AMANAT AGUNG

PENULIS: Ronald Stevly Onibala, M.Pd.K., M.Th (Dosen STT Bethesda Bekasi)

WARTANASRANI.COM - Bagian Alkitab yang terkenal paling berhubungan dengan tugas misi adalah Amanat Agung, yang merupakan kerinduan dan isi hati Allah terhadap dunia ini.Dalam Perjanjian Baru diuraikan tentang kepribadian Allah yang ingin berkomunikasi dengan manusia. Melalui Roh Kudus, Allah menggerakkan murid-murid untuk mengkomunikasikan Injil.  Pada umumnya,orang Kristen hanya mengenal satu atau dua nas Alkitab yang memuat Amanat Agung, tetapi Alkitab sendiri sebenarnya menceritakan empat bentuk ucapan Amanat Agung: Allah memunyai otoritas dalam misi sampai akhir zaman (Matius 28:18-20); Metode dan akibat misi sedunia (Markus 16:15-18); Kristus adalah dasar misi (Lukas 24:46-49; Kisah Para Rasul 1:7-8); Misi bersifat rohani (Yohanes 20:11-23).                                                                                                                             

Amanat Agung berfokus kepada dua hal: pemberitaan Injil dan pemuridan.Misi sedunia adalah kehendak Allah, oleh karena itu setiap orang Kristen harus terlibat dan mengambil bagian dalam pekerjaan yang  mulia ini. Roh Kudus yang akan memampukan gereja-Nya untuk menaati  Amanat Agung. 

Amanat Agung Menurut Matius

Menurut Matius, Amanat Agung dimulai pada saat Allah mengutus murid-murid untuk memberitakan Injil. Dialah Tuhan atas tuaian, Ia dapat membuka dan menutup pintu bagi pekerjaan misi. Oleh karena itu, murid-murid tidak perlu takut pada kesulitan yang akan dihadapi, sebab mereka memunyai Allah yang Mahakuasa.Tugas pengikut-pengikut Tuhan Yesus: a. menjadikan semua bangsa murid-Nya, b. membaptiskan mereka, dan c. mengajar mereka. Tujuan Amanat Agung dan penginjilan adalah pemuridan supaya manusia menjadi serupa dengan Allah (2 Korintus 3:18) sehingga kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar(1 Yohanes 3:2). Menjadi murid Kristus berarti mengidentifikasikan diri sendiri secara total dengan Kristus dan memikul salib-Nya. 

Amanat Agung Menurut Markus

Ditujukan kepada seluruh makhluk oleh karena Allah adalah Pencipta, Kristus meminta jemaat-Nya membawa keselamatan kepadaseluruh makhluk di dunia tanpa terkecuali.; Pemberitaan Injil dibuktikan dengan tanda-tanda. 

Amanat Agung Menurut Lukas

Karena murid-murid-Nya sangat kecewa karena rencana untuk mendirikan kerajaan secara politis tidak terlaksana, maka Yesus menghibur mereka dengan sambutan: "damai sejahtera bagi kamu". Sesudah itu Tuhan menjelaskan rencana misi kepada mereka: a. Misi berdasarkan kitab-kitab suci: Taurat Musa, nabi-nabi, dan Mazmur (Lukas 24:44). b.  Inti Injil: kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus (Lukas 24:22). c. Tujuan: pertobatan dan pengampunan. d.  Pemberitaan Injil bagi segala bangsa (Lukas 24:47). e. Alat yang dipakai bagi misi sedunia adalah murid-murid-Nya. f. Kuasa dan kekuatan untuk melaksanakan Amanat Agung berasal dari Roh Kudus yang sudah dijanjikan Allah Bapa (Lukas 24:49). 

Amanat Agung Menurut Yohanes

Injil Yohanes mengingatkan kita bahwa murid-murid diutus sama seperti Bapa mengutus anak-Nya yang tunggal, yaitu Tuhan Yesus (Yohanes 20:21-23). Murid-murid harus mengidentifikasikan diri dengan Kristus, karena mereka telah diperlengkapi oleh Roh Kudus, "terimalah Roh Kudus"(Yohanes 21:22). Sering kali, hal ini menjadi  perdebatan: Kapan mereka diperlengkapi dengan Roh Kudus? Sebelum Pentakosta (Yohanes 21) atau pada hari Pentakosta ketika Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus? Dia memberikan Roh Kudus kepada  mereka secara terbatas sesuai dengan cara Perjanjian Lama, supaya mereka bisa bertahan dalam pergumulan di Yerusalem sampai hari  Pentakosta, tetapi pada hari Pentakosta mereka dipenuhi dengan Roh sah Para Rasul 2). Amanat Agung adalah pokok dalam kekristenan yang sangat penting. Hal ini terbukti dengan semua kitab Injil yang menceritakan pokok ini. Fokus Amanat Agung terletak dalam penginjilan dan pemuridan, sasarannya supaya seluruh dunia dapat mengecap keselamatan yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. 

TUJUAN MISI

Mat 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Sebelum Yesus meninggalkan dunia ini, Dia memberikan sebuah perintah terakhir yang biasa kita sebut dengan amanat agung yaitu untuk menjadikan semua bangsa muridNya.

Yesus tidak memberikan perintah kepada kita untuk menyelamatkan manusia sebab keselamatan merupakan karya anugerah Allah bukan bagian kita. Bagian kita adalah untuk mengubah hidup orang lain atau memuridkan mereka sampai mereka sepenuhnya menyerah kepada Allah. Dan Tuhan berjanji bila kita melakukan amanatNya ini maka Dia akan menyertai kita senantiasa sampai ke akhir zaman.

Oswald Chambers berkata “Satu kehidupan yang sepenuhnya diabdikan kepada Allah lebih berharga daripada seratus kehidupan yang hanya dibangkitkan oleh RohNya”.John Wesley pernah berkata “Berikan kepadaku sepuluh orang yang sepenuhnya menyerahkan hidupnya kepada Tuhan maka aku akan dapat mengubah dunia”.Yang sangat menyedihkan kebanyakan gereja saat ini lebih mementingkan pertumbuhan jemaatnya secara kuantitas dibanding kualitas. Bahkan tidak sedikit yang sangat bangga bila jumlah jemaat gerejanya bertumbuh lebih cepat dibanding gereja yang lain. Bukan berarti pertumbuhan secara kuantitas tidak penting tetapi itu harus diimbangi oleh pertumbuhan secara kualitas.

Terjunnya para rohaniawan ke dalam kancah politik sebenarnya secara tidak langsung menunjukkan kegagalan gereja dalam memuridkan jemaatnya untuk menjadi serupa dengan Kristus. Jika saja gereja menjalankan fungsinya dengan benar untuk memuridkan jemaatnya menjadi serupa dengan Kristus maka orang-orang Kristen yang memiliki panggilan untuk menjadi berkat dalam dunia politik akan dibangkitkan.

Fungsi seorang bapa adalah untuk menggembalakan anak-anaknya dan memuridkan mereka agar mereka mengenali panggilan hidupnya, bukannya mengambil fungsi dari anak-anak mereka yang memiliki panggilan dalam dunia politik. Oleh karena itu, jangan heran kita tidak melihat para rohaniawan yang sekarang terpilih menjadi wakil rakyat dapat efektif untuk menjadi terang di sana sebab itu memang bukan panggilan hidup mereka. Lagipula bagaimana mereka bisa efektif jika mereka tidak pernah dilatih dan dididik dalam dunia itu ? Tuhan telah menaruh kerinduan di hati saya untuk melihat satu hari Indonesia akan mengalami sebuah transformasi dalam segala bidang sehingga menjadi sebuah bangsa besar yang akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Tetapi saya percaya hal itu tidak akan pernah terjadi bila gereja tidak menjalankan perintah Kristus untuk menjadikan semua bangsa muridNya. Hanya orang orang Kristen yang memiliki kualitas seorang murid yang dapat menjadi berkat dan membawa perubahan bagi bangsa ini.

Mat 28:19-20 "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Sebelum Yesus meninggalkan dunia ini, Dia memberikan sebuah perintah terakhir yang biasa kita sebut dengan amanat agung yaitu untuk menjadikan semua bangsa muridNya. Yesus tidak memberikan perintah kepada kita untuk menyelamatkan manusia sebab keselamatan merupakan karya anugerah Tuhan bukan bagian kita. Bagian kita adalah untuk mengubah hidup orang lain atau memuridkan mereka sampai mereka sepenuhnya menyerah kepada Tuhan. Dan Tuhan berjanji bila kita melakukan amanatNya ini maka Dia akan menyertai kita senantiasa sampai ke akhir zaman.

Oswald Chambers berkata "Satu kehidupan yang sepenuhnya diabdikan kepada Tuhan lebih berharga daripada seratus kehidupan yang hanya dibangkitkan oleh RohNya". John Wesley pernah berkata "Berikan kepadaku sepuluh orang yang sepenuhnya menyerahkan hidupnya kepada Tuhan maka aku akan dapat mengubah dunia". Yang sangat menyedihkan kebanyakan gereja saat ini lebih mementingkan pertumbuhan jemaatnya secara kuantitas dibanding kualitas. Bahkan tidak sedikit yang sangat bangga bila jumlah jemaat gerejanya bertumbuh lebih cepat dibanding gereja yang lain. Bukan berarti pertumbuhan secara kuantitas tidak penting tetapi itu harus diimbangi oleh pertumbuhan secara kualitas. 

Terjunnya para rohaniawan ke dalam kancah politik sebenarnya secara tidak langsung menunjukkan kegagalan gereja dalam memuridkan jemaatnya untuk menjadi serupa dengan Kristus. Jika saja gereja menjalankan fungsinya dengan benar untuk memuridkan jemaatnya menjadi serupa dengan Kristus maka orang-orang Kristen yang memiliki panggilan untuk menjadi berkat dalam dunia politik akan dibangkitkan.

Fungsi seorang bapa adalah untuk menggembalakan anak-anaknya dan memuridkan mereka agar mereka mengenali panggilan hidupnya, bukannya mengambil fungsi dari anak-anak mereka yang memiliki panggilan dalam dunia politik. Oleh karena itu, jangan heran kita tidak melihat para rohaniawan yang sekarang terpilih menjadi wakil rakyat dapat efektif untuk menjadi terang di sana sebab itu memang bukan panggilan hidup mereka. 

Yesus Masih  Memberi Amanat Agung Kepada kita semua

Yesus sudah bangkit 2000 tahun yang lalu setelah mati dikayu salib untuk menebus dosa umat manusia, pada hari ketiga Ia bangkit menemui para murid-muridNya dan orang-orang yang dikasihiNya, selama 40 hari ia bersama-sama dengan mereka, sebelum Ia terangkat ke sorga meninggalkan pesan-pesan sbb: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:19-20)

Saat ini 2000 tahun telah lewat, Tuhan Yesus yang telah bangkit itu masih tetap menemui kita dan memberi perintahsebagai Amanat AgungNya kepada kita semua, tidak ada pengecualian dan Ia masih tetap sama dan berkata dengan kalimat yg sama Kepada kita orang-orang yang mengasihiNya : "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu. "Sungguh kita sangat-sangat dihargai oleh Tuhan Yesus, kita mendapat kepercayaanNya sebagai orang percaya disuruh pergi keluar, jangan diam saja! Karena kita dianggap teman seperjuanganNya, murid-muridNya untuk menjadikan semua bangsa muridNya.

Yesus yang telah mempercayai kita semua untuk melakukan tugas itu. Apakah kita telah menghayati perintah tersebut? atau cuwek dan masa bodoh, itukan tugas orang-orang yang terpanggil? Sayakan tidak dipanggil Tuhan untuk itu, yang penting saya sudah percaya pada Tuhan Yesus.  Dia telah menganggap kita sebagai murid dan teman seperjuangan, oleh sebab itu Dia memberi tugas pada kita semua orang percaya : "Pergilah. Jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah dan ajarlahmereka.."Perintah ini bukan untuk pendeta, romo, penginjil tetapi untuk kita semua orang-orang yang sudah diselamatkan. Tuhan berkata : "Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman"