Saatnya PELAHT Bangkit dan Menjadi Roda Penggerak Utama GPdI

Pelantikan KD PELAHT Rayon Minahasa, Sulut

SONDER MINAHASA, WARTANASRANI.COM – Maju mundurnya GPdI ditentukan oleh PELAHT merupakan sepenggal sambutan Ketua KD PELAHT Sulut pada pelantikan KD PELAHT Rayon minahasa, di GPdI Anugerah Talikuran Sonder, penggembalaan Pdt. Landi Rompis Saerang, jumat (20/10/2017).

Foto Bersama Unsur Pimpinan KD PELAHT Sulut dan KD PELAHT Rayon Minahasa

Menurut Pdt. Lodewik Waworuntu STh, pernyataannya yang diresponi gemuruh hadirin ini, tidak lepas dari apa yang terjadi dalam pelayanan di GPdI, dimana gembala sidang sebagai Ketua Jemaat akan diregenerasi kepada anak-anaknya sebagaimana Lewi di Perjanjian Lama.

“Jadi tanpa mengecilkan komisi pelayanan lainnya maka sudah saatnya PELAHT bangkit dan menjadi roda penggerak utama GPdI,” pungkas suami dari Pdm. Susana Kamagi, penuh enerjik.

Selain mengapresiasi kesediaan pengurus yang dilantik, Gembala GPdI Victory Girian ini juga kembali menegaskan soal keberadaan PELAHT yang menjadi ujung tombak dalam pelayanan di GPdI.

“Saya mengapresiasi kesediaan pengurus baru, karena sesungguhnya ujung tombak keberhasilan pelayanan ini ada di rayon/kabupaten. Selamat bekerja!,” tegasnya meyakinkan.

khadim, Pdt. Drs. Juzak Lagarense, M.Th.

Sementara itu, Pdt. Drs. Juzak Lagarense, M.Th., yang menjadi khadim dalam Ibadah Pelantikan ini menyoroti peran PELAHT sebagai pemegang tongkat estafet pelayanan.

“PELAHT adalah pemegang tongkat estafet pelayanan kedepan. Masa depan GPdI ada di tangan PELAHT. Maka PELAHT akan menemui satu titik perubahan yaitu pergantian pelayanan,” pungkas Lagarense.

Selain itu, bertolak dari Nats Pokok, Kolose 3:23-24, Lagarense juga menyatakan peran PELAHT sebagai agen perubahan dan perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri.

“Berdasarkan bacaan Firman Allah,  maka perubahan yang dimulai dari diri sendiri harus ke arah; Pertama, Kedisiplinan yaitu tunduk pada otoritas, taat dan setia. Kedua, Ketulusan yaitu bekerja sungguh2, segenap hati dan tidak mengeluh. Ketiga, Kegigihan, yaitu melakukan seperti kepada Tuhan bukan kepada manusia karena dari Tuhan balasan berkat berlipat ganda,” kupasnya.

Saat pelantikan, terlihat Ketua KD PELAHT Sulut, Pdt. Lodewik Woworuntu STh., didampingi oleh Mantan Ketua Forum Kominikasi Anak Hamba Tuhan (FKAHT) yang menjadi cikal bakal PELAHT, Pdt. John Saerang (Gembala GPdI Yarden Sonder) dan seluruh KD PELAHT Sulut yang hadir.

Suasana Ibadah Pelantikan KD PELAHT Rayon minahasa, di GPdI Anugerah Talikuran Sonder, penggembalaan Pdt. Landi Rompis Saerang, jumat (20/10/2017).

Adapun unsur pimpinan KD PELAHT Sulut; Ketua: Pdt. Lodewik Woworuntu STh., Sekertaris: Pdt. Denny Momongan STh., MA., dan Bendahara: Pdm Debora Sumolang Awuy.

Sementara KD PELAHT Rayon Minahasa yang dilantik; Ketua: Pdm. Debby Rompis Saerang, sekretaris: Pdt. Denny Senduk, STh., dan Bendahara: Pdm. Evelin Manembu Tambahani, dilengkapi dengan wakil-wakil dan bidang-bidang.

Setelah dilantik, dalam sambutannya, ketua KD PELAHT Rayon Minahasa, Pdm. Debby Rompis Saerang, menegaskan soal tanggung jawab yang berat sebagai Ketua PELAHT namun disadarinya bahwa hidup sebagai anak gembala telah membawa dirinya untuk dinatsarkan melayani Tuhan dengan maksimal.

“Tanggung jawab ini sebenarnya berat buat saya sebagai seorang wanita, tetapi menyadari hidup ini dari ayapan Tuhan sejak kecil sebagai anak Gembala, maka hidup ini dinatsarkan akan dimaksimalkan melayani Tuhan dengan sukacita,” ungkap istri dari Pdt. Landi Rompis, Gembala GPdI Anugerah Talikuran Sonder, yang menjadi tuan rumah pelantikan KD PELAHT Rayon Minahasa ini.

“Justru sebagai Ibu saya akan merangkul dan menyayangi anak hamba Tuhan lainnya, sesuai tema KP PELAHT GPdI,” tambah ibu yang memang biasa disapa 'bunda' ini.

Ketua KD PELAHT Rayon Minahasa Pdm. Debby Rompis Saerang dan suami  (gambar kiri) | insert serba-serbi Pelantikan PELAHT Rayon Minahasa

Berikut Harapan yang muncul dari mereka yang mendukung Pelayanan Anak Hamba Tuhan ini.

Pdt. Refny Lumingkewas, Gembala GPdI Kembes, menyambut sambutan Ketua PELAHT Sulut dengan menyatakan bahwa pelayanan dilingkup PELAHT harus dilaksanakan dengan 'fulltime' dan 'fullheart'.

Ada juga Anak-anak hamba Tuhan seringkali dituntut untuk menjadi teladan. Ini menjadi beban yang amat berat bagi mereka. Oleh sebab itu anak-anak hamba Tuhan harus ditolong dengan melibatkan dan melatih mereka dalam pelayanan sesuai dengan talenta yang mereka miliki, demikian ungkapan pengalaman dan harapan dari salah seorang KD PELAHT Sulut, Pdt. Imelda Makahinda STh.

Wakil Bendahara, Pdm. Carol Sumampouw, S.Pd., S.Th: Pelaht diuntungkan dengan memiliki modal keluarga hamba Tuhan, sebab faktor keluarga sangat penting dalam menjalankan amanat yang Tuhan berikan kepada kita. Keluarga bisa membuat seorang hamba Tuhan semakin berhasil dalam pelayanan; atau sebaliknya, semakin terpuruk dalam pelayanan.

Acara ini dihadiri dan diliput oleh KP PELJUP di sulut yang notabene adalah anak-anak hamba Tuhan; Pdt. Fani Potabuga, Pdt. Karno Manembu, Pdt. Sukarno Landeng dan Pdt. Semuel H. Sajanga. (SHS)