CENTRAL KRISTEN INDONESIA CENKRISINDO RAYAKAN NATAL DAN HUT KE 2


Bagikan:

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bertempat di gedung Lembaga Alkitab Indonesia, Central Kristen Indonesia merayakan Natal dan HUT ke-2, Jumat (09/12/2022). Empathy, Loyality, Commitment menjadi tema, sementara Sub Tema diambil dari Injil Matius 2:12, “pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain”.

Ketua Umum Cenkrisindo, Brigjen TNI (Purn) DR. (HC) Karel Ralahalu dalam sambutan mengucap syukur atas perjalanan organisasi yang merayakan syukur ulang tahun ke- 2. Menurutnya semua karena kekuatan dari Tuhan sehingga dapat mengatasi berbagai tantangan.

Ketua Umum Cenkrisindo, Brigjen TNI (Purn) DR. (HC) Karel Ralahalu

“Menjalankan roda organisasi ini butuh kekuatan dari Tuhan, tantangan tidak hanya dari luar, tetapi secara internal banyak kendala yang harus dibenahi,” ungkapnya.

Menyikapi tema dan sub tema Natal, Ketum Cenkrisindo mengajak untuk terus berkarya mengerjakan pekerjaan Tuhan selagi hari masih siang dan untuk mengerjakan semuanya dibutuhkan sikap empati, loyal dan komitmen.

“Tuhan mengingatkan kepada kita semasih waktu masih siang, mari kita mengerjakan pekerjaan Tuhan yang sudah disiapkan,” seru Karel Ralahalu.

“Untuk itu sebagai hamba-hamba-Nya Allah memiliki rasa empati, loyal dan berkomitmen. Bila selama ini kita kurang maksimal dalam melayani Tuhan, Tuhan mengingatkan jangan kita Kembali ke dalam kehidupan lama kita. Mari kita maksimalkan waktu kita mumpung hari masih siang,” seru Karel Ralahalu lagi.

Adapun Pdt. Dr. Nus Reimas menjadi pengkhotbah yang menekankan bahwa Tuhan tidak pernah salah menuntun jalan kehidupan orang percaya. Seperti para majus Tuhan arahkan pada jalan yang baru, demikian hidup orang percaya akan dituntun pada jalan yang baru yang membawa pada kehidupan penuh mujizat.

“Tuhan tidak pernah salah menuntun jalan orang percaya! Mengajar kita semua untuk benar-benar peka mengikuti jalan Tuhan. Jangan ambil jalan lama menurut keinginan kita,” terangnya.

Baca Juga  Sekolah Tinggi Theologia STT IKAT Jakarta, Gelar Sidang Senat Terbuka Dalam Rangka Wisuda dan Dies Natalis ke-37

“Kalau kita berjalan benar-benar menurut jalan yang Tuhan kehendaki, tidak ada yang mustahil. Tuhan sanggup merubah yang mustahil menjadi tidak mustahil,” terangnya lagi.

Lebih lanjut, Nus Reimas dalam khotbahnya menekankan soal kehidupan yang bernilai ketika seseorang atau organisasi di pakai oleh Tuhan. Hidup yang bernilai ketika dipersembahkan kepada Tuhan

“Hidup kita sebagai hamba Tuhan akan bernilai kalau di pakai oleh Tuhan. Organisasi kalau di pakai oleh Tuhan akan bernilai,” ujar Nus Reimas.

“Emas, kemenyan dan mur yang dipersembahkan oleh para Majus menjadi bernilai ketika dipersembahkan kepada Yesus. Demikian juga hidup kita, bila tidak dipersembahkan kepada Tuhan maka hidup kita tidak akan bernilai. Sebaliknya bila dipersembahkan kepada Tuhan, maka hidup kita akan bernilai,” ujarnya lagi.

Pada akhirnya, Nus Reimas berharap, Cenkrisindo menjadi organisasi yang memulai dan mengakhiri dengan baik sehingga menjadi organisasi yang jadi berkat bagi masyarakat, negara dan bangsa.

“Oleh karena itu yang terpenting, tidak saja memulai dengan baik, tapi akan meninggalkan warisan ilahi yang berharga di mata Tuhan untuk masyarakat, negara dan bangsa,” tutup Pdt. Nus Reimas.

Tampak hadir dalam perayaan Natal dan HUT cenkrisindo; Sekjen Cenkrisindo Pdt. Herry Saragih, Bendum Cenkrisindo Pdt. Henry Wong, Penasihat Cenkrisindo Pdt. Ferry Haurisa, Bapak Nasip Simarmata, Ketua Panitia Pdt. Yopi Ndolu, Ketua Umum Pewarna Indonesia Yusuf Mujiono dan undangan lainnya.

Penyalaan lilin Natal dan pemotongan Kue Ulang Tahun mewarnai perayaan Natal dan Ulang Tahun ke-2 Central Kristen Indonesia. (RSO)