Rapat Koordinasi Nasional Komisi Pusat Pelayanan Penginjilan Pantekosta KP4 Periode 2017-2022

Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional KP4 GPdI

BOGOR, WARTANASRANI.COM – Komisi Pusat Pelayanan Penginjilan Pantekosta (KP4) yang berada dibawah binaan Departemen Penginjilan MP, harus bekerja secara maksimal dengan sasaran utama memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus.  KP4 juga dalam melaksanakan program kerja penginjilan, harus bermitra dengan badan Misi & Perintisan juga Yayasan-yayasan pelayanan lainnya. Hal ini disampaikan Ketum MP GPdI, Pdt. Dr. John Weol, M.Min, M.Div., MM., M.Th., saat membuka Rakornas KP4 di Pondok Remaja PGI, Cisarua Puncak Bogor, Jawa Barat, rabu (11/10/2017).

Ketum MP GPdI, Pdt. Dr. John Weol sedang memberi sambutan sekaligus membuka Rakornas KP4 GPdI 2017

“Yesus dalam pelayanan singkatnya di muka bumi memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa diri-Nya datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:10). Panggilan Kristus ini adalah panggilan untuk menjadi saksi. Dan ini adalah panggilan kita sebagai pengikut Kristus untuk menjangkau orang -orang yang hilang dan berusaha membawa mereka kepada Juruselamat,” ungkap suami dari Pdt. Rina Weol, S.Th, MA., dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketum MP GPdI juga menyarankan KP4 dibawah pimpinan Pdt. Ignatius Yeremia (Ketua), Pdt. Yarry Lumangkun (Sekretaris), Pdt. Herry Moningkey (Bendahara), dibawah binaaan Departemen Penginjilan MP (Pdt. Ferry mamangkey dan Pdt Eddy Pongoh), dapat memaksimalkan 6 Zona yang ada; Sumatera, Jawa, Bali/NTT/NTB, Kalimantan dan Maluku/Papua.

Sementara itu, Pdt. Ferry Mamangkey, M.Th., dalam khotbahnya yang mengambil nats pokok Matius 28:18-20, mengingatkan peserta Rakornas tentang pentingnya kuasa dalam penginjilan. Menurutnya penginjilan akan  efektif bila seorang Penginjil memiliki kuasa.

“Sebelum menginjil, Penginjil  wajib miliki kuasa! Penginjilan Tuhan Yesus dan para Rasul sangat efektif, karena disertai dengan mujizat dan tanda-tanda. Orang yang paling menentang pun akan percaya, jika melihat dan mengalami mujizat Tuhan,” tegas Pdt. Ferry Mamangkey.

“Tujuan akhir penginjilan adalah mempertemukan manusia dengan Tuhan Yesus dan mengalami pembaharuan didalam-Nya. lnilah panggilan terbesar kita sebagai orang percaya, menjadi saksi Kristus yang penuh kuasa,” tambahnya.

Serba-serbi Rakornas KP4 GPdI di Pondok Pemuda PGI Cisarua Bogor

Satu visi untuk sebuah misi mulia sesuai Amanat Agung Tuhan Yesus, tergambar  saat  para penginjil GPdI ini memberi pandangan tentang misi, berbagi pengalaman dan kesaksian dalam Rakornas yang berlangsung cair dan penuh keakraban.

Anggota KP4 zone Sulawesi, Pdt. Dr. Richard Lapian, penceramah dan penginjil interdenominasi nasional,  selain mendukung pernyataan Ketum saat sambutan pembukaan rakornas, juga menyampaikan inti dari sebuah misi yaitu penginjilan dan pelayanan.

“Ada tiga pandangan umum tentang misi. Pandangan tradisional, melihat misi identik (dan terbatas pada) penginjilan. Pandangan liberal, melihat misi sebagai pelayanan sosial dan menganggap memberitakan Injil tidak lebih penting daripada pelayanan sosial. Pandangan Holistik, melihat bahwa misi Alkitabiah mencakup penginjilan dan pelayanan, tetapi penginjilan tetap menjadi inti misi. Murid-murid diutus untuk melakukan misi sama seperti yang telah dilakukan Yesus, sedangkan dalam pelayanan Yesus, Ia tidak hanya memberitakan Injil tetapi juga memperhatikan masalah sosial (Lukas 4:18-19),” ujar Pdt. Richard Lapian.

Ada juga anggota KP4 zone Sulawesi yang lain, Pdt. Michael Wahido, MTh., Ketua KDP3 Rayon Minahasa II, menyampaikan soal tugas seorang penginjil yaitu menyebarkan kabar baik bahwa Yesus Kristus telah mati bagi dosa-dosa kita dan telah dibangkitkan dari antara orang mati sesuai dengan Kitab Suci, dan sebagai Tuhan yang bertakhta, Kristus kini menawarkan pengampunan dosa dan Roh yang memerdekakan bagi semua yang bertobat dan percaya.

Banyak harapan disampaikan para peserta dengan pelaksanaan Rakornas KP4 2017 yang berlangsung penuh keakraban ini. Salah satunya, Pdt. Reky M. Onibala, S.Th yang menjadi utusan dari Sulawesi Barat, merasa terberkati lewat Rakornas ini. "Rakornas ini sungguh sangat memberkati kami. Rakornas ini menambah api semangat misi untuk mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi kemuliaan Tuhan Yesus," ujarnya

"Semoga melalui Rakornas KP4 ini, semua daerah dapat mendengar berita tentang Yesus Kristus," tambah Penginjil jebolan Sekolah Alkitab Malino ini.

Menurut gembala GPdI Belang-Belang, Mamuju Sulbar ini, selain dirinya, hadir juga Pdt. Gusti Suarnata, Pdt. Marlan Maaluas, Pdt. Ricahard Tumewu dan Pdt. Edison Bombong, sebagai utusan Sulawesi barat.

Acara Rakornas yang mengambil tema, “Menjadi Pemberita Injil yang Mewartakan Kasih Allah dan Kuasa-Nya dalam Misi Kerajaan Allah”, dan berlangsung selama tiga hari (10-12 Oktober 2017) serta dihadiri 160 anggota KP4 dari 250 anggota, didukung oleh Komisi Pelayanan Jurnalistik Pantekosta (PELJUP) sebagai bukti sinergitas Komisi Pelayanan Pusat GPdI. (SHS)