Sudah Kenal Keluarganya? Kunci Sebelum Nikah


Image by Susana Cipriano from Pixabay
Image by Susana Cipriano from Pixabay
Bagikan:

Bukan Mencari Kekurangan, Tapi Menunjukkan Kedewasaan

Penting untuk digarisbawahi, tujuan mengenal latar belakang keluarga pasangan bukanlah untuk mencari-cari kekurangan atau menghakimi masa lalunya. Sebaliknya, ini adalah sebuah sikap dewasa yang menunjukkan bahwa Anda dan pasangan siap untuk menghadapi realita bersama-sama, baik maupun buruk.

Ini adalah tentang membangun fondasi di atas kejujuran dan pengertian, bukan di atas asumsi yang bisa runtuh kapan saja.

Langkah Selanjutnya: Siapkah Anda Menerimanya?

Setelah mengenal latar belakang pasangan, ada satu pertanyaan yang lebih dalam dan lebih penting: siapkah Anda untuk menerimanya?

Menikah bukan hanya tentang mencintai sisi baik dari pasangan Anda, tetapi juga bersedia merangkul masa lalunya, termasuk keluarganya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tidak semua latar belakang keluarga itu sempurna, tapi kasih yang sejati mengajarkan kita untuk menerima tanpa menghakimi, lalu berkomitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama.

Seperti yang tertulis dalam Amsal 24:3, “Dengan hikmat rumah didirikan, dengan pengertian itu ditegakkan.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak ingin kita menikah dengan tergesa-gesa. Pernikahan adalah keputusan besar yang harus diambil dengan penuh pertimbangan, hikmat, dan doa. Alkitab pun menunjukkan betapa pentingnya peran keluarga dalam proses membangun rumah tangga, seperti dalam kisah Ishak dan Ribka.

 

Langkah Praktis untuk Membangun Fondasi yang Kuat

Jika Anda dan pasangan sedang serius memikirkan masa depan, inilah waktu yang tepat untuk mengambil langkah konkret:

  1. Bicara dari Hati ke Hati: Mulailah percakapan yang jujur tentang keluarga masing-masing, nilai-nilai yang diyakini, dan harapan untuk masa depan rumah tangga Anda.
  2. Libatkan Tuhan: Jangan lalui proses ini sendirian. Bawa setiap percakapan, kekhawatiran, dan harapan Anda ke dalam doa. Mintalah hikmat dan tuntunan dari Tuhan.
  3. Ikuti Bimbingan Pra Nikah: Jangan ragu untuk mengikuti kelas bimbingan pra nikah di gereja atau lembaga lain yang memiliki nilai-nilai kekristenan. Di sana, Anda akan dibimbing untuk membahas topik-topik penting, termasuk dinamika keluarga, secara rohani dan praktis.
Baca Juga  MARS PEWARNA WARNAI RAKERNAS III 2017 DI BOGOR

Tuhan ingin kita membangun keluarga yang kuat, dan itu dimulai dari fondasi yang benar. Salah satunya adalah pengenalan yang mendalam, bukan hanya kepada pasangan, tetapi juga kepada asal-usulnya.

Pada akhirnya, jangan hanya siap untuk mencintai. Siapkanlah diri Anda untuk mengasihi dengan bijak.