Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR: Dari Teknisi Elektronik, Kini Menjadi Profesor Universitas Bakrie

Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR

PELANGIINDONESIA.ID – Berawal dari kecintaannya pada pelajaran elektronika sejak SMP, membawa pria berdarah Batak Simalungun kelahiran Bandung tahun 1967 menjadi seorang pengajar dan praktisi dalam bidang teknologi bahkan guru besar di Universitas Bakrie. Sikapnya yang ramah dan murah senyum, merupakan cerminan sosok Prof. Dr. Hoga Saragih, ST., MT., IPM., CIRR. Prof Hoga, begitu ia disapa merupakan lulusan Lemhanas PPSA 22 tahun 2019.

“Saya dahulu Ketika SMP sudah suka pelajaran elektronika dan suka praktek elektronik dan membuat alalt-alat elektronik ini mengikuti kursus kursus Elektronika Dasar, Kursus Radio, Kursus TV, Perbaikan Televisi yang akhirnya saya menjadi Teknisi,” cerita Prof Hoga.

“Saya seorang Teknisi Elektronik dulu. Saya buka toko service elektronik, namanya ‘Mitra Elektronik Service’, saya sebagai tekniksi melayani  perbaikan Televisi, Radio, Kamera, Video, Komputer, kipas angin, strika, remote control, dan juga alat-alat listrik elekronika lainnya saya perbaiki, bahkan ac dan kulkas. Jadi, saya ini tukang service elektronik menjadi seorang Guru Besar, perjalanan hidup saya ini tukang teknisi pesawat televisi menjadi seorang Profesor,” cerita Prof Hoga menegaskan perjuangannya dari seorang tukang service yang kini menyandang guru besar.

Prof. Hoga Saragih saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Universitas yang diselenggarakan oleh Mahendradatta dan Pewarna Indonesia

Kecintaannya pada Pendidikan ditegaskan Prof Hoga. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk dunia Pendidikan menjadi komitmen besarnya, khususnya melalui didikannya dapat menghasilkan Professor baru, Doktor baru, Magister baru dan Sarjan-sarjana baru.

“Saya Prof. Dr. Hoga Saragih ST, MT., selama saya masih hidup, sepanjang umur saya, saya suka perkerjaan sebagai Dosen. Selama saya hidup, jika TUHAN mengijinkan saya sebagai Dosen ingin berbuat sesuatu dalam menghasilkan: 10 orang Profesor Baru; 100 orang Doktor (S3) Baru; 1000 orang Magister (S2) Baru; dan 10.000 ( S1) orang Sarjana (S1) Baru,” ungkap Ketua Ikatan Cendekiawan Simalungun ini meyakinkan.

Lebih jauh, Dewan Pakar Nasional Cyber Security Defense menyatakan tekadnya sebagai Dosen untuk melakukan bimbingan, pembelajaran, melalui proses penelitian, maupun proses pengapdian pada Masyarakat sampai kepada proses ujian sidang akhir dan mencapai nilai terbaik serta LULUS tepat waktu.

“Saya sebagai Dosen, bisa membawa mereka pada hidup yang lebih bermanfaat bagi  orang banyak dan juga mengupayakan nilai nilai kemanusiaan, mengusahakan kedamaian, membuat kesejahteraan dan memberikan kebahagiaan dalam memanusiakan manusia,” tuturnya.

Prof. Hoga Saragih bersama Sekjen Pewarna Indonesia Ronald Stevly Onibala

Dewan Pakar Jurnal Wicaksana Group dan Dewan Pakar GAKORPAN menyampaikan visi dan misinya untuk menyampaikan kebenaran tentang keilmuan teknologi informasi. Menurut Ilmu manusia adalah ilmu tertinggi dalam semua zaman dan waktu.

“Visi misi yang saya miliki adalah menyampaikan kebenaran tentang keilmuan teknologi informasi. saya selalu menyampaikan bahwa ilmu manusia adalah ilmu tertinggi dalam semua zaman dan waktu dan juga peradaban, zaman dulu zaman sekarang dan zaman yang akan datang, ilmu teknologi dan manusia yang menciptakan teknologi,” terangnya.

“Harus saya sampaikan bahwa banyak hal yang terbalik di lapangan yang terjadi pada manusia. Harusnya manusia yang menciptakan teknologi bisa menguasai dan mengendalaikan teknologi, tetapi yang terjadi adalah alat yang di ciptakan melawan ciptaaannya,” terangnya lagi.

Lebih jauh, Prof Hoga yang juga duduk sebagai litbang Pengurus Pusat Pewarna Indonesia menyampaikan jangan sampai teknologi membunuh hidup dan kehidupan manusia, jangan sampai teknologi membunuh waktu manusia, jangan sampai teknologi membunuh kehidupan social manusia, jangan sampai dengan keberadaan teknologi membunuh nilai-nilai kemanusiaan.

Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR

“Harusnya teknologi diciptakan untuk menolong manusia, harusnya teknologi di ciptakan untuk bermanfaat bagi manusia, ini yang harus mansusia sadari sebagai pencipta teknologi, bahwa manusia menciptakan teknologi bahwa jangan sampai manusia menjadi budak dari teknologi, jangan samapai manusia terbelenggu oleh teknologi manusia bisa merasakan dampak teknologi ada dampak positif dan dampak negative,” pungkasnya.

Dewan Pakar Garda Juang Indonesia dan DEWAN PENASEHAT BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI PBP DPN PERKASA merasa senang dan bahagia bahkan bersyukur bisa di berikan Tuhan kekuatan kemampuan untuk membagikan ilmu yang bisa diajarkan, serta memberikan kejelasan dan penerangan untuk orang banyak.

“Memang saya sadari ilmu teknologi di bukakan Tuhan semua ilmu untuk saya, karena saya minta sama Tuhan untuk memberikan saya pengertian hikmat dan kebijaksanaan tentang teknologi ini, saya bisa menyampaikannnya secara jelas dan bisa di mengerti pemahaman ilmu saya yang bisa saya sampaikan. Saya selalu saat teduh merenung dan bertanya pada Tuhan supaya saya diberikan penjelasan untuk mengerti ilmu Teknologi  ini untuk disampaikan kepada orang banyak sehingga bermanfaat dan berguna bagi banyak orang,” ujarnya.

“Saya ini manusia biasa, saya sama dengan manusia lainnya, saya melakukan pekerjaan dengan waktu jam kerja. Sisa jam kerja, saya bagi waktu untuk keluarga, saya  dalam membagi waktu saya menggunakan teknologi dalam jadwal kelender, schedule, jadi saya melakukan juga membagi waktu untuk Planning Organisasi Actuating Monitoring. Jadi kalau ada waktu saya jelaskan juga bagaimana cara kerja optimal kerja saya dengan mengunakan pola Alam, intinya saya selalu bekerja dengan cara menyiapkan wadahnya kemudian sudah ada wadahnya saya isi dengan kontennya,” ujarnya lagi.

Berikut beberapa jabatan  dan kegiatan dan penghargaan Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT, IPM, CIRR: Guru Besar Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Bakrie; Ketua Ikatan Cendekiawan Simalungun; Dewan Pakar Nasional Cyber Security Defense; Dewan Pakar Jurnal Wicaksana Group; Dewan Pakar GAKORPAN; Dewan Pakar Garda Juang Indonesia; DEWAN PENASEHAT BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI PBP DPN PERKASA; Dewan Pembina PASTIKINDO; Dewan Litbang PEWARNA; Dewan BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI PERGUBI; Konsultan IT  PT TIMAH Tbk; Konsultan Ditkamsel Porlantas POLRI; Pembicara Narasumber KOMINFO; Pembicara Narasumber BSSN; Alumni LEMHANNAS PPSA 22; Ketua bidang kerjasama IKAL Strategic Center; Penghargaan Tokoh Kemanusiaan anugerah Singaraja Sakti Award 2020; Penghargaan Narwatsu Tokoh Kerukunan Nasional 2021 Majalah Narwastu; Nara sumber Majalah Gaharu; Acara Kick Andy "Bukan Warisan Harta".