SEKUM PGI: SABAM SIRAIT SEORANG POLITISI SENIOR YANG KONSISTEN MEMPERJUANGKAN DEMOKRASI

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Tampil sebagai pembicara terakhir, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty menegaskan Sabam Sirait sebagai tokoh yang fenomenal. Tak ragu, Sekum PGI menyatakan bahwa percakapan tentang Pak Sabam tidak akan habis-habisnya.

“Kami di PGI sudah membicarakan tokoh ini. Menarik, ia seolah sumur yang ditimba yang tidak habis-habis,” terangnya dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) di Gedung Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Kamis (28/42022).

Secara gamblang, Jacky memaparkan tiga poin terkait ketokohan Sabam Sirait. Menurutnya, pertama, Sabam memberi arah dalam pergulatan nasionalisme dan memiliki jelajah pemikiran luar baisa.

“Pertama, Sabam Sirait memberi arah dalam pergulatan nasionalisme. Jelajah pemikirannya sangat luar biasa. Belajar dari TB Simatupang, Amir Syarufuddin, JJ Russo. Dia sosok ideologis, melintasi banyak batas selama 60 tahun berkiprah. Seorang politisi senior yang konsisten memperjuangkan demokrasi,” ujarnya.

Selanjutnya, Sabam merupakan sosok yang memiliki hubungan lintas batas dan komunikasi yang luar biasa yang tidak tersekat oleh batas agama dan etnis.

“Kedua, sosoknya berhubungan secara lintas batas. Kemampuan komunikasi yang luar biasa. Tidak terbatas oleh sekat agama dan etnis. Pak Sabam menembusi sekat-sekat perbedaan dan ini menjadi catatan mahal karena sekarang ada politisasi agama dan politik identitas, kadang mendorong kekristenan membangun pertahanan sendiri,” ungkapnya.

“Tanpa disadari itu justru menutup ruang. Titik temu sebagai seorang nasionalis, Sabam Sirait meletakkan dasar itu. Persahabatan lintas batas kelompok,” ungkapnya lagi singkat.

Pada bagian ketiga, Jacky menyatakan tentang sosok Sabam Sirait sebagai tokoh yang memberikan arah kosmopolitan serta tokoh yang menjadi level mancanegara.

“Berikutnya, ketiga, Ia tokoh yang memberikan arah kosmopolitan. Dia tokoh menjadi level mancanegara. Sangat mendukung Palestina, menolak berkunjung ke Israel. Juga, terang-terangan membela perjuangan Irak atas invansi Amerika,” terangnya.

“Sabam Sirait berpolitik dengan bersahaja, mengusahakan untuk kemaslahatan semua orang. Kami (PGI) sangat layak memperjuangkannya, kita membutuhkan kepahlawanan wajib diperjuangkan,” pungkasnya.

Selain Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, Diskusi Publik yang mengambil tema: Sabam Sirait Politisi Negarawan di Mata Tokoh Lintas Agama, menghadirkan pemateri Lintas Tokoh Agama, antara lain: Dr. R.E. Nainggolan (Ketua Pengusul Sabam Sirait Pahlawan Nasional), Romo Benny Susetyo (Tokoh Katolik), Mayjen Purn. TNI (Purn) Wisnu  Bawa Tenaya (Ketua Umum Pengurus PHDI), Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Sekretaris Umum PGI),  Banthe Dammasubho Mahatera (Tokoh Budha) dan Ishag Zubaedi Raqib (Ketua LKN Infokom dan Publikasi PB NU).

Sementara itu, tampil sebagai pengantar diskusi, Ketua Panitia Pengusul Sabam Sirait Pahlawan Nasional, Dr. R. E. Nainggolan memaparkan bahwa sejak awal pihaknya lebih dulu mempelajari segala aturan perundangan-undangan terkait syarat pahlawan nasional.

“Setelah mempelajari aturan, maka kami yakin segala kiprah dan pengabdian Sabam Sirait layak menjadi Pahlawan Nasional. Sesuai ketentuan Menteri Sosial maka sudah diselenggarakan Seminar Nasional di Medan dan seminar lokal lainnya di Sumut. Kemudian juga diselenggarakan di Jakarta,” jelas mantan Bupati Tapanuli Utara.