SOREANG KAB. BANDUNG, WARTANASRANI.COM – Khazanah keanekaragaman adalah modal pembangunan bangsa yang tidak ternilai. Hal ini disampaikan H. Dadang M. Naser SH, S.IP, M.IP., Bupati Kabupaten Bandung dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Bapak Sudiro, S.Sos, M.Msi., Kabid ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Bangsa Badan Kesbangpol Kab. Bandung di acara diskusi kebangsaan tentang toleransi beragama yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/11/2019) di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung.

Bapak Sudiro, S.Sos, M.Msi., Kabid ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Bangsa Badan Kesbangpol Kab. Bandung (tengah), Ketua FKUB Kabupaten Bandung Bapak Drs. H. Eri Ridwan Latief, M.Ag. (kanan), Ketua Pewarna Jawa Barat Ronald S. Onibala (kiri)
“Bahwa Khazanah Keanekaragaman merupakan modal Pembangunan Bangsa yang tidak ternilai harganya, manakala dilandasi oleh kesadaran yang tinggi akan pentingnya kebersamaan , persatuan, dan kesatuan sebagai saudara sebangsa,” ungkap Bupati Kab. Bandung.
Lebih lanjut, H. Dadang M. Naser mengungkapkan bahwa persoalan agama sebagai hal yang mendasar dalam hidup manusia dapat menimbulkan sensitifitas yang berujung pada intoleransi. Sehingga menurutnya Agama harus diyakini sebagai alat pemersatu bangsa.
“Persoalan Agama merupakan hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia, karena didalamnya terkandung unsur keyakinan dalam diri manusia terhadap hal yang gaib yang diyakininya sebagai sesuatu kebenaran yang mutlak. Tapi alangkah berbahayanya jika ada Statement umat manusia terhadap satu Klaim, yang dianut sehingga menjadi standart ganda yang selalu digoreng terhadap agama atau keyakinanan lainnya. Sehingga menimbulkan sensitifitas yang menganggu harga diri dan bertolak belakang dari agama atau keyakinan yang dianut maka terjadilah Intoleransi terhadap para penganutnya,” terang Bupati Kabupaten Bandung.
“Maka Agama harus diyakini sebagai alat pemersatu bukan pemecah belah agama itu sendiri, Negara dan Masyarkat,” terang Bupati lagi.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Bandung Bapak Drs. H. Eri Ridwan Latief, M.Ag., memberi apresiasi kepada Pewarna Jawa Barat atas pelaksanaan diskusi kebangsaan yang mengambil tema toleransi antar umat beragama sebagai pemersatu bangsa.
“Terima kasih kepada Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Jawa Barat yang sudah melaksanakan acara seminar kebangsaan ini di Kabupaten Bandung,” terang H. Eri seraya mengajak peserta untuk terus menjaga soliditas dan mempererat silahturahmi.
Tak ketinggalan, Ketua Pewarna Jawa barat, Ronald S. Onibala menyampaikan terima kasih atas kerja perdana Pengurus Pewarna Kabupaten Bandung.
“Kegiatan ini adalah kegiatan yang baik dan perlu terus dilakukan. Lewat acara seperti diskusi kebangsaan inilah, Pewarna dapat memberi warna dengan memberi kontribusi pemikiran positif dalam pemecahan masalah intoleransi yang terjadi di bangsa ini. Terima kasih kepada rekan-rekan Pewarna Kabupaten bandung yang sudah mengusahakan terlaksananya acara yang baik ini,” ujar Ronald. (*)







