JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Membangun lembaga pendidikan yang akuntabel, berkualitas, baik dalam pengelolaan sumber daya, dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain, menjadi prioritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia mulai tahun 2018.

Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si saat menandatangani MOU antara Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI dengan DPP Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia
Hal ini disampaikan Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., disela-sela penandatanganan MOU, Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI dengan DPP Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) di ruang kerjanya, Lantai 10 Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jalan M. H. Thamrin Nomor 6, Jakarta, Selasa (2/01/2018).
“Dari kesemuanya, dalam rangka implementasi program besar dari Dirjen Bimas Kristen yang bertujuan untuk edukasi masyarakat Kristen di Indonesia, Dirjen Bimas Kristen pada tahun 2018 ini tetap terkonsentrasi pada bidang pendidikan. Mulai tahun ini kita sudah harus melihat prioritas pendidikan sebagai bagian penting,” begitu ungkap Rektor universitas Pattimura periode tahun 2012 – 2016.
Lebih jauh Lelaki kelahiran Ambon ini mengungkapkan bahwa, dalam pimpinannya, Ditjen Bimas Kristen akan melakukan penguatan institusi pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Penguatan kapasitas institusi itu akan dibarengi dengan penguatan sumber daya manusianya, Baik guru maupun dosen. Sumber daya manusia dalam hal ini dosen, juga akan masuk sebagai skala prioritas.
Bahkan menurut Prof. Pentury, dosen akan mendapat kesempatan untuk disekolahkan melalui program beasiswa. Selama ini Ditjen Bimas Kristen baru memberikan bantuan studi saja, yang sifatnya hanya bantuan tahunan saja. Sedangkan program beasiswa yang akan digulirkan ini adalah pembiayaan pendidikan dari mulai hingga selesai pendidikannya.
“Program beasiswa tersebut bukan dirancang hanya untuk menjalankan pendidikan di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dan untuk memulainya, dosen yang masuk dalam kategori prioritas untuk merasakan program beasiswa ini adalah dosen-dosen yang memiliki NIP Kementerian Agama RI. Namun demikian tidak menutup kemungkinan pada dosen-dosen lainnya. Pendidikan luar negeri yang akan disasar adalah pendidikan di Korea dan Eropa. Mungkin nggak banyak tahun ini! lima sampai sepuluh bisa kita sekolahkan, ‘kan lumayan,” ungkap Profesor yang berulang tahun setiap tanggal 17 Mei ini.
“Dengan menyekolahkan sebanyak lima sampai sepuluh orang pada tahun ini, maka pada tahun ke tiga atau ke-empat masyarakat Kristen di Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang mengalami peningkatan mutunya,” tegas Prof. Pentury.







