaki kita berpijak, disitulah kemampuan seseorang untuk melakukan tugasnya. Demikian pulalah dengan seorang gembala, pemimpin yang dipercayakan untuk memimpin adalah pilihan Tuhan. Jadi kasih antara sesama kawan sekerja Allah, jangan saling menjatuhakan,” ujar Ketua Umum ini.

Diakhir sambutannya di Perayaan Natal Kompas Mantos yang mengambil tema, “Kasih Tanpa Batas” ini, Maramis berharap agar semua anggota selalu bersatu, sesuai dengan ungkapan bahasa daerah, cita waya esa yang artinya, kita semua satu. (Dantje)