JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pentingnya peran agama sebagai motivator untuk mendinamisir pasar kerja, sesungguhnya sangat bisa. Hal ini diungkap Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM) di Aula Kampus, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K Kelapa Gading, Jakarta Utara, jumat (09/03/2018).

Suasana Kuliah Umum di Aula Kampus STT REM Jakarta, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 4 G-K Kelapa Gading, Jakarta Utara
Menurut Dhakiri, pertumbuhan kapitalisme Eropa yang sangat cepat dari pada kapitalisme dibelahan dunia yang lain, termasuk Asia dan Indonesia, dikarenakan motivasi agama. Mengutip tulisan Max Weber’s, Ia menjelaskan bagaimana pesatnya perkembangan kapitalisme Eropa yang didasari oleh motivasi agama.
“Menurut Weber’s dalam bukunya, The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism, dulu orang Eropa barat, mereka adalah orang-orang yang sangat taat beragama. Mereka penganut agama Kristen Protestan dimana ada nilai, siapa yang bekerja keras, dia akan masuk Surga”, ungkap pria kelahiran Semarang, 6 Juni 1972 ini.
“Makanya orang-orang Eropa itu bekerja keras. Pagi (subuh) udah keluar rumah pergi ke ladang ngurusin gandum, nanti sore pulang. Pagi, keluar rumah lagi, sore pulang. Terus menerus. Kalau ditanya, kenapa kamu bekerja sekeras itu? Jawabannya, karena memburu Surga!”, ungkapnya lagi.
Dhakiri yang pernah dipercaya menjadi Wakil Sekjen DPP PKB untuk kurun waktu 2005 hingga 2010 menegaskan bahwa dari kegigihan orang Eropa bekerja keras menimbulkan efek samping dimana pertumbuhan kapitalisme Eropa berkembang pesat.
“Gara-gara dia begitu, ada efek samping yang muncul. Efek sampingnya apa? Lumbung gandumnya penuh, lumbung gandumnya melimpah, kekayaanya meningkat. Jadi, dia buru akhirat, dunianya ngikut”, tegas Dhakiri disambut tawa dan tepuk tangan.
“Nah, itu yang membuat pertumbuhan kapitalisme Eropa menjadi cepat karena di drive oleh motivasi agama itu,” tegas Dhakiri lagi kepada semua yang hadir dalam kuliah umum kepemimpinan ini.
Mengaitkan dengan tema, “Dunia Kerja Zaman Now”, Menteri Ketenagakerjaan ini kembali memastikan soal peran penting motivasi agama untuk meningkatkan kualitas SDM.
“Dalam konteks ini, saya ingin menyatakan bahwa sesungguhnya motivasi agama ini, bisa sangat membantu kita, misalnya untuk meningkatkan kualitas SDM kita terutama dari sisi soft skillnya. Bagaimana orang ini harus disiplin, bagaimana orang menyukai kerja keras, bagaimana orang bisa menikmati pekerjaannya, bagaimana orang bisa menikmati hidupnya, tidak dikit-dikit mengeluh”, terang pria yang bernama lengkap Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si.
Penyerahan Cinderamata oleh Ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit, M.Si kepada Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri
Foto bersama Menteri Ketenagakerjaan dan Yayasan dan Pimpinan STT REM Jakarta
Pada kesempatan ini juga, Dhakiri mengingatkan semua yang hadir khususnya mahasiswa untuk tidak suka mengeluh dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial, karena menurutnya media sosial bisa menjadi pintu masuk mengetahui karakter atau kepribadian seseorang.
“Teman-teman mahasiswa, saya ingatkan kalau main sosmed hati-hati! Karena di masa depan ini bisa jadi password atau pintu masuk. Saya kalau mau mengevaluasi karyawan, tidak saya panggil untuk lihat motivasi dan minatnya kayak apa. Kalau saya panggil, pasti yang keluar baik-baik. Karena saya wawancara. Paling gampang saya minta akun sosmednya”, jelasnya memberi contoh.
“Saya lihat twetternya, saya lihat instagramnya, saya lihat facebooknya, saya lihat pad-nya dan macam-macam. Begitu kita lihat, isinya tiap hari maki-maki pimpinannya, tiap hari maki pemerintah, tiap hari ngomel-ngomel. Udah kayak gitu, kira-kira mencerminkan kepribadiannya gak?”, tanya Dhakiri yang disambut gelak tawa dan jawaban iya dari yang hadir.
Mendengar jawaban dari peserta yang mengiyakan pertanyaannya, Dhakiri pun kembali memberi warning untuk hati-hati dalam menggunakan media sosial.
“Oleh karena itulah maka kita harus hati-hati. Kita harus gunakan sosmed secara bijak”, ujarnya mengakhiri kuliah umum.
Seperti umumnya, sesi tanya jawab yang dipandu moderator Johan Tumanduk., SH.,M.M., M.Pd.K, (Direktur Eksekutif Conrad Supit Center) mewarnai kuliah umum kepemimpinan STT REM yang dihadiri berbagai kalangan ini. Tampak hadir, pembina Yayasan Rahmat Emmanuel, Prof. Dr. Abraham C. Supit, M.Th.
Penyerahan Cinderamata oleh Ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit, M.Si kepada Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri serta foto bersama menjadi akhir kuliah umum kepemimpinan yang ketiga STT REM di tahun 2018 ini.







