Kembali gelar Kuliah Umum, STT REM Kelapa Gading Jakarta, hadirkan Eko Putro Sandjojo


Bagikan:

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – STT Rahmat Emmanuel Ministry kembali menggelar kuliah umum yang ke-4 dengan menghadirkan Bapak Eko Putro Sandjojo, BSEE., MBA., Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, jumat (06/04/2018). Kuliah umum yang mengambil tema, Membangun Pemimpin Indonesia ini diselenggarakan di Aula Kampus, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 N0. 4 G-K, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Foto bersama Menteri Eko Pujo Sandjojo dengan Pimpinan dan Staff Dosen STT REM Kelapa Gading Jakarta

Sambutan Pdt. Dr. Abraham Conrad Supit, Ketua Yayasan Conrad Supit Center mengawali kuliah umum yang dipandu Dr. Johan JT. Tumanduk, Direktur Eksekutif Conrad Supit Center sebagai moderator.

Dengan gayanya yang khas disertai canda tawa, Eko Putro Sandjojo menguraikan dengan data yang akurat, apa saja capaian terkait tugas dan tangung jawabnya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat khususnya di Desa yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang pro rakyat.

Dikatakan Eko bahwa kemajuan-kemajuan yang terjadi saat ini tak lepas dari langkah berani Presiden Jokowi yang meningkatkan dana desa dua kali lipat.

“Beruntung Presiden Jokowi punya keberanian untuk meningkatkan dana desa dua kali lipat, penerapan 82 persen sudah bagus. Karena itu berani dinaikkan dari 46 triliun naik  60 triliun. Ternyata kepala desa bisa karena tahun ini 128 ribu kilo meter jalan, ribuan jembatan, PAUD, WC dan lainnya,” ujarnya.

“Ternyata kepala desa dan perangkatnya mampu membangun apa yang paling dibutuhkan rakyatnya. Kita bisa menurunkan dari 27 juta menjadi 17 juta orang miskin,” ujarnya lagi.

Ditambahkan Eko, bahwa membuka akses pasar menjadi prioritas pemerintah untuk memutus lingkaran setan penyebab desa Indonesia miskin.

Baca Juga  Perintah Tuhan Kepada Gereja Tiberias: Rayakan Natal Secara Besar-Besaran

“Kenapa Desa Indonesia miskin? Nomor satu karena tidak ada akses pasar. Produknya rusak dan tidak pasti untung. Mereka menjadi golongan masyarakat resiko tinggi, konsekuensinya mereka tidak dapat pinjaman bank. “Lingkaran setan tersebut harus dimusnahkan, caranya dengan Cluster Ekonomi Desa,” paparnya.

Pemberian Cinderamata dari pihak STT REM kepada Menteri Eko Putro Sandjojo

Menteri Eko mencontohkan Kabupaten Pandeglang sebagai kabupaten terbesar di Banten dan hanya tiga jam dari Jakarta, tapi ada 156 Desa masih tertinggal.

“Setelah melihat daerah maju di Gorontalo dan Dompu, Bupati menyiapkan untuk ratusan hektar penanaman jagung. Meminta menteri pertanian menyumbang alat dan mesin, dan menteri PU untuk membangun jembatan sehingga produksi bisa di pasarkan dengan baik. Kemudian melibatkan bank untuk memberi kredit, untuk biaya sebelum panen. Dengan demikian tahun 2017 lalu, Pandeglang panen 90 ribu ton dan beberapa tahun ke depan bisa 500 ribu ton, artinya bisa 1.5 triliun dan diharapkan tidak ada desa tertinggal lagi. Model lain yang sama di Sumba Timur. Target 2019 sudah terlampau karena 10 ribu desa sudah bisa mandiri,” pungkasnya.

Selain itu, menurut Eko, Indonesia memiliki potensi yang besar ke depan karena saat ini menjadi negara nomor 16 di dunia dari kekuatan ekonomi dengan sekarang GNP 1 triliun dollar. Dan untuk 2050 menurut Mckency bahwa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi nomor empat setelah China, India dan Amerika Serikat dengan perkiraan GNP 7 triliun dollar AS.

“Masih banyak juga keunggulan lainnya seperti dari jumlah angkatan kerja, hutan tropis terluas nokor dua di dunia, jumlah pulau terbesar dan masih banyak keunggulan lainnya. Kita ini negara besar, karena itu kita tidak perlu takut dengan perang dagang Amerika Serikat dan China,” tegasnya.

Baca Juga  Pengurus Pewarna Indonesia Sambangi Gubernur Kalteng, Bahas Rencana Rakernas dan Apresiasi

Selesai paparan, tanya jawab mewarnai kuliah umum yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta pemberian cinderamata dari pihak STT REM kepada Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.