Ketum MP GPdI Pdt. Dr. Johnny W. Weol : Jurnalis GPdI kerja Profesional, dihargai Profesional

Ketua Umum Majelis Pusat (Ketum MP) GPdI Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.Div., MM., M.Th., saat membuka dan memberi sambutan dalam Rakernas PELJUP GPdI (Selasa, 28/11/2017)

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Gedung Centra Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sunter Jakarta, menjadi tempat digelarnya Rapat Kerja Nasional Komisi Pusat Pelayanan Jurnalistik Pantekosta (PELJUP) GPdI, selasa (28/11/2017). Rakernas ini dalam rangka mengevaluasi realisasi program tahun 2017 dan pemantapan rencana aktualisasi program tahun 2018.

Foto bersama MANJUR dan KETUM MP GPdI dalam Rakernas PELJUP GPdI

Acara ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua Umum Majelis Pusat (Ketum MP) GPdI Pdt. Dr. Johnny W. Weol, M.Div., MM., M.Th. dan dipimpin oleh Ketua Badan Media Cetak dan Elektronik (BMCE) yang menaungi PELJUP GPdI, Pdt. Hengky Tohea, M.Th.

Dalam sambutan dan pengarahannya, Ketum MP GPdI Pdt. Johnny W. Weol mengharapkan kerja profesional dari PELJUP sebagai pengejawantahan dari maksud mulia dibentuknya PELJUP.

"Selama 96 tahun GPdI, baru periode ini dibentuk PELJUP untuk merangkul dan mewadahi serta memberi penghargaan atas kinerja para 'kuli tinta'nya warga GPdI di 33 provinsi Indonesia dan 5 negara luar negeri. Selama ini para jurnalis pantekosta terabaikan bahkan di ambil oleh gereja-gereja lain, ini akan membahayakan eksistensi GPdI di masa depan”, ungkap pemilik ide brilian untuk mewadahi para jurnalis pantekosta.

Lebih lanjut, Dewan Pembina Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) ini, berharap PELJUP dapat menjadi wadah terobosan dan sarana sosialisasi doktrin GPdI melalui produk jurnalistik yaitu ‘Tabloid Pantekosta’ dan siaran TV serta menjalin kerjasama yang baik dengan lembaga jurnalis tingkat nasional seperti PWI dan PEWARNA.

Mengevaluasi terbitan perdana Tabloid Pantekosta (TP), diungkapan bahwa pengalaman terbitan pertama menjadi titik tumpuan yang berarti untuk terbitan selanjutnya, sehingga TP akan semakin Informatif, Komunikatif dan Edukatif.

“Oleh sebab itu kerja profesional sudah merupakan suatu keharusan dengan mengutamakan kualitas berita, konten dan layout yang menarik”, tegas Sekretaris Jenderal Persekutuan Kristen Indonesia sedunia (World Indonesian Christian Fellowship).

Pdt. Andreas Marhain Sumarmo, MA, M.Si., dilantik oleh Ketum MP GPdI sebagai Sekretaris KP PELJUP GPdI

Dalam kesempatan ini, dilaksanakan reposisi Pengurus PELJUP untuk mengisi Sekretaris KP PELJUP yang ditinggalkan oleh jurnalis muda berbakat Pdt. Steven Ohy (alm). Tugas ini di serahkan kepada Pdt. Andreas Marhain Sumarmo, MA, M.Si., dan dilantik oleh Ketum MP GPdI.

Gayung bersambut dengan sambutan dan arahan Ketum GPdI, Ketua MP Bidang IV yang membawahi antara lain BMCE dan PELJUP, Pdt. Dr. Robert Y. Longkutoy, M.Th., menitip pesan melalui ketua BMCE kepada PELJUP untuk kiranya kerja dengan Profesional, Beretika dan menyajikan Berita Berimbang.

Menurutnya, dalam masyarakat modern, media massa mempunyai peran yang signifikan sebagai bagian dari kehidupan  manusia sehari-hari. 

“Hampir pada setiap aspek kegiatan manusia, baik yang dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama. Pers melalui karya-karya jurnalistik yang disajikannya mempunyai fungsi dan peranan yang besar dalam menciptakan suatu sikap pembaharuan dalam perilaku dan tatanan sosial serta sikap budaya masyarakat, khususnya dalam memperbaharui pola pikir (mind set)”, ungkap Ketua STT Hasta Marturia.

Mari menginspirasi kepada Yesus yang memiliki sebuah pola pewartaan yang sangat sederhana tetapi mampu menggugah para pendengarNya. Ia berjalan dari satu tempat ke tempat lain, bercerita dan bernubuat. Yesus tidak berbicara dari tempat yang jauh dari pendengarNya, Ia hadir dan berbicara secara personal, demikian dukungan Gembala GPdI Parakletos Tateli Minahasa untuk kehadiran Tabloid Pantekosta sebagai produk jurnalis KP PELJUP yang diharapkan segera memasyarakat.

Suasana Rakernas PELJUP GPdI

Selanjutnya rapat dipimpin oleh Ketua BMCE Pdt. Hengky Tohea, M.Th., yang melandasi dengan ayat Alkitab Filipi 2 : 1-11.

Harus diakui bahwa salah satu pelayanan yang efektif di akhir zaman ini, yaitu perihal penerbitan media cetak dan kegiatan injili melalui media elektronik. Produksi literetur dan produksi elektronik yang berupa kotbah, lagu rohani, siaran rohani harus ditingkatkan kualitasnya. Dari dua pencapaian tersebut maka asaz efektif dan kulitas menjadi patokan utama yang harus tertuang dalam garis besar program kerja BMCE yang akan dilaksanakan dengan skala prioritas baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Jurnalistik menjadi salah satu  tugas pokok Gereja yang terus digalakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan umat akan informas. Menghadapi itu semua signifikasi pengembangan kemampuan komunikasi intrapersonal, menjadi bagian tak terpisahkan dari hakekat diri manusia sebagai mahluk sosial.

Rapat ini berlangsung dengan alot tatkala membahas Tabloid Pantekosta namun penuh kekeluargaan sehingga suasana sangat cair tercipta di antara MANJUR (teman jurnalistik), begitu panggilan akrab para anggota KP PELJUP. (SHS)