Wisuda STT Makedonia dan Pemberian Gelar Kehormatan Doctor of Honorius Causa

Sekolah Tinggi Teologi Makedonia Jakarta menggelar Acara Wisuda Program Studi Sarjana Teologi, dan Pemberian Gelar Kehormatan Doctor of Honorius Causa, Sabtu (25/11/2017).

JAKARTA, WARTANASRANI.COM - Bertempat di Gedung Gereja Anugerah Bethesda Kelapa Gading Jakarta Utara, Sekolah Tinggi Teologi Makedonia Jakarta menggelar Acara Wisuda Program Studi Sarjana Teologi, dan Pemberian Gelar Kehormatan Doctor of Honorius Causa untuk para Wisudawan yang telah menyelesaikan studinya dan telah memenuhi standar administrasi. Acara wisuda kali ini mengangkat tema "Ut Credo Intelligam" yang artinya "Aku Percaya Karena Itu Aku Mengerti".

Ucapan selamat datang disampaikan oleh Bapak Henrico Koraah, S.Pd.K., M.Th. Doa Pembukaan oleh Pdt. Tommy Lantang, M.Th., M.Pd.K. Ibadah berlangsung secara khidmat sehingga seluruh wisudawan serta para hadirin yang hadir begitu antusias memuji dan memuliakan Tuhan.

Firman Tuhan dilayani oleh Pdt. Dr. Henoch F. Saerang, M.Th., R.E.D., Ph.D dengan nats pembacaaan firman Tuhan dalam kitab Filipi 2:5 "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama,  menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus".

Tema firman Tuhan yang diangkat adalah mengenai bagaimana mengemas cara berpikir yang mungkin didasarkan pada lingkungan, kebiasaan, adat istiadat atau terutama dalam pendidikan, baik pendidikan sekuler dan pendidikan rohani. Mengenai hal tersebut, dia menjelaskan bahwa Paradigma itu ditentukan oleh keputusan kita, bagaimana kita mencoba meletakkan dasar
cara berpikir dan cara bersikap secara benar.

 

"Berbicara mengenai Paradigma ada beberapa pakar yang mencoba membagi dalam tiga bagian yaitu, Paradigma Kaku, Flexibel dan Pioneer. Pada kesempatan ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus, seharusnya kita memiliki paradigma pioneer, jelasnya.

"Saya membaca dalam sebuah artikel, seorang Profesor di bidang Filosofi Harvard University Prof Thomas, ia berkata "Orang yang sedang menjalani paradigma yang baru, pada langkah awal harus selalu menantang bukti-bukti yang memberatkan hasil dari penyelesaian masalah. Mereka harus memiliki iman bahwa, paradigma yang baru akan menjadi sukses saat masalah-masalah besar datang, dan mengetahui bahwa paradigma yang lama telah gagal mengatasi masalah ini." Tentu ini merupakan sebuah keputusan yang hanya bisa diambil bila kita memiliki iman", tambahnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan Sidang Senat Terbuka STT Makedonia oleh Ketua, dilanjutkan dengan laporan akademik oleh
pembantu ketua satu bidang Akademik Dr. Fernando S. Saerang, S.Pd.K.,MA.,M.Th.

 

Baca Juga :

1. Presiden Ingatkan Pentingnya Jaga Keberagaman dalam Bingkai Persatuan

2. Presiden Tegaskan Perpres Penguatan Karakter untuk Hindari Tergerusnya Nilai Agama dan Budaya Bangsa

3. Murfati Lidianto Lie, SE: Demi Keutuhan NKRI, Pancasila Harus Dihayati dan Diamalkan


Orasi Ilmiah sebagai kontribusi pemikiran teologis lembaga STT Makedonia oleh Prof.Dr.Paul D.E Saerang,M.Com.,Ph.D dengan tema Peran Sistem Keyakinan (Belief Systems) Dalam Praktik Berorganisasi Pada Institusi Keagamaan, dengan beberapa kesimpulan menarik yaitu
Pertama, belief system atau sistem kepercayaan merupakan subtansi yang menjadi landasan berpikir dan bertindak bagi setiap pribadi yang menjadi anggota dari setiap institusi keagamaan.

Kedua, belief system atau sistem kepercayaan mengatur semua norma dan prosedur dalam governance dari institusi-institusi keagamaan.

Ketiga, dalam konteks pemisahan antara sakral dan sekuler, berhubung aspek-aspek sakral sangat dominan dalam pengelolaan aktivitas gerejawi, maka aspek-aspek sekuler hanya akan berperan apabila ada keyakinan bahwa hal itu tidak akan mengganggu atau merusak nilai-nilai dari elemen-elemen sakral, lanjutnya.

Keempat, hasil-hasil penelitian ilmiah berhasil membuktikan bahwa belief system ternyata berhasil merubah dan membentuk cara pandang manusia sehingga mau berpikir, bertindak, dan berkomitmen untuk melakukan sesuatu demi nilai-nilai dan keyakinannya, meskipun hal itu kelihatan tidak logis dan bertentangan dengan akal sehat dan kelaziman.

Kelima, semua uraian diatas mengkonfirmasi tema acara wisuda ini bahwa Aku Percaya karena itu aku mengerti, tegasnya yang juga bekerja di International Asesor at ABEST21.

 

Sebelum prosesi pelantikan wisudawan, acara dilanjutkan dengan pemberian gelar kehormatan Doctor Of Honorius Causa dimana para kandidat telah memenuhi syarat untuk diberikannya gelar kehormatan tersebut, yaitu Pdt. DR (HC) Benny Tatimu, M.Min dan Pdt. DR (HC) Ideng R. Nyaring. Dilanjutkan prosesi pelantikan wisudawan yang ditandai dengan pemindahan tali kucir, penyerahan ijazah, pemasangan stola, dan penyerahan patung. Ditahun Dies Natalis V, STT Makedonia Jakarta melaksanakan Wisuda Sarjana Teologi sejumlah 47 wisudawan yang terdiri dari dua penyelenggaraan; pertama di bulan September 2017 dengan jumlah 22 wisudawan, dan untuk saat ini yang diwisuda berjumlah 25 wisudawan.

"Pada kesempatan yang istimewa ini, sebagai pimpinan saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika yang telah bekerja keras sepanjang tahun sehingga kita dapat menghasilkan kembali lulusan pada tahun anugerah Tuhan ini. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada pihak yayasan yang terus mensupport kita bagi pengembangan kampus STT Makedonia, pungkas Ketua STT Makedonia Pdt. Dr. Henoch F. Saerang, M.Th., R.E.D., Ph.D.

"Tak lupa kami berterima kasih kepada orang tua dan wali yang memercayakan pendidikan anaknya kepada institusi kami. Doa kami, semua alumni dapat dipakai Tuhan dengan luar biasa di medan pelayanan yang sudah menanti",  tambahnya.

Sukacita penuh pengharapan juga terlihat di wajah para wisudawan yang telah menyelesaikan studinya.

"Harapannya untuk seluruh lulusan makedonia, setelah dari tempat ini bisa maksimal bekerja diladang Tuhan, ilmu-ilmu yang didapat bisa disalurkan
dan lewat anak-anak didik dari STT Makedonia banyak jiwa-jiwa dimenangkan", kata Grace Glory Muntu, S.Th sebagai seorang wisudawan.

"Saya berharap dengan diwisudanya ini maka para wisudawan semakin kuat didalam menimba ilmu akan terlebih kepada kebenaran firman Tuhan, karena
kebutuhan hari-hari ini adalah kebenaran firman Tuhan, ujar Elisa Daniel Poluakan, S.Th

"Biarlah kebenaran firman Tuhan semakin dibukakan rahasianya dan banyak orang mendengar berita tentang kebenaran itu sendiri,
sehingga STT Makedonia makin jaya, menjadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan", tambahnya yang juga seorang Gembala Sidang GPdI. (AW)