BERJALAN SUKSES, MAHASISWA PASCASARJANA DOKTOR TEOLOGI APRESIASI DAN TANGGAPI TEMA KULIAH UMUM STT IKAT

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D.

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta, hari ini, Jumat (10/06/2022), kembali menggelar Kuliah Umum semester genap tahun akademik 2021-2022 dengan tema, “Menemukan Manusia Pancasila” dan Sub Tema, “Melalui Kuliah Umum ini menjadi penghentar lembaga Pendidikan dan gereja menemukan peta jalan strategi Pendidikan yang memimpin pemulihan dan bangkit bersama membangun peradaban dunia”.

Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. saat menyampaikan materi kuliah umum dengan tema, menemukan manusia pancasila.

Kuliah Umum yang berlangsung di Aula kampus STT IKAT, Jalan Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Jakarta Selatan dan dipandu Dr. Clartje S. E. Awulle, S.H., M.Th sebagai moderator, menghadirkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D.

Dalam paparannya, Yasonna mengingatkan peserta kuliah umum, baik yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti secara online, agar tidak merasa asing di negeri sendiri. Karena Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Ideologi Pancasila sebagai dasar negara telah mempersatukan segala perbedaan yang ada, termasuk perbedaan agama.

“Kita adalah anak-anak bangsa yang sama seperti orang lain. Jangan merasa seperti anak tiri, merasa sebagai warga kelas dua!” pungkasnya.

Lebih jauh, Yasonna menyatakan bahwa untuk menjadi anak bangsa, manusia Pancasila sejati, maka orang Kristen, Gereja harus menjadi contoh dan mampu mengimplementasikan di dalam hidup nilai-nilai Pancasila itu.

“Kita harus memberikan contoh! Gereja harus menunjukkan contoh melalui prilaku kita sebagai anak-anak bangsa yang mencintai negara ini,” tegasnya.

Foto bersama, mahasiswa kelas doktoral sebelum mengikuti kuliah umum

Sementara itu, terkait tema dan sub tema kuliah umum, beragam tanggapan disampaikan peserta kuliah umum, khususnya dari mahasiswa Program Pascasarjana Doktor Teologi yang hadir secara langsung.

“Kami sebagai mahasiswa doktoral mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., dalam memberikan pencerahan kepada para mahasiswa STT IKAT dan telah memberikan spirit kebangsaan dalam menumbuhkembangkan semangat kebangsaan dan bernegara,” tutur Abraham Irwan Santoso, mahasiswa doctoral konsentrasi kepemimpinan Kristen.

“Saat ini Indonesia sedang mengalami krisis dan sangat membutuhkan manusia-manusia Pancasila yang seutuhnya, yang paham bahwa Indonesia adalah negara yang dibangun atas dasar 5 sila yang emiliki nilai-nilai luhur bernegara dari para pendiri bangsa. Majulah Indonesiaku, majulah bangsaku, majulah generasi muda menjadi manusia Pancasila sejati,” tuturnya lagi penuh semangat.

Tak jauh berbeda disampaikan oleh Joice Ester Raranta mahasiswa doktoral konsentrasi Kepemimpina Kristen. Menurut Dosen STT Paulus ini, manusia Pancasila seutuhnya yaitu manusia yang benar-benar mengerti, paham dan melaksanakan nilai-nilai yang ada di Pancasila merupakan solusi dalam mengatasi krisis kebangsaan hari-hari ini. Namun demikian, menurutnya visi menjadi pancasilais akan lebih mudah diupayakan bila didukung keteladanan para penyelenggara negara.

“Nilai-nilai Pancasila bila dapat dilaksanakan, mampu menjadi solusi bangsa. Tapi dibutuhkan keteladanan para penyelenggara negara dengan penuh integritas mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila itu,” ungkapnya seraya melempar kritik kepada para pemimpin yang korup dan perangainya yang menyakitkan pemandangan mata dan hati masyarakat.

Tak mau kalah, dr. Rheiner Hutagalung menyatakan bahwa terdapat pesan moral tanpa diskriminasi pada manusia Pancasila yang bertaqwa.

“Manusia Pancasila yang bertaqwa pada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya berisi pesan moral yang dalam tanpa ada diskriminasi yang telah menjelma menjadi manusia Pancasila seutuhnya seperti falsafah pendiri bangsa, founding father,” tutur mahasiswa doktoral konsentrasi kepemimpinan Kristen ini singkat.

Tak ketinggalan, Djanne Tando dari konsentrasi Kepemimpinan Kristen, dengan gamblang menyatakan bahwa dibutuhkan usaha bersama dalam mewujudkan manusia Pancasila yang seutuhnya.

“Kita harus sepakat dan menyadari bahwa konsep dan praktek kehidupan yang Pancasilais harus diwujudkan dalam keseharian kita bersama. Dibutuhkan peran bersama, mulai dari para elite penguasa, para pemimpin, para pengusaha, dan kaum terpelajar Indonesia,” tuturnya.

Adapun Ronald Stevly Onibala Program Pascasarjan kelas doktoral dari konsentrasi Pendidikan Kristen menyatakan bahwa sosialisasi nilai-nilai Pancasila harus menyentuh persoalan-persoalan nyata yang berkembang dalam realita kehidupan global kekinian.

“Pengenalan dan penanaman nilai-nilai luhur Pancasila harusnya diberikan sedini mungkin, mulai dari keluarga maupun Pendidikan formal, non formal dan informal, sehingga mampu menggetarkan anak bangsa, menggugah, dan memukau, serta relevan dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal bangsa yang pluralis ini,” ujarnya.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. saat menjawab pertanyaan peserta kuliah umum

Pada akhirnya, apresiasi, terima kasih serta ucapan selamat disampaikan seluruh mahasiswa program pascasarjana doctor teologi atas suksesnya pelaksanaan kuliah umum.

“Bersyukur dan terima kasih kepada STT Ikat yang telah melaksanakan kuliah umum yang bernilai dan bermanfaat bagi kami semua dengan menghadirkan narasumber Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Bapak Prof. Dr. Yasonna H. Laoly. Kami merasa terberkati! Akhirnya sekali lagi, selamat dan sukses atas terselenggaranya kuliah umum hari ini. Ucapan selamat juga kami sampaikan kepada teman-teman yang akan di wisuda sore ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua,” tutup Bambang Triono.