Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P beri Kuliah Umum di STT Rahmat Emmanuel Jakarta

Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., diapit moderator Johan Tumanduk., SH.,M.M., M.Pd.K., Direktur Eksekutif Conrad Supit Center (kanan) dan Prof. Dr. Abraham Conrad Supit, Ketua Yayasan Abraham Conrad Supit Center/ Gembala

JAKARTA, WARTANASRANI.COM - Kepemimpinan millenial tidak hanya berfungsi memberi nasehat, perintah dan mandat pada bawahan, tetapi bagaimana memberi visi, misi, keterbukaan dan tujuan organisasi secara jelas dan komprehensif serta mampu memotivasi. Hal ini disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., dalam Kuliah Umum II STT Rahmat Emmanuel (REM), Jl.  Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K, Kelapa Gading Jakarta Utara, Jakarta, jumat (2/2/2018).

Suasana sesi tanya jawab - Kuliah Umum STT REM

Dikatakan Ade Supandi bahwa, generasi millenial yang lahir antara tahun 1981-2000, saat ini sudah memasuki usia produktif. Mereka tidak hanya unggul dalam Iptek tapi sudah menjadi trendsetter dalam bidang sospol, bahkan generasi milenial merupakan generasi modern yang aktif bekerja, giat dalam penelitian, berpikir inovatif tentang organisasi, memiliki rasa optimisme, kemauan untuk bekerja dengan kompetitif, terbuka dan fleksibel.

Ade juga mengingatkan bahwa millenial leadership sangat berhubungan dengan keteladanan, sehingga keteladanan menjadi faktor penentu bagi generasi muda untuk menyongsong masa depan mereka.

"Millenial Leadership itu adalah bagaimana kita memberikan contoh kepada generasi muda. Millenial leadership itu bagaimana membangun generasi muda ini dengan inspirasi, dengan keteladanan untuk menyongsong masa depan mereka," tegas Laksamana kelahiran Batujajar- Bandung, 26 Mei 1960 ini.

Kuliah Umum yang mengusung tema, "Millenials Leadership" (Kepemimpinan Generasi Millenial), dengan moderator Johan Tumanduk., SH.,M.M., M.Pd.K (Direktur Eksekutif Conrad Supit Center), KSAL Laksamana Ade Supandi lebih banyak menekankan pada millenial leadership dari sisi militer.

"Saya hanya akan memberikan bagaimana kita memahami konstelasi dalam leadership dalam Generasi Millenial ini dari sisi militer. Saya tidak akan bahas dari sisi ahli-ahli motivator ataupun inspirator," ujar Kasal didampingi oleh Kadisdikal, Kadispenal dan Wadan Seskoal.

Ditegaskannya bahwa kepemimpinan dalam militer tidak akan lepas dari tiga ranah, yaitu; ranah kognitif, ranah psikomotor dan ranah afektif/attitude atau sikap yang bersangkutan. Menurutnya seorang pemimpin harus memahami ketiga ranah ini.

"Kapasitas kepemimpinan terdiri dari tiga elemen, yaitu; pengetahuan, ketrampilan dan karakter," tegasnya.

Lebih lanjut Ade Supandi menguraikan dengan lugas tentang asas kepemimpinan yang ada dalam TNI, yaitu; Taqwa, Ing Ngarso Sung Tulada, Ing Madya mangun Karsa, Tut Wuri handayani, Waspada purba Wasesa, Ambeg Pramana Arta, Prasaja, Satya, Gemi Nastiti, Belaka dan Legawa.

"Asas ini memang kalau dianggap kuno ya kuno, tapi bagi TNI, asas kepemimpinan ini adalah bagian yang membina kita. Sederhana tapi kalimat ini menjadi filosofi," tegas Ade Supandi.

Tukar-menukar Cinderamata dari KSAL, Laksamana Ade Supandi kepada Prof. Dr. Abraham Conrad Supit (Ketua Yayasan Abraham Conrad Supit Center/ Gembala Senior GBI REM) dan sebaliknya dari Dr. Ariasa H Supit, M.Si ( Ketua STT REM) kepada Laksamana Ade Supandi.

Pada bagian akhir paparannya, Ade Supandi menjelaskan soal 'Kode Etik' perwira TNI dan Trisila TNI Angkatan Laut, yang menurutnya bersifat universal, antara lain; Budhi atau selalu berbuat luhur, Bhakti atau mengerjakan dengan tuntas, Wira atau selalu di depan dan Utama atau menjunjung tinggi kehormatan. Adapun trisila TNI adalah; Disiplin yaitu sikap mentaati segala peraturan dan tata tertib berdasarkan kesadaran pengabdian, Hierarki yaitu bisa menempatkan diri dan bertindak sesuai kepangkatan, kedudukan dan jabatan, Kehormatan yaitu wajib menjunjung tinggi nama baik angkatan dan negara dengan selalu berpikir, bersikap dan berbuat tanpa cela.

'Aku Smart', menjadi tips pria lulusan Lemhannas RI PPSA angkatan-17 (2011) dihadapan mahasiswa/mahasiswi STT REM, alumni, dosen pengajar, tokoh Kristiani serta undangan yang memenuhi ruang kuliah umum STT REM.

Tampak hadir dalam kuliah umum ini, Prof. Dr. Abraham Conrad Supit (Ketua Yayasan Abraham Conrad Supit Center/ Gembala Senior GBI REM), Dr. Ariasa H Supit, M.Si ( Ketua STT REM), Dr. Antonius Natan, M.Th ( Wakil Ketua I STT REM/Sekum PGLII DKI Jakarta), Pdt. Brigjen TNI (Purn) Drs. Harsanto Adi, M.Th (Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) beserta jajaran pengurus pusat API, dan masih banyak lagi.

Sebelum foto bersama dan pemberian Cinderamata, sesi tanya jawab mewarnai kuliah umum yang kedua STT REM di tahun 2018 ini.