Miliki Hati Hamba dan Tetap Rendah Hati Jadi Pesan Bupati Minahasa Saat Khotbah Ibadah KKR di GPdI Langowan Kota


Bagikan:

LANGOWAN, WARTANASRANI.COM – Sempat menyatakan minder untuk berkhotbah di depan banyak hamba Tuhan, Bupati Minahasa, Drs. Jantje Wowiling Sajow, M.Si., D.Min., akhirnya menerima undangan untuk menjadi pembicara dalam Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) GPdI Kota Langowan. Menurut orang nomor satu di Minahasa ini, ketulusan untuk melayani Tuhan menjadi alasan kuat baginya menerima tugas mulia sebagai pengkhotbah dalam KKR ini.

Bupati Minahasa, Drs. Jantje Wowiling Sajow, M.Si., D.Min., saat berkhotbah dalam KKR GPdI Langowan Kota (Kamis, 12/10/2017)

“Awalnya saya minder untuk berkhotbah di depan banyak hamba Tuhan, namun ketulusan untuk melayani Tuhan, membuat saya tidak bisa menolak, karena Tuhan melihat hati,” ungkap JWS, begitu sebutan Bupati Minahasa ini dikenal, saat mengawali khotbah malam pertama KKR di GPdI Langowan Kota, Jalan Raya Amongena Langowan, Kamis (12/10/2017).

Mengambil Nats pokok dalam 1 Samuel 15:1-24, tentang ‘Saul ditolak sebagai raja’, JWS menekankan soal ketaatan dan komitmen dalam melayani. Dikatakannya ada tiga alasan mengapa Saul ditolak menjadi raja: pertama, melawan perintah Tuhan; kedua, sombong akibat keberhasilan; dan ketiga, tidak memiliki hati hamba.

Oleh karena itu, JWS mengingatkan semua yang hadir untuk memiliki ketaatan, tidak sombong dan tetap rendah hati. “Miliki ketaatan pada perintah Tuhan, jangan kita sombong, miliki hati hamba dan tetaplah rendah hati,” ujar JWS meyakinkan.

Sebaliknya JWS mengajak untuk meneladani Daud. Sekalipun Daud termarjinalkan oleh keluarga, namun karena ketaatan, tidak sombong dan selalu rendah hati, Daud akhirnya dipilih Tuhan menjadi raja atas bangsa Israel menggantikan Saul.

“Daud termarjinalkan oleh keluarga namun Tuhan memilihnya menjadi raja atas Israel. Manusia boleh membuang kita asal jangan Tuhan buang,” tegas JWS.

Baca Juga  SDM Kunci Kemajuan Bangsa

Sementara itu, saat memberi sambutan, JWS memberi apresiasi atas kegigihan gembala dan jemaat dalam membangun gedung gereja yang hampir selesai. Namun JWS juga melempar kritik soal kurangnya komitmen umat sebagai warga masyarakat dalam membayar pajak.

“Saya mengapresiasi kegigihan gembala dan jemaat hingga gereja hampir selesai. Memang masyarakat minahasa kalau untuk gereja jago berkorban tapi soal bayar pajak masih kurang,” ungkap JWS disambut tawa semua yang hadir, seakan meng-iyakan pernyataan sang Bupati.

Seharusnya menurut JWS, antara rajin berkorban dan rajin membayar pajak haruslah seimbang. “Harusnya antara berkorban dan bayar pajak, seimbang,” tambah JWS singkat.

Ditambahkannya, sekalipun banyak kesibukan termasuk mengurus kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) ke IX yang dilaksanakan di Stadion Maesa Tondano, tidak menyurutkan niatnya untuk selalu bertemu sapa dengan warga yang dipimpinnya sekaligus menyampaikan kinerja selama menjalankan tugas Bupati Minahasa, yang salah satunya menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Langowan, dimana Asisten I Pemkab Minahasa telah diutus ke Jakarta untuk membahas Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Langowan dengan pemerintah pusat.

Pada kesempatan itu juga, JWS menyerahkan bantuan  untuk gereja sebesar 100 juta dan untuk Sekolah Alkitab Langowan (SAL) sebesar 150 juta.

Anggota Dewan Minahasa, Imelda Novita Rewah, turut menyumbangkan suara emasnya dengan menyanyikan lagu ‘Amazing Grace’.

Tampak hadir dalam KKR ini; Imelda Novita Rewah (Anggota Dewan Minahasa), Deny Kalangi (Anggota Dewan Minahasa), Iptu Mardy Tumanduk (Kapolsek Langowan), Ir. Sisca Maseo MAP (Camat Langowan Timur), Drs Dolfi Kuron, Msi (Staf ahli Bupati), Gembala – Gembala Langowan dan Sekitarnya serta Calon-calon hamba Tuhan Sekolah Alkitab Langowan (SAL). Hadir juga dua anggota Pelayanan Jurnalis Pantekosta (PELJUP), Pdt. Semuel Harun Sajanga dan Pdt. Joan Iwan Wuisan.

Baca Juga  BKSAG Medan Satria Kota Bekasi Kembali Gelar Fellowship

Tak sekadar hadir, Anggota Dewan Minahasa, Imelda Novita Rewah, turut menyumbangkan suara emasnya dengan menyanyikan lagu ‘Amazing Grace’. Dikatakan Imelda, lagu ini merupakan rasa syukurnya karena Tuhan yang telah menjadikan dia dari yang termajinalkan menjadi mulia sebagai anggota Dewan Minahasa. Imelda juga merasa terberkati dari kisah Daud seperti yang dipaparkan khadim (Bupati Minahasa). Pujianpun terucap darinya atas hasil kerja Bupati Minahasa, yang memiliki segudang prestasi selama menjalankan tugas sebagai Kepala Pemerintahan Kabupaten Minahasa.

“Kalau Tuhan berkenan, saya siap mendampingi Bupati JWS melanjutkan pemerintahan 2018-2023,” ujar INR meyakinkan.

Ketua TIM Penggerak PKK Kabupaten Minahasa

Sementara itu, Gembala Jemaat GPdI Langowan Kota, Pdt. Jan Timotius Kereh, S.Th didampingi Isteri, Pdm. Stella Grace Mangimbulur selain menyampaikan terima kasih atas kerja panitia yang diketuai Bapak Hengky Massie dengan Sekretaris Like Lumingkewas, juga menyampaikan tujuan dilaksanakannya KKR.

“Tujuan KKR untuk lebih memperteguh iman percaya serta memotivasi umat Tuhan agar lebih kuat di dalam Tuhan sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama hamba Tuhan dan jemaat serta pemerintah,” ungkapnya. “KKR malam kedua akan dilayani oleh Dr. Olga Sajow Singkoh, M.Hum,’ ungkapnya lagi. (SHS)