“Jika sudah terdaftar di tingkat internasional, maka profil dari Yayasan Esa bisa disosialisasikan di Kantor Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen,” ujar Marvel. Ia menambahkan, status tersebut akan membuka peluang bagi Yayasan Esa untuk mengirimkan misionaris ke Jerman secara resmi atau melakukan berbagai kegiatan lain yang bersifat umum dan lebih luas.
Kegerakan Yayasan Esa dimulai sejak enam tahun lalu, berawal dari kepedulian untuk mendidik dan membina anak-anak muda. Misi tersebut diwujudkan dengan mengirimkan lima pemuda pertama ke Jerman melalui program “Ausbildung Yayasan Esa”. Kini, kelima pemuda tersebut dilaporkan telah berhasil meniti karier di Jerman.
Keberhasilan awal ini memperkuat visi yayasan hingga menarik dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dr. Junit Sihombing, M.Th., Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten. Pada Selasa, 8 Juli 2025, Dr. Junit telah mengesahkan pendaftaran Yayasan Esa di tingkat Provinsi Banten, sekaligus mendorong agar legalitasnya dilanjutkan ke tingkat pusat.
Dengan adanya dukungan dari Ditjen Bimas Kristen, Yayasan Esa optimis dapat segera merampungkan proses pendaftaran internasional. Hal ini diharapkan akan memperkuat jejaring dan membuka lebih banyak pintu bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk mendapatkan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman berskala global.







