DISKUSI WARTAWAN KRISTIANI BERSAMA HT


Bagikan:

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Wartawan Kristen yang tergabung dalam Perstuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) dan Persatuan Wartawan Majalah Kristen Indonesia (Perwamki), mendapat kesempatan spesial sore kemarin, Sabtu (25/3/2017), untuk berdiskusi dan sharing dengan pengusaha top sekaligus Ketua umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

Pertemuan yang dihadiri sekitar 50 wartawan/i Kristiani dan difasilitasi oleh Ketua DPW Perindo DKI Jakarta, Sahrianta Tarigan, berlangsung penuh keakraban di kantor DPP Partai Perindo, Jl. Pangeran Diponegoro No. 29 Menteng, Jakarta Pusat.

“Kami merasa terhormat dan berterima kasih atas kesediaan Bapak Hary Tanoesoedibjo, dimana ditengah kegiatan yang super sibuk, masih memberi waktu berdiskusi dan sharing dengan kami wartawan Kristen yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia dan Persatuan Wartawan Majalah Kristen Indonesia”, Ujar bung Deddy Tambunan mengawali acara diskusi.

Selain menyampaikan perkenalan, latar belakang dan sepak terjangnya dalam membangun bisnis bahkan terjun ke politik, HT juga memaparkan opininya tentang kondisi ekonomi bangsa Indonesia yang saat ini menurutnya, masih dibangun untuk kalangan tertentu saja atau pro bisnis, sehingga berbagai permasalahan bangsa seperti pendidikan melambat, kesenjangan sosial, pengangguran, kejahatan, dan  sikap intoleran semakin meningkat.

Untuk itu menurut bos MNC Grup ini, keseimbangan dalam pembangunan ekonomi antara pro bisnis dan pro rakyat sangat diperlukan. “Saya rindu, Indonesia berjalan dengan baik, dimana pembangunan ekonominya yang pro bisnis dan pro rakyat harus seimbang, sehingga berbagai permasalahan bangsa, seperti, pendidikan melambat, kesenjangan sosial yang meningkat, pengangguran meningkat, kejahatan dan sikap intoleran yang juga meningkat dapat diatasi”, tegas HT.

Beberapa hal yang menjadi catatan dalam dialog yang berlangsung hampir 60 menit ini adalah; Pertama, Di tatanan masyarakat belum siap kesejahteraan dan pendidikannya, pro bisnis dan pro rakyat harus berjalan simbang. Kedua, Orientasi kita pro bisnis, dampaknya masyarakat menengah kebawah tidak terbangun dengan cepat. Ketiga, Pro rakyat memberi kesempatan masyarakat untuk maju dengan keberpihakan. Semua ingin maju tapi tidak tahu caranya. Keempat, Jumlah pemberi kerja harus tumbuh lebih cepat dari pencari kerja. Artinya kelompok menengah bawah harus didorong naik ke atas. Kelima, Jakarta butuh pemimpin yang tidak hanya bisa menertibkan, tapi memberikan solusi, meningkatkan kesejahteraan warganya.

Baca Juga  PELAYANAN PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Dibalik diskusi dan sharing yang berisi perkenalan, pengalaman dan pandangan HT tentang kondisi ekonomi bangsa Indonesia, ada hal menarik yang ternyata menjadi komitmen HT untuk terjun ke dunia politik; yaitu, melayani. “Pelayanan itu kan luas, dan saya mau lebih banyak waktu untuk melayani”, sebut HT meyakinkan. (RSO)