Penguatan Karakter Jadi Focus Program Kerja KD Remaja GPdI Sulut

Pembukaan acara, tampak Pemerintah Kota Manado, Majelis Daerah dan Pimpinan KD Remaja GPdI Sulut

MANADO, WARTANASRANI.COM – Diawali dengan Ibadah Pembukaan, Komisi Daerah (KD) Remaja GPdI Sulut, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Golden Lake, Teling Manado, rabu (1/11/2017).

( Dari kiri ke kanan) Khadim Ibadah Pembukaan, Pdt. Rein Wotulo, M.Th | MD GPdI Sulut, Pdt. Lexi Karundeng, M.Th | Khadim Ibadah Penutupan, Pdt. John Awuy

Bertindak sebagai khadim, Pdt. Rein Wotulo, MTh., Wakil Sekretaris Majelis Daerah. Mengambil nats pokok, Mazmur 8:4-6, Gembala GPdI Elohim Paniki Atas ini mengingatkan peserta Rakerda untuk memahami perannya sebagai ciptaan terpenting yang bertujuan untuk memuliakan Allah.

“Manusia adalah ciptaan yang terpenting bagi Tuhan. Buktinya saat malaikat jatuh Allah tidak berinisiatif menebusnya sebaliknya saat manusia jatuh Allah bertindak menebus dengan mengarunikan anakNya yang tunggal Yesus Kristus menjadi korban pendamaian. Komisi Daerah Remaja... engkau adalah ciptaan terpenting untuk kemuliaan Alllah!! Tegasnya.

Lanjut, diterangkannya bahkan menurut ayat 6, manusia diciptakan hampir sama dengan Allah yaitu; memahkotai dengan Kemuliaan dan Hormat.

“Kemuliaan yang dimaksud ialah talenta/bobot/kualitas. Tujuan pemberian kemuliaan ini supaya dapat melayani secara efektif yaitu berdaya guna, berhasil guna dan berdampak guna,” ungkap suami dari Pdm. Debby Runtuwene.

Para Ketua Komisi Daerah Rayon Kabupaten/Kota

Setelah Ibadah, Laporan pelaksanaan kegiatan oleh Ketua Panitia Rakerda, Pdt. Marthin Makadada S.Pd.K., M.Th., di dampingi oleh Sekretaris, Pdt. Steven Kawatu, S.Th.

Sementara itu, Pdt. Lexi Karundeng, M.Th., Biro Pembinaan Warga Jemaat GPdI Sulut yang juga Gembala GPdI Jehoshua Tondano, tampil sebagai yang pertama dalam acara sambutan-sambutan.

Disampaikannya bahwa dalam menyusun program kerja lima tahunan, kiranya KD Remaja memperhatikan empat hal penting: Pertama, Spiritual yaitu remaja harus berpusat pada Kristus. Kedua, Intelektual yaitu remaja didorong untuk sekolah supaya mumpuni dalam ilmu pengetahuan. Ketiga, Emosional yaitu pembentukan karakter remaja sehingga dapat berinteraksi dengan teman-teman dan masyarakat luas dengan membawa pesan kasih Kristus. Keempat, Fisik yaitu mendidik remaja untuk berpola hidup sehat, tidak menjadi korban miras dan narkoba.

“Selamat menyusun program kerja, diharapkan benar-benar menyentuh remaja masa kini untuk menjadikan mereka (remaja GPdI Sulut) jemaat dan pemimpin gereja dan bangsa masa depan,” pungkas ayah dari Levi Karundeng, anggota KD Remaja GPdI Sulut.

Sambutan kedua diberikan kepada Bapak Frans Mawitjere, SH., Asisten 3 bidang Administrasi Umum Sekdakot Manado yang hadir bersama Camat Wanea dan Lurah Tingkulu. Sebagai bagian dari masyarakat, Mawitjere mengingatkan agar dalam penyusunan program kerja KD Remaja agar dikaitkan dengan penguatan pendidikan karakter sehingga remaja tidak saja menjadi pelopor kebangkitan iman Kristen tetapi juga pendukung aktif pembangunan bangsa.

“Penyusunan program kerja KD Remaja kiranya membangun karakter remaja sebagai pelopor kebangkitan iman kristen dan pendukung aktif pembangun bangsa. Remaja harus memiliki integritas di jaman yang kompetitif. Remaja dalam konteks gereja dan masyarakat berada di posisi sangat sentral karena berada masa usia harapan hidup yang masih panjang,” jelas Mantan Kadis Sosial ini meyakinkan.

Atas nama Walikota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Manado Mor Bastian mengucapkan selamat menyusun program kerja dan selamat melayani untuk Komisi Daerah dan Rayon Kabupaten/Kota Remaja GPdI Sulut.

(Dari kiri ke kanan) Ketua KD Pelaht, Ketua KD Remaja, Skretaris KD Remaja dan Ketua Panitia Rakerda KD Remaja GPdI Sulut

Untuk penyampaian Visi, Misi, Fokus dan Nilai oleh Komisi Daerah dengan lugas disampaikan oleh Pdt. Argemiro Manimpurung, S.Th, MA (Ketua) dan Pdt. Oral Robert Wenas, S.Th (Sekretaris)

Berikut Visi, Misi, Fokus dan Nilai KD Remaja: Visi: Serupa Kristus. Misi: Membawa remaja GPdI berpusat pada Kristus, Melatih dan mengajar Remaja GPdI menghidupi Gaya Hidup Kristus, dan Multiplikasi Remaja murid Kristus. Fokus Remaja Tahun 2018: Arise (bangkit), shine (bersinar), shining (memyinari). Nilai-nilai: Setia, Rendah hati, Integritas, Kesatuan, Cerdas, Tangguh dan Kasih.

Acara ini berlangsung sangat dinamis ditandai dengan keseriusan peserta rakerda mengikuti acara tapi juga cair dengan warna canda riang dan penuh dengan tanggapan dan usul-usul yang kostruktif, antara lain diungkapkan oleh Pengurus Komisi Daerah Remaja Rayon Minahasa yang tampil dengan seragam yang elegan.

KD Remaja Rayon Minahasa

KD Rayon Minahasa (dari kiri) Pdt. Semuel H.S (Ketua), Pdm. Jimry T (Bendahara), Pdt. Steven L. (Skretaris)

Suksesnya Acara Rakerda KD Remaja ini melahirkan harapan optimis dari peserta yang hadir. Pdt. Semuel H. Sajanga, SE,Ak., M.Th, M.Mis., Ketua Komisi Daerah Rayon Minahasa, memberi apresiasi atas acara ini.

“Luar biasa Visi, Misi, Fokus dan Nilai yang dipaparkan oleh Komisi Daerah Remaja GPdI Sulut, karena secara holistik menyentuh remaja masa kini,” terangnya.

“Banyak remaja yang tumbuh menjadi remaja yang sering menyalahkan dirinya. Hal ini disinyalir karena dunia remaja adalah dunia penuh perbandingan. Mereka akan selalu membadingkan diri mereka dengan teman-temannya baik dari segi fisik, keahlian bermusik, keahlian berolahraga, kepandaian di matematetika, dan hal-hal lainnya. Saatnya remaja didukung menjadi remaja yang mampu menghargai diri sendiri dan mencapai kemandirian,” tambah Gembala GPdI Karmel Karumenga Langowan ini

Ada juga Pdt. Steven Longkutoy, SE, M.Th, Sekretaris Komisi Daerah Rayon Minahasa, menyatakan soal perilaku remaja saat ini yang cenderung mendekati perilaku negatif sehingga membutuhkan solusi yang tepat yaitu kekuatan iman pada seorang remaja.

“Perilaku remaja masa kini semakin bertolak belakang dengan norma yang berlaku di Indonesia. Hal ini mungkin karena semakin berkembangnya era globalisasi gaya hidup dan perilaku remaja saat ini, di dalam sebuah pergaulan remaja indonesia sudah tercampur dengan gaya pergaulan dari luar. Solusi yang dapat ditawarkan pada pergaulan seperti ini, bisa dihindari jika individu tersebut memiliki kekuatan iman yang ada pada dirinya, agar tidak menyalah gunakan pergaulan yang sekarang yang sedang merajalela di kalangan remaja,” ungkap Gembala GPdI Anugerah Kiawa memberi solusi cerdas.

Tak ketinggalan Pdm. Jimry Tamburian, SE, S.Th., Bendahara Komisi Daerah Rayon Minahasa menyatakan bahwa Komisi Daerah Remaja adalah bagian integral GPdI Sulut untuk kemajuan GPdI. Menurutnya, Remaja GPdI Sulut dipersiapkan, dibentuk dan dilepaskan dengan harapan kelak dikemudian hari akan sangat berguna dalam berbangsa, bermasyarakat dan berjemaat.

Sementara Pdt. Samuel H Limpulus, S.Pd.K., dari GPdI Genesaret Ranotanaweru menuturkan pentingnya acara Rakerda KD Remaja.

“Acara ini sangat positif untuk kemajuan suatu organisasi, harus ada dan dijalankan program kerja. Rakerda perdana jadi salah satu instrumen yang melahirkan god idea tuk menjadi sistem/cara yang baik demi suksesnya program organisasi gereja khususnya dipelayanan remaja GPdI Sulut,” ungkap Anggota KD Remaja GPdI Sulut dan Ketua Dewan Pembina GROW Ministry, youth ministry Sulut.

Di akhir Rakerda hadir tokoh muda masa depan GPdI Sulut Pdt. John Awuy sebagai Wakil Ketua I MD GPdI Sulut memimpin ibadah penutupan yang diikuti dengan Perjamuan Tuhan.

Ditegaskannya bahwa Remaja butuh perhatian khusus karena remaja didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.

Mengambil nats pembacaan pokok Firman Allah 2 Korintus 5:15 Gembala GPdI Sumalangka Tondano ini mengungkapkan bahwa nilai kematian Tuhan Yesus adalah untuk membangun komitmen, yaitu kematiaNya membuat umatNya hidup pada rencanaNya yaitu keselamatan. Inilah yang menjadi motivasi yang kuat bagi Komisi Daerah Remaja yaitu hidup bagi Kriatis dengan merealisasikan program-program pelayanan yang akan bermuara pada keselamatn remaja masa kini. (SHS)