JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) menganugerahi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi Apresiasi Warna Indonesia (AWI) sebagai figur Birokrat Toleran. Menurut Ketua Pewarna ID, Yusuf Mudjiono, terpilihnya Rahmat Effendi sebagai figur yang turut mewarnai Indonesia karena sikapnya yang berani “Pasang Badan” dari upaya sekelompok massa yang menolak pembangunan sebuah gereja katolik di Bekasi.
“Yang memilih bukan kita tetapi para juri yang terdiri dari dua unsur aras gereja, ormas kristen dan penasehat Pewarna,” kata Yusuf Mudjiono dalam sambutannya sebelum penyerahan plakat penghargaan kepada 12 figur yang terpilih di MDC Hall, Wisma 76, Slipi, Jakarta, Jumat (25/08/2017).
Penyerahan penghargaan dalam bentuk plakat tersebut diserahkan oleh ketua Pewarna kepada Kepala Biro Hukum pemerintahan Wali Kota Bekasi, Ferry Lumban Gaol mewakili Rahmat Effendi yang berhalangan hadir karena tugas kerja yang lebih penting.
“Ini penghargaan yang kesekian kali kepada Wali Kota Bekasi karena sikapnya siap kepalanya ditembak karena memberi ijin pembangunan sebuah gereja katolik di Bekasi. Beliau sudah mengenal dan dekat dengan Pewarna. Beliau mengucapkan terima kasih kepada Pewarna yang memberikan penghargaan ini,” kata Ferry.
Bukan Cuma Wali Kota Bekasi, Pewarna ID juga memberikan AWI 2017 kepada 10 figur lainnya yang dinilai telah mewarnai bangsa, khususnya umat kristiani. Keduabelas figur tersebut selain Rahmat Effendi antaralain; GP Ansor untuk kategori sahabat keberagaman, Romo Magniz Suseno dari aspek Hubungan Lintas Agama, Saor Siagian mewakili Advokat, Sabam Sirait di bidang politik, Putera Nababan kategori mewarnai jurnalistik, Sahat Sinurat (Ketua GMKI) mewakili Pemuda, BPH GBI dari aspek misi kekristenan dan Bambang Widjaja dari aspek lintas aras.
Selain penghargaan terhadap figur yang telah memberi warna, Pewarna ID juga memberi apresiasi kepada 12 figur yang menjadi sahabat Pewarna. Mereka diantaranya; Murfati Lidianto Lie, Rekson Sitorus, Arseto Pariadji, Jeffry Tambayong, Luis Pakaila dan lainnya. (ARP)







