Fakta Israel Terkini: Janji Tuhan dan Koreksi Penyesatan


Bagikan:

Warta Nasrani – Sesi pembekalan pengetahuan tentang Israel kembali menjadi sorotan dalam Gathering PGLII DKI Jakarta yang diadakan usai ibadah malam Kamis (7/8/2025). Acara kali ini menampilkan Monique Rijkers, seorang pemerhati Israel dan aktivis toleransi, sebagai pembicara tunggal yang memaparkan fakta-fakta terkini tentang Israel dan bagaimana janji Tuhan digenapi melalui bangsa tersebut.

Monique Rijkers memulai sesinya dengan menegaskan bahwa janji Tuhan telah tergenapi di masa kini, terutama terlihat dari berbagai pencapaian bangsa Israel. “Janji Tuhan sudah tergenapi di masa kita ini. Kita bisa lihat jelas dari pencapaian-pencapaian bangsa Israel,” tutur Moniq. Ia menggambarkan bagaimana Israel, yang dulunya padang gurun, kini telah bertransformasi menjadi daerah pertanian subur yang bahkan bisa disaksikan langsung oleh mereka yang berkesempatan berkunjung.

Kemajuan teknologi pertanian Israel tidak hanya dinikmati di dalam negeri, tetapi juga dibagikan ke negara-negara lain seperti Ethiopia dan Thailand. Monique mencontohkan Ethiopia, yang dulunya miskin dan kekurangan pangan, kini telah menjadi salah satu negara pengekspor pangan yang diperhitungkan di dunia, berkat adopsi teknologi pertanian Israel.

Lebih lanjut, jurnalis senior ini membeberkan fakta menakjubkan tentang Israel yang, dengan populasi sekitar 9 juta jiwa (7 juta warga Israel dan 2 juta warga Arab yang memilih bergabung), mampu menjadi bangsa maju dengan teknologi yang tak tertandingi di dunia. “Perang Israel-Iran kemarin telah menunjukkan bagaimana kekuatan Israel mampu menyerang Iran yang ribuan kilometer jauhnya,” jelasnya, menyoroti keunggulan militer Israel.

Keunggulan Israel juga sangat terlihat dalam bidang ilmu pengetahuan dan sains. Monique mengungkapkan bahwa dari 900 penerima Nobel di seluruh dunia, 200 di antaranya adalah orang Israel. “Ini membuktikan bahwa janji Tuhan seperti di Kitab Suci terbukti. Meski negara kecil tapi bisa menunjukkan keunggulan sains dan dipuji bangsa-bangsa,” tukasnya.

Baca Juga  Peringatan GPdI Jabar: Waspada Penipuan Bantuan Gereja Mengatasnamakan Pemerintah

Meluruskan Penyesatan Informasi tentang Israel

Namun, Monique juga menyoroti adanya penyesatan informasi yang masif dan terus-menerus tentang Israel, yang jika diulang-ulang dapat dianggap sebagai kebenaran. Salah satunya adalah klaim penyesatan tentang Yesus. Pemimpin Palestina, Muhammad Abbas, berulang kali menyatakan bahwa Yesus adalah orang Palestina, padahal Alkitab jelas menyebutkan Yesus berasal dari Nazaret. Ia menyayangkan masih banyak media yang memelintir informasi ini dengan mengutip Yesus sebagai orang Palestina.

Penyesatan lain yang sering terjadi terkait Tanah Perjanjian (tanah Israel sekarang) yang disebut dirampas oleh Israel. Mereka mengklaim bahwa tanah dari sungai Yordan sampai ke laut Mediterania adalah milik Palestina. Padahal, dalam 1 Tawarikh 18, disebutkan perjanjian kekal, “kepadamu diberikan tanah Kanaan milik pusaka bagimu.” “Lokasi tanah perjanjian tetap sama dan tidak berubah, bahkan ketika Yosua membagikan ke suku-suku Israel,” papar pendiri Yayasan Hadassah Indonesia ini.

Klaim bahwa Yerusalem akan menjadi ibu kota Palestina juga dibantah oleh Monique. Ia menegaskan bahwa Yerusalem adalah ibu kota abadi Israel dari dulu hingga sekarang. Selain itu, terkait lokasi Bait Suci di Yerusalem, UNESCO justru telah menetapkan bahwa lokasi tersebut penting bagi agama lain di luar Israel.

Yang mencengangkan, Monique mengungkapkan adanya penyesatan bahkan dari kalangan Kristen sendiri, yaitu melalui munculnya Teologi Penggantian (Replacement Theology). Doktrin ini meyakini bahwa Israel telah digantikan dengan “Israel baru,” serta adanya perubahan janji Tuhan dan doktrin Tanah Perjanjian milik Israel yang disebut telah dibatalkan karena dosa bangsa Israel.

Monique menutup pembekalannya dengan seruan untuk berdoa agar pemerintah dapat melihat dan menyelaraskan kebenaran sesuai fakta Alkitab, dan agar umat Kristen tetap mengacu pada kebenaran Alkitab.

Baca Juga  Presiden Meminta Pemangku Kepentingan Pastikan Natal dan Tahun Baru 2023 Aman dan Nyaman

“Kita berdoa agar pemerintah agar bisa melihat dan menyelaraskan kebenaran sesuai fakta Alkitab. Termasuk orang Kristen tetap mengacu ke kebenaran Alkitab,” imbuhnya.