Bantuan Kepada PEWARNA ID Dari Yayasan Pesantren Indonesia Al-Zaytun


Bagikan:

Jakarta, wartanasrani.com – Yayasan Pesantren Indonesia Al-Zaytun yang beralamat di Desa Mekar Jaya, Mekarjaya, Kec. Gantar, Kab. Indramayu, Jawa Barat 45264 di bawah pimpinan Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang memberikan bantuan beras sebanyak lima kuintal yang terbagi kedalam 50 karung kepada para wartawan Nasrani dibawah wadah PEWARNA Indonesia (Persatuan Wartawan Nasrani) Indonesia.

Hal ini adalah kepedulian pada sesama dalam menanggulangi bersama secara gotong royong akibat pandemic covid-19 non medis yang berdampak secara ekonomi yang menimpa berbagai profesi.

Dalam kata sambutannya, Ketum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono syukur dan terima kasih atas kepedulian pimpinan Pesantren Indonesia Al- Zaytun Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang kepada wartawan Nasrani.

“Puji Syukur kepada Tuhan ditengah bencana covid-19 dimana wartawan Nasrani Indonesia secara ekonomis terdampak covid-19. Ada kepedulian dari pimpinan Pesantren Indonesia Al- Zaytun Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang kepada wartawan Nasrani. Semoga Pesantren Indonesia Al- Zaytun selalu diberkati Tuhan dan bertambah jaya” ungkapnya.

Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang pernah mendapatkan figure tokoh toleransi Indonesia yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan keberagaman dari PEWARNA Indonesia pada tahun 2019 di Bandung Jawa Barat.

Beberapa awak media di bawah naungan Pewarna yang pernah dua kali berkunjung ke Pesantren Indonesia Al-Zaitun mendapat kesan yang tak mudah dilupakan mulai dari kepimpinan Syaykh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang yang kharismatik memiliki wawasan pemikiran yang luas sehingga memberikan banyak pencerahan ketika berdiskusi dengannya.

Demikian juga dengan bentuk fisik bangunan Pesantren Indonesia Al- Zaytun yang megah diatas tanah lebih dari seribu hektar bukanlah perjuangan ringan tapi perjuangan panjang yang tangguh dan patut dibanggakan. (*)

Baca Juga  DISKUSI DARING PEWARNA: PELUANG PARTAI KRISTEN DALAM PERSPEKTIF AKADEMISI PERGURUAN TINGGI