PP DPA GBI Keluarkan Pernyataan Sikap Mengecam dan Menentang Aksi Kekerasan dan Teror

Jajaran Pengurus Pusat DPA GBI (minus Ketua Umum) berfoto bersama setelah Konferensi Pers

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Graha Bethel, Jl. Jend. A. Yani Kav 65, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, hari ini, Selasa, 15 Mei 2018, Pengurus Pusat Departemen Pemuda dan Anak (DPA) Gereja Bethel Indonesia, menggelar Konferensi Pers berisi Pernyataan Sikap terhadap aksi teroris yang terjadi pada tanggal 13-14 Mei 2018 di Surabaya.

Sekertaris PP DPA GBI, Pdt. Yusuf Suranta Purba, S.Th saat menjawab pertanyaan awak media

Pernyataan sikap sebagai wujud keprihatinan generasi muda Bangsa Indonesia yang cinta akan Bangsa dan Negara, yang cinta akan perdamaian dan kedamaian sesama anak bangsa, dan yang ditandatangani Ketua PP DPA GBI, Pdt. Joel Manalu, M.Th., juga Sekertaris PP DPA GBI, Pdt. Yusuf Suranta Purba, S.Th., berisi enam poin penting.

Pada poin pertama, dengan tegas PP DPA GBI menyatakan penolakannya bila aksi teroris dikaitkan dengan Agama. (PP DPA GBI menyatakan bahwa teroris tidak ada hubungannya dengan Agama)

Poin kedua, PP DPA GBI, mengecam dan menentang aksi kekerasan dan aksi teror yang dilakukan oleh kelompok orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa  yang terjadi di Negeri ini khususnya yang terjadi kemarin di SURABAYA terhadap beberapa Rumah Ibadah (gereja) yang ada disana dan hari ini di Mapolrestabes SURABAYA.

Poin ketiga, PP DPA GBI, meminta pemerintah meningkatkan kinerja Kemenham, aparat keamanan TNI, POLRI, BNPT dan elemen terkait dalam penaggulangan aksi-aksi kekerasan dan Teroris di Indonesia.

Poin keempat, PP DPA GBI,  mendukung Pemerintah, TNI dan Polri untuk segera  mengusut  dan memberantas dengan tuntas jaringan pelaku aksi teror  dan memberlakukan hukum yang seadil-adilnya demi terciptanya persatuan dan kesatuan dan rasa keadilan bagi tiap anak bangsa.

Poin kelima, PP DPA GBI, menyatakan duka yang mendalam untuk semua  korban dari aksi teror yang terjadi pada beberapa gereja di Surabaya, Tuhan kiranya memberi kekuatan buat semua keluarga yang ditinggalkan.

Poin keenam, terakhir, PP DPA GBI, mengajak semua organisasi kepemudaan yang ada untuk menjaga  kerukunan umat beragama dan bersama-sama menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

Pada bagian penutup, terselip doa dan harapan PP DPA GBI, kiranya Tuhan yang maha Kuasa memampukan warga bangsa untuk tetap menjaga Kerukunan Hidup antar umat beragama dalam berbagai perbedaan yang ada dan tetap saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain dalam bingkai NKRI.

“Demikian pernyataan Sikap Resmi kami mewakili semua generasi muda Gereja Bethel Indonesia yang ada diseluruh negeri tercinta Indonesia dari tingkat Provinsi, Kota dan Kabupaten,” pungkas Pdt. Yusuf Suranta Purba, menutup pembacaan pernyataan sikap PP DPA GBI.

Tak ketinggalan, hashtag #KamiTidakTakut,  #DPAadalahKITA dan #GenerasiDahsyat, menjadi warna  pernyataan sikap PP DPA GBI sebagai bentuk perlawanan terhadap terorisme.

Selain pembacaan pernyataan sikap, sesi tanya jawabpun, mewarnai konferensi pers yang dipandu oleh Pdt. Prambudi dan dihadiri jajaran pengurus lengkap PP DPA GBI, minus Ketua Umum, Pdt. Joel Manalu yang sedang berada di Nias untuk tugas pelayanan. Hadir mendampingi Sekertaris PP DPA GBI, Pdt. Goring Abast (Biro Dewasa Muda), Pdt. Selnop Padang (Biro Government), Pdt. Tonny Tanuwijaya (Wakil Ketua II), PDt. Andreas Tuhanay (Biro Networking), Pdt. Ricky Rido Sinaga (Wakil Ketua III), dan Pdt. Risdianto (Biro Litbang).