Ribuan Pemimpin Kristen Dunia Hadiri Nusantara Konferensi Doa 2026 di Balikpapan

Nasrani
Admin
60 menit  | 60 menit  WIB
Bagikan: WA Facebook
blank
Bagikan:

Wartanasrani.com, BALIKPAPAN – Bukit Doa Nusantara Balikpapan menjadi saksi sejarah berkumpulnya ribuan pemimpin dan tokoh Kristen dari seluruh Indonesia hingga mancanegara dalam acara Nusantara Konferensi Doa & Seminar Hari Doa Nasional 2026 pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Acara yang berlangsung sukses dan penuh antusiasme ini menghadirkan deretan narasumber terkemuka, di antaranya Pdt. Dr. Gomar Gultom, Pdt. Dr. Ronny Mandang, Pdt. Tommy Lengkong, Pdt. Dr. Darwin Darmawan, Pdt. Hanok Pailit, dan Dr. dr. Cissie Nugraha, M.Sc., MARS.

Mewujudkan Keesaan Gereja di Nusantara

Salah satu momen krusial dalam konferensi ini adalah sesi pembahasan mengenai “Keesaan Gereja” yang dipaparkan oleh perwakilan dari arus utama gereja di Indonesia, yaitu PGLII, PGI, dan PGPI. Diskusi ini membuahkan komitmen kebersamaan antar-gereja untuk saling mengasihi dan menghormati di tengah perbedaan, demi terwujudnya kesatuan Tubuh Kristus yang nyata di Nusantara.

Melanjutkan fondasi tersebut, sesi di bidang kesehatan dan keluarga Kristen yang dipandu oleh Pdt. Dr. Audi Luntungan (Ketua PW PGLII) juga menarik perhatian besar dari para peserta.

Sorotan Utama: Kesehatan Mental dalam Ketahanan Keluarga

Sesi yang paling menyedot perhatian jemaat adalah pemaparan dari Dr. dr. Cissie Nugraha, M.Sc., MARS mengenai topik “KESEHATAN MENTAL dalam Ketahanan KELUARGA”.

Dalam presentasinya, Dr. Cissie membagikan data global yang cukup memprihatinkan:

  • 1 dari 8 orang di dunia mengalami gangguan mental.
  • 1 dari 10 orang di Indonesia mengalami gangguan mental.
  • 1 dari 3 remaja di Indonesia mengalami gangguan mental akibat berbagai faktor pemicu.

Menghadapi krisis ini, Dr. Cissie menegaskan bahwa keluarga yang sehat secara mental dan kuat secara rohani harus menjadi benteng utama. Berlandaskan Matius 7:24-25, ia membagikan dua solusi praktis berdasarkan integrasi sains (neuroscience) dan iman Kristen:

  1. “Asupan” yang Baik: Neuroscience membuktikan bahwa otak manusia rentan mengalami information overload (kelebihan informasi). Sesuai dengan Filipi 4:7-8, umat Kristiani diajak untuk menyaring informasi dan mengisi pikiran dengan hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, dan manis. Langkah konkretnya adalah dengan rajin membaca Firman Tuhan, berdoa, menjaga pikiran positif, dan membangun pergaulan yang sehat.
  2. Berdiam di Dalam Tuhan: Secara ilmiah, otak manusia tidak dirancang untuk menanggung segalanya sendirian. Berdasarkan Ibrani 13:5 dan 1 Korintus 12:12, umat diingatkan bahwa Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya dan kita semua adalah satu tubuh di dalam Kristus.
Baca Juga  DUA TAHUN PEMERINTAHAN JOKOWI-MARUF, KETUM PGI Pdt. GOMAR GULTOM AJAK MASYARAKAT MILIKI PANDANGAN JERNIH

Melalui ketahanan keluarga ini, visi besar agar “Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala dari Keluarga ke Bangsa-Bangsa” dapat terwujud.

KKR Penuh Mujizat dan Pujian Internasional

Kemeriahan dan hadirat Tuhan semakin terasa pada malam harinya melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar selama dua hari berturut-turut. Ribuan umat Tuhan hadir dan dilayani oleh pengkhotbah internasional, yaitu Ps. Marcel Kanon (Selandia Baru) dan Ps. Choi Tay Hyuep (Korea Selatan).

Suasana haru dan iman membubung tinggi saat kesaksian nyata disampaikan, di mana ada jemaat yang menerima mujizat kesembuhan total dari kanker stadium akhir secara ajaib. Momen ini membuktikan kebenaran firman Tuhan bahwa “Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5:16).

Acara KKR ini juga dimeriahkan oleh penampilan memukau dari Korea Mission Choir yang beranggotakan 25 orang. Mereka menaikkan pujian megah dalam tiga bahasa—Korea, Indonesia, dan Inggris—yang dipadukan dengan pelayanan pujian dari BFOG Worship & Peace Ministry, membawa seluruh peserta larut dalam penyembahan yang luar biasa.

Konferensi ini diharapkan menjadi pemantik kegerakan rohani yang baru bagi gereja-gereja di Indonesia dalam menyongsong masa depan bangsa. (Red)