PERADI RBA Gelar Perayaan Natal Bersama Masyarakat Binaan Rutan LP Cipinang Jakarta


Bagikan:

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Bekerjasama dengan masyarakat binaan Rutan LP Cipinang dan Jemaat Gereja Galilea, Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menggelar perayaan Natal bersama-sama napi di Rutan Kelas IA Cipinang, Jakarta Timur, Hari ini, Jumat (21/12). Sekitar 300 narapidana umum dan kurang lebih 100 advokat PERADI RBA (Rumah Bersama Advokat) pimpinan Ketua Umum Dr. Luhut Pangaribuan, SH., LLM dan Sekejen Soegeng Santoso, SH., memenuhi Gereja Rutan Cipinang.

img-20181221-wa0020

Disampaikan Ketua Panitia, Halomoan Sianturi, SH., MH., bahwa Perayaan Natal ini pada awalnya akan diselenggarakan istimewa di Hotel berbintang, namun oleh arahan Ketua Umum Peradi RBA, akhirnya ditetapkan di Rutan Cipinang.

“Rencana awal kami memang mau dilaksanakan di tempat spesial, seperti hotel berbintang lima. Pokoknya beda dari yang lain. Namun karena arahan Ketua Umum Pak Luhut maka kemudian ditetapkan Natal di Rutan Cipinang. Alasannya selain berbagi kasih ingin merasakan suasana Natal 2018 bersama warga binaan Cipinang,” ungkapnya disela-sela acara.

Sementara itu, Pdt. Dr. Denny W. M. Tumewa, SE., MA., dalam renungan Natalnya, memotivasi warga binaan agar percaya diri, rendah hati dan tetap pegang teguh imannya.

“Nanti ketika saudara keluar melangkah kaki dan bebas, saudara harus bertekad harus sukses dan berubah tidak akan melalukan kriminal lagi. Bersama Yesus tatap masa depan,” tegasnya.

Terkait tema yang diambil dari Kitab Injil Matius 6:33 dan sub tema; “Hidup di dalam Tuhan meluputkan kita dari kesalahan dan nafsu dunia”, Ketua Umum PERADI RBA, Dr. Luhut Pangaribuan, SH, LLM., dalam sambutannya  mengajak semua yang hadir untuk merenungkan dan mengaplikasikan tema dan sub tema ini dalam kehidupan masa kini dengan menjaga kekudusan hidup pribadi serta memiliki pengharapan beroleh kehidupan yang baru.

Baca Juga  Pernyataan Sikap FUKRI Merespon Situasi Bangsa Jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

“Dengan semangat Natal, saya mengajak kita sekalian, keluarga besar Advokat Indonesia dan segenap masyarakat binaan di Rutan, staf dan pimpinan di Rutan Cipinang, yang ada ditempat ini untuk hidup dan bergantung kepada Yesus Kristus, menjaga kekudusan penuh harapan, menjauhkan diri dari kesalahan dan nafsu dunia serta berfikir cerdas di tengah kehidupan berkebangsaan majemuk,” pesannya.

Lebih jauh kata Luhut, kelahiran Yesus di dunia ini, dapat menjadi rujukan, sumber motivasi yang luar biasa bahkan pedoman dalam menghadapi kesulitan apapun dalam hidup. Dikatakannya juga bahwa dalam menjalankan tugas dan profesi sebagai penegak hukum, adalah kewajiban Peradi untuk bersama elemen yang lain, membangun kedamaian dan kesejahteraan segenap bangsa Indonesia. Tuhan Yesus Kristus mengajarkan kasih kepada kita semua sehingga berdasarkan kasih itu, perbedaan/kemajemukan menjadi satu hal yang harus kita syukuri sebagai anugerah dari Tuhan yang Maha Kuasa ungkap Luhut.

img-20181221-wa0019

Persembahan pujian dari Ir. Esterina D. Ruru, SH., dan Maria Lince Sitohang yang tampil memukau membawakan lagu, One Day at the Time dan penampilan Paduan Suara Togihon Voice, memeriahkan acara Perayaan Natal ini. Bahkan di puncak, sekaligus akhir perayaan Natal menampilkan stand up comedy kawakan, Rony Immanuel yang dikenal dengan nama bekennya Mongol Stress. Kehadiran Mongol selama 45 berhasil membuat para warga binaan tertawa gembira dan riang. Joke-joke kentang menyinggung kehidupan penjara (Mongol cerita pengalaman penjara Cipinang) bercampur lawakan satire gereja membuat suasana segar dan gembira.

“Kami sangat bahagia apalagi merayakan natal bersama para pengacara, puji Tuhan ini momen spesial Natal,” tutur Harianto seorang warga binaan berlatarbelakang pengusaha yang divonis empat tahun dan sudah menjalani dua tahun. Senada dengan itu, Joni Tampubolon menyatakan bahwa perayaan bersama ini mendorongnya untuk bertekad tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama. “Saya di vonis lima tahun, kasus peredaran narkoba. Saya baru jalani satu tahun dan ini natal pertama saya lalui di Rutan. Kotbah pendeta membuat saya merasa diberkati,” saksinya.

Baca Juga  Mewujudkan Pemilu 2019 Aman, Damai, Sejuk dan Tanpa Hoax, Jadi Tema FGD Pewarna Sulut, Tumbelaka Academic Centre dan Polda Sulut.

Adapun Sekjen PERADI RBA Soegeng Santoso, SH disela-sela acara tampak berbaur akrab dan berbagi cerita dengan para beberapa warga binaan. Pengacara yang terkenal dengan pembela hak wong cilik ini terlihat menikmati kebersamaan.

“Tetap semangat ya pak, kadang kita mungkin tidak terima karena merasa tidak diperlakukan adil, tetapi hanya bersama Tuhan Yesus ada keadilan sejati,” tutur pria yang kerap tampil dengan topi kopiah dan yang sedang maju mencalonkan diri calon DPRD Kota Bogor 2019, kepada seorang warga binaan yang telah berumur sepuh. (*)