WARTANASRANI.COM, JAKARTA – Pengurus Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) melakukan kunjungan silaturahmi ke Masjid Istiqlal Jakarta, Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog kebangsaan, membangun toleransi, serta mempererat hubungan antarumat beragama di Indonesia.

Rombongan BMPTKKI dipimpin Ketua Umum Prof. Dr. Stevri Lumintang bersama sejumlah pengurus nasional, di antaranya Sekretaris Umum Dr. Nasokhili Giawa, Bendahara Umum Dr. Antonius Natan, serta Ketua Bidang Komunikasi dan Kerja Sama Dr. Marintan Sitorus. Mereka juga didampingi anggota pengawas Dr. Daniel Runtuwene dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi keagamaan Kristen dari berbagai daerah di Indonesia.
Kedatangan rombongan disambut oleh pengurus Badan Pengelola Masjid Istiqlal yang menjelaskan sejarah serta fungsi masjid nasional tersebut. Dalam pemaparannya disebutkan bahwa Masjid Istiqlal bukan hanya simbol religius umat Islam, tetapi juga simbol nasionalisme yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan.
Selain itu, pengurus masjid menegaskan bahwa Masjid Istiqlal tidak terlibat dalam politik praktis. Semua pihak yang menggunakan fasilitas masjid diminta menanggalkan atribut partai politik dan fokus pada kegiatan keagamaan serta ibadah. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen menjaga kesucian rumah ibadah sebagai ruang spiritual dan persatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan BMPTKKI juga mendapat kesempatan bertemu dengan Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan, di mana kedua pihak berdialog mengenai pentingnya merawat kerukunan di tengah keberagaman Indonesia.
Ketua Umum BMPTKKI menjelaskan bahwa organisasinya berdiri sejak 2018 atas inisiasi Direktorat Jenderal Bimas Kristen dan para pimpinan perguruan tinggi keagamaan Kristen, serta secara resmi disahkan melalui Kongres Nasional 2019 di Bali. Saat ini BMPTKKI menaungi sekitar 217 perguruan tinggi keagamaan Kristen yang tersebar dari Aceh hingga Merauke.
Melalui kunjungan ini, BMPTKKI berharap dapat membangun saling pengertian antarumat beragama serta memperkuat moderasi beragama tidak hanya di tingkat pimpinan lembaga, tetapi juga hingga masyarakat luas. Pendidikan tinggi keagamaan dipandang memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi dan persaudaraan kebangsaan.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama menjaga persatuan bangsa. Kunjungan ini juga menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi keagamaan untuk terus berkontribusi dalam merawat kerukunan, toleransi, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.







