Ketum KKK Angelica Tengker ajak Generasi Millenials jadi agen perubahan positif demi keutuhan NKRI


Bagikan:

BEKASI, WARTANASRANI.COM – Jelaskan apa dan siapa Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) menjadi awal pemaparan Angelica Tengker, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua dalam acara Diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan KKK Kota Bekasi bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) Jawa Barat, di Aula STT Bethesda Bekasi, sabtu, (11/11/2017).

Dengan gayanya yang khas penuh canda tawa, Angelica Tengker memaparkan tentang peran Tou Kawanua dalam kemerdekaan serta tantangan dan peran Generasi Millenials menjaga keutuhan NKRI

“Kerukunan Keluarga Kawanua adalah suatu wadah atau suatu organisasi yang hadir untuk semua orang Kawanua bisa berkumpul, bisa berinteraksi dan bisa berkegiatan. Kawanua itu adalah sebutan bagi orang-orang keturunan Minahasa yang ada diperantauan,” ungkap Angelica.

“Kawanua itu ngetopnya selalu dibilang orang Manado. Tapi sebenarnya Manado itu menunjuk pada kotanya. Sama seperti kalau di Sumatera Utara ada Kota Medan ada orang Batak, dan orang Batak selalu dibilang orang Medan, tapi maksudnya orang Batak. Jadi Kawanua itu adalah sukunya. Orang-orang Minahasa yang ada dirantau itulah yang disebut Kawanua,” ungkap Angelica lagi, mencairkan susasan Diskusi Kebangsaan yang mengambil tema, “Gelorakan Kembali Semangat Kepahlawanan 10 November demi Keutuhan NKRI”.

Ketum KKK saat memperkenalkan apa dan siapa Kerukunan Keluarga Kawanua

Setelah memperkenalkan tentang Kawanua, sebagai narasumber ketiga setelah Mochtar Muhamad  (Politisi) dan Murfati Lidianto Lie, SE (Anggota Dewan Kota Bekasi), Angelica dengan lugas mengupas peran tou (orang) Minahasa dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya. Kalau kita bicara pahlawan sudah pasti berani dan rela berkorban. Dua kata kunci ini akan selalu hadir dalam pembahasan saya, yaitu: berani dan rela berkorban. Dan siang ini saya sedikit akan bicara soal bagaimana dari sisi seorang Kawanua (Masyarakat Minahasa) turut menjaga keutuhan NKRI,” terangnya.

Baca Juga :

1.  ANGELICA TENGKER HADIRI BAKTI SOSIAL NATAL KKK KOTA BEKASI

2.  KKK KOTA HARAPAN INDAH BEKASI, GELAR NATAL BERSAMA 2016

Baca Juga  Kepolisian Sektor Medan Satria Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Natal 2018 Dan Tahun Baru 2019

3.  Murfati Lidianto Lie, SE: Demi Keutuhan NKRI, Pancasila Harus Dihayati dan Diamalkan

Menghabiskan waktu hampir 20 menit sesuai waktu yang diberikan Moderator Bung Hojot Marluga, Angelica dengan gayanya yang khas penuh canda tawa, mulai memperkenalkan tou (orang) Minahasa yang disebutnya sebagai pahlawan karena mereka memiliki keberanian dan rela berkorban dalam perjuangan.

Mulai dari Pejuang perempuan, Ibu Walanda Maramis, yang berjuang untuk pendidikan anak-anak dengan mendirikan PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anaknya), juga berjuang untuk hak politik perempuan, sampai Dr. Sam Ratulangi sebagai salah satu tokoh yang masuk dalam panitia persiapan kemerdekaan Republik Indonesia, dipaparkan oleh Ketum KKK ini.

Pada akhirnya, melihat dari keberanian dan pengorbanan para pahlawan yang berjuang dalam merebut kemerdekaan serta mempertahankannya, Angelica mengajak semua yang hadir sesuai dengan perannya untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Kita semua bertanggung jawab sesuai peran masing-masing untuk mempertahankan Keutuhan Negara Republik Indonesia,” pungkas Angelica singkat.

Angelica Tengker (paling kanan) bersama Murfati Lidianto Lie, SE (Anggota Dewan kota bekasi/tengah) dan Moderator Hojot marluga (Ketua Pewarna jabar/paling kiri)

Sementara itu pada bagian lain yang tak kalah pentingnya bahkan menjadi fokus pemaparan Angelica adalah soal tantangan generasi era digital. Dikatakannya, era digital membawa generasi muda lebih gemar ber-Medsos-ria dari pada melihat permasalahan bangsa, apalagi melihat semangat kepahlawanan dikaitkan dengan peristiwa sejarah 10 November 1945.

“Baca sejarah untuk anak-anak yang sekarang sangat sedikit. Generasi muda sekarang lebih suka dengan apa yang terjadi sekarang, besok dan lusa. Kalau sejarah terlalu jauh pikirnya,” terang Angelica.

Melihat perubahan budaya yang ada sekarang, Angelica pun tak segan menantang peserta dengan meluncurkan pertanyaan sekaligus kritik, bagaimana menggerakkan semangat kepahlawanan di Era Millenials sekarang ini.

“Melihat perubahan budaya yang ada sekarang. Kita bicara bagaimana menggerakkan semangat kepahlawanan di era sekarang seperti ini, bagaimana caranya? Apa peran anda untuk bisa meneruskan perjuangan dengan memanfaatkan teknologi?,” tanya Angelica.

Baca Juga  Pukul Gong Tiga Kali, Menkumham Yasonna Laoly Buka Sidang Majelis Pendeta GKPS Se-Indonesia

Dikatakannya, sekalipun cara berpikir dan gaya hidup yang berubah dengan kemajuan teknologi, tapi jangan sampai rasa kepahlawanan, rasa perjuangan pun memudar. Banyak dan gencarnya kegiatan yang mengangkat rasa kesatuan dan persatuan dari anak-anak muda sampai perguruan tinggi untuk menangkal gerakan radikalisme, intoleransi dan terorisi demi tegaknya NKRI haruslah didukung khususnya para generasi millenials.

“Apa peran generasi millienials? Anda bisa melakukan dengan hal-hal yang kurang lebih sama dengan kondisi yang ada sekarang. Tidak hanya untuk narsis self  sendiri tapi anda harus bisa created (menciptakan) sesuatu yang menggugah orang lain untuk kembali bangga dengan bangsa Indonesia terlepas dari apapun suku, etnis dan agamanya,” tegasnya.

“Millenials inikan sangat conected, sangat terhubung sehingga apapun yang kita lakukan sangat besar dampaknya pada orang lain. Nah, melihat kondisi yang ada sekarang ini, kita bisa memanfaatkan sosial media sebagai agen perubahan yang positif. Manfaatkanlah media-media ini untuk kebaikan dan keutuhan NKRI,” tegasnya lagi.

Menutup paparannya, Angelica mengaitkan hubungannya kepahlawanan dan Keutuhan NKRI dengan mengambil teks Alkitab, yang berkatian dengan isu pahlawan, “orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota” (Amsal 16:32).

“Perjuangan kita saat ini adalah mempertahankan atau bahkan merajut kembali keutuhan NKRI yang terkoyak. Dan kita butuh ketahanan dalam hal ini. Ketahanan itu sesuai teks Alkitab adalah kesabaran dan mengendalikan diri. Inilah yang penting dalam bertoleransi,” pesan Angelica.

Tak ketinggalan pesan dari Dr. Sam Ratulangi, “Si tou timou tu maou tou” kembali ditekankan Angelica, khususnya soal semangat kasih dan semangat heroik yang ada dalam filosofi Sam Ratulangi ini.

“Mari kita tunjukkan semangat kepahlawanan dengan kasih, memberi diri dan berani berkorban, seperti apa yang juga ditunjukkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Semoga kita dapat menempatkan diri menjadi pahlawan bagi lingkungan kita, bagi keluarga kita, dalam turut menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia,” tutup Angelica.

Baca Juga  Gelar Perayaan Natal Nasional, Demokrat Gelorakan Spirit Natal untuk Perubahan dan Perbaikan

Foto Bersama Angelica Tengker dengan Panitia Pelaksana Pewarna Jabar, Ketua KKK Kota Bekasi, Ibu Murfati Lidianto (Anggota Dewan/Narsum), Ketua STT Bethesda Bekasi (Pdt. Dr. Orpa Luas, M.Th) dan Pengurus KKK yang hadir.

Selain pemaparan oleh narasumber, tanya jawab mewarnai acara Diskusi Kebangsaan yang dihadiri oleh Mahasiswa-i STT Bethesda, Siswa kelas XII SMA Galatia kota Bekasi, dan undangan yang memenuhi ruangan Aula STT Bethesda Bekasi.

Tampak hadir mendampingi Ketum KKK, Ibu Angelica Tengker, Bapak  Revly Mandagi, Bendahara Umum KKK dan Joutje Lampah, SE., Ketua Bidang Kebudayaan KKK.

Sementara Ketum DPP Pewarna, Yusuf Mujiono, dalam sambutannya memberi apresiasi atas kerja Pewarna Jabar khususnya Panitia pelaksana (Ronald S. Onibala/Ketua, Audi Waworuntu/Sekretaris) yang sudah bekerja maksimal.

Sambutan dan ucapan terima kasih dari Ketua KKK Kota Bekasi, Meidy F. Kaat.

Pada bagian akhir diskusi, setelah uncapan terima kasih dari Ketua Panitia, ditutup dengan sambutan singkat dan doa oleh Ketua KKK Kota Bekasi, Meidy F. Kaat.

Dalam sambutan singkatnya, Meidy mengungkapkan syukur dan berterima kasih kepada para narasumber yang sudah memberi pencerahan soal prinsip kebangsaan demi keutuhan NKRI serta ungkapan terima kasih secara khusus kepada Ketua Yayasan Bethesda Bekasi, Bpk. Cpt. Dr. Krets Mamondole, M.Mar., M.Th., yang sudah merelakan Aula STT Bethesda Bekasi sebagai tempat Diskusi Kebangsaan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua STT Bethesda Bekasi, Pdt. Dr. Orpa Luas, M.Th;, yang dengan sukacita melibatkan mahasiswa/i STT Bethesda demi suksesnya acara KKK Kota Bekasi dan Pewarna Jabar.

“Terima kasih khususnya kepada ketua Yayasan dan piminan STT Bethesda Kota Bekasi yang telah merelakan tempat serta melibatkan mahasiswanya dalam acara ini. Doa kami Tuhan Yesus selalu memberkati STT Bethesda Bekasi untuk kemuliaan Tuhan,” ucap Meidy sebelum mengakhirinya dengan doa penutup. (RSO)