WARTANASRANI.COM, BANDUNG – Mengambil tema; “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam hatimu”, dan Sub Tema; “Kesehatian membangun kebersamaan dalam mengimplementasikan 5 budaya kerja Kementerian Agama”, Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI menggelar Ibadah dan Perayaan Natal yang bertempat di Marbella, Bandung, Jawa Barat, Rabu malam (06/12/2017).

Suasana perayaan Natal yang dihadiri oleh segenap karyawan dan keluarga dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI
Acara perayaan Natal yang dihadiri oleh segenap karyawan dan keluarga dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI ini, dipimpin oleh pendeta dari Gereja Kristen Oikumene Indonesia (GKOI), Pdt. Nus Liur.
Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen RI, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., dalam sambutannya mengajak keluarga besar Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, untuk merayakan Natal dengan hati yang penuh syukur dan penyerahan diri kepada Yesus Kristus.
“Natal harus diterima dengan hati yang penuh syukur dan penyerahan diri kepada Yesus Kristus. Bukan dengan hati resah dan gelisah. Bukan dengan sakit hati dan luka hati apalagi patah hati”, tegas Thomas Pentury. Berikut pesan dan sambutan Natal Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI ini;
Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si
Syalom,
Saya awali sambutan (pesan dan kesan) Natal ini dengan mengajak kita semua bersama para malaikat menyatakan, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi, bagi semua orang yang berkenan kepadaNya”.
Hanya Allah yang patut dipuji dan diagungkan melalui peristiwa Natal, peristiwa kelahiran Yesus Kristus san Juru Selamat.
Natal adalah peristiwa inkarnasi dengan manusia. Natal adalah peristiwa solidaritas Allah dengan manusia dan seisi dunia, dunia yang tercemar, namun ditebus, dibarui dan dipulihkan melalui kelahiran, pelayanan, dan kematian serta kebangkitan Yesus Kristus.
Oleh sebab itu, sudah sepantasnya dan seharusnya semua umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan di seluruh pelosok tanah air, mensyukuri, merayakan dan memaknai peristiwa Agung ini dengan penuh syukur dan kegembiraan.
Peserta perayaan Natal yang berbahagia,
Adapun tema Natal PGI dan KWI 2017 adalah “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu” (Kolose 3:15). Tema ini merupakan suatu penegasan bahwa Natal adalah kabar sukacita, kabar damai sejahtera. Dengan begitu, Natal harus diterima dengan hati yang penuh syukur dan penyerahan diri kepada Yesus Kristus. Bukan dengan hati resah dan gelisah. Bukan dengan sakit hati dan luka hati apalagi patah hati.
Maka merupakan suatu anomali jika kita merayakan Natal dengan kesedihan, ketakutan dan kehampaan. Apapun keadaan dan kondisi kita saat ini, baik selaku pribadi, keluarga, warga masyarakat, warga bangsa bahkan warga dunia, tapi itu tidak membuat kita galau dan gentar. Kenapa? Sebab Natal membawa kepastian dalam hidup ini. Natal memberi kepada kita Roh keberanian dan harapan. Seperti kata malaikat kepada Maria, “jangan takut”. Biarlah Kristus lahir di hati kita semua. Kristus memerintah atas seluruh kehidupan kita. Kita taat dan setia kepada Kristus, yang kita yakini sebagai Tuhan dan Juru Selamat dunia.
Peserta Perayaan natal yang Berbahagia,
Dengan menjadikan Yesus sebagai sentral atau pusat kehidupan kita, maka saya percaya kita akan lebih siap memasuki masa depan baru. Kita siap menhadapi tantangan dan ancaman apapun. Sebab peristiwa Natal juga diperhadapkan dengan kisah tentang Herodes yang kejam, kisah tentang pembunuhan anak-anak di Betlehem, kisah tentang Via Dolorosa. Artinya, dalam hidup ini, kita tentu tidak terbebas dari berbagai tantangan dan ancaman kehidupan. Namun melalui natal kita dikuatkan, diteguhkan, bahwa kita tidak sendiri, Yesus menjadi Imanuel; Allah beserta kita semua.
Oleh sebab itu, biarlah melalui perayaan Natal saat ini, kita saling berdamai, saling mengasihi dan bersama-sama melangkah membawa berita sukacita itu kepada semua orang. Kita membawa kabar damai sejahtera itu dalam kerja dan kinerja kita, dalam keluarga, dalam masyarakat bahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita menjadi lilin yang tak pernah padam.
Saya bersyukur sebab inilah Natal pertama yang saya rayakan ketika Tuhan memberi kesempatan kepada saya selaku pimpinan Dirjen Bimas Kristen RI.
Saya berterima kasih atas dukungan dan kerjasama yang telah kita bangun selama ini, termasuk dukungan keluarga-keluarga. Saya juga mohon maaf jika ada kekeliruan dan keterbatasan saya dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab bersama. Saya berharap kita akan terus berjalan bersama, saling tolong-menolong, topang-menopang, agar melalui hidup dalam karya kita nama Yesus ditinggikan dan damai sejahtera dirasakan semua orang. Biarlah orang-orang Kristen di Republik ini terus menjadi “garam dan terang dunia”.
Akhirnya atas nama pribadi dan keluarga dan atas nama pemerintah melalui Direktorat Bimas Kristen RI, saya mengucapkan: SELAMAT MERAYAKAN NATAL, 25 DESEMBER 2017 DAN SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU, 1 JANUARI 2018. KIRANYA DAMAI SEJAHTERA KRISTUS MEMERINTAH DALAM HATI DAN HIDUP KITA SEMUA.
Sekian dan terima kasih,
Prof. Thomas Pentury, M.Si
Syalom.







