Serap Aspirasi Tokoh Agama, Murfati Lidianto Tegaskan Komitmen Tuntaskan Banjir dan Infrastruktur di Medan Satria


Foto sebagian Pendeta/Gembala yang hadir dalam reses bersama Murfati Lidianto, S.E., M.A
Bagikan:

WARTANASRANI.COM, KOTA BEKASI – Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Bekasi, Ketua Komisi I yang membidangi Hukum dan Kinerja Pemerintah Daerah, Murfati Lidianto S.E., M.A., berlangsung hangat bersama para pendeta dan hamba Tuhan di Kecamatan Medan Satria, Kamis (12/02/2026). Pertemuan yang berlangsung dibilangan Perumahan Kota Harapan Indah Bekasi, Jl. Cempaka Indah 4, Blok OD No. 47, Rt. 009/RW. 017 Pejuang ini menjadi momentum penting dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mempererat sinergi antara pemimpin daerah dan tokoh agama demi pembangunan yang berkeadilan di Kota Bekasi.

Foto bersama setelah kegiatan reses

Kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Yohanes J. Sihombing, M.Th., mengajak seluruh peserta untuk memulai dialog dengan hati yang bersyukur dan penuh tanggung jawab. Dalam doa pembukaan, disampaikan harapan agar reses ini menjadi sarana menghadirkan hikmat Tuhan, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta melahirkan keputusan yang membawa kesejahteraan bagi warga.

Dalam sesi dialog, persoalan banjir menjadi perhatian utama yang disampaikan para pendeta. Mereka menilai persoalan genangan air di sejumlah titik masih belum tertangani secara maksimal dan membutuhkan langkah strategis lintas wilayah. Menanggapi hal tersebut, Murfati menegaskan bahwa upaya penanganan terus dilakukan melalui koordinasi dengan Kabupaten Bekasi serta DKI Jakarta, khususnya terkait sistem pembuangan air antarwilayah agar solusi yang diambil bersifat menyeluruh, bukan parsial.

Selain banjir, kondisi infrastruktur jalan di sejumlah lingkungan juga menjadi sorotan. Beberapa ruas yang belum selesai diperbaiki dinilai menyebabkan genangan dan menghambat aktivitas warga. Aspirasi agar pengaspalan dan pengecoran dilakukan secara tuntas disampaikan agar pembangunan tidak setengah-setengah dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam tanggapannya, Murfati menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran sering membuat pembangunan dilakukan secara bertahap. Namun seluruh masukan dicatat sebagai prioritas untuk diperjuangkan dalam penganggaran berikutnya. Ia meminta masyarakat bersabar sembari memastikan bahwa setiap usulan tetap dikawal hingga terealisasi.

Baca Juga  Saatnya PELAHT Bangkit dan Menjadi Roda Penggerak Utama GPdI

Sejumlah pendeta juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran wakil rakyat yang dinilai aktif menjalin komunikasi dengan gereja dan tokoh agama. Mereka mengusulkan agar bantuan pemerintah bagi kegiatan sosial keagamaan dapat disalurkan melalui yayasan resmi yang memiliki badan hukum, sehingga lebih mudah diakses secara administratif. Usulan tersebut disambut baik dan akan dikaji mekanismenya sesuai regulasi yang berlaku.

Isu integritas turut menjadi bagian penting dalam dialog. Para tokoh agama mengingatkan agar pelayanan publik dijalankan dengan jujur dan bebas dari praktik korupsi. Menanggapi hal itu, Murfati menegaskan komitmennya menjaga amanah dan meminta dukungan doa agar tetap kuat melayani masyarakat dengan bersih, transparan, dan bertanggung jawab.

“Dari keluarga, saat terpilih pertama kali, sudah mengingatkan untuk tidak korupsi! Mohon bantuan doanya terus menerus sehingga dalam pemerintahan ini, saya tidak tersandung macam-macam, khususnya kasus korupsi”, tandas Murfati penuh harap.

Aspirasi lain yang mengemuka antara lain perhatian terhadap kesejahteraan hamba Tuhan lanjut usia, perbaikan jalan lingkungan yang masih rawan banjir, serta dorongan agar rumah wakil rakyat selalu terbuka bagi masyarakat. Seluruh masukan tersebut menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang nyata mendengar, mencatat, dan memperjuangkan kebutuhan warga.

Melalui kegiatan ini, Murfati menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjadikan reses sebagai wadah dialog yang hidup, serta memastikan setiap aspirasi diperjuangkan dalam kebijakan dan program pembangunan. Sinergi antara pemerintah dan tokoh agama diharapkan menjadi kekuatan moral dalam membangun kota yang lebih tertata, sejahtera, dan harmonis. (RSO)