JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Pro-Kontra Yerusalem dalam berbagai perspektif menjadi tema TalkShow yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA ID) bekerjasama dengan Yayasan Komunikasi Masyarakat (YAKOMA-PGI) di Kafe Libry, Toko Buku BPK Gunung Mulia, Jl. Kwitang Raya No. 22-23, Jakarta Pusat, kamis (21/12/2017).

Narasumber; Prof. Dr. Marthen Napang (Ahli Hukum Internasional Univ. Hassanudin Makasar), Pdt. Gomar Gultom (Sekum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia – PGI), Monique Rijkers (Founder Hadassah of Indonesia), Pdt. Dr. Audy Wuisang (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia – PIKI) dan Pnt. Benjamin Obadiyah (Gereja Kehilat Mesianik Indonesia).
Dipandu Argo Pandoyo dan Daniel Tanamal dari Pewarna Id., Talkshow yang berlangsung seru dan menarik ini, menghadirkan narasumber; Prof. Dr. Marthen Napang (Ahli Hukum Internasional Univ. Hassanudin Makasar), Pdt. Gomar Gultom (Sekum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia – PGI), Monique Rijkers (Founder Hadassah of Indonesia), Pdt. Dr. Audy Wuisang (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia – PIKI) dan Pnt. Benjamin Obadiyah (Gereja Kehilat Mesianik Indonesia).
Sesuai dengan waktu yang diberikan, masing-masing narasumber silih berganti memaparkan materi yang telah dipersiapkan selama 10-15 menit.
Dimulai dari Monique Rijkers sebagai pemateri pertama yang berpandangan bahwa kembali ke Israel adalah maunya Tuhan yang dikenal dengan “Aliyah”. Dilanjutkan Pdt. Dr. Audy Wuisang yang menekankan soal klaim iman ketika orang Kristen berbicara soal Kota Yerusalem. Sementara Pnt. Benjamin Obadiyah menyatakan bahwa Yerusalem adalah Ibukota Israel baik dari apa kata Alkitab maupun apa kata sejarah.
Lain lagi dipaparkan oleh Pdt. Gomar Gultom yang menjelaskan soal perlunya pemahaman orang Kristen tentang temuan-temuan arkeologis yang jauh sebelum Israel sudah ada penghuni sebelumnya. Sehingga menurut Sekum PGI ini, mendorong agar berpikir jernih seupaya tidak terjebak pada kesimpulan yang salah. Sebab menurutnya sesuai Pembukaan UUD 1945, Indonesia harus ambil bagian dalam perdamaian Palestina-Israel namun tentunya untuk kesana, Indonesia harus membuka dulu hubungan diplomatik dengan Israel.
Tak ketinggalan, Prof. Dr. Marthen Napang, sebagai Pakar Hukum Internasional dari Universitas Hassanudin Makasar, mengajak semua yang hadir untuk melihat dari konteks modern tentang kebebasan dan kemerdekaan dalam satu negara. Dikatakannya bahwa dari sejarah modern, kemerdekaan dan kedaulatan dari perspektif hukum internasional adalah semua bangsa berhak untuk menentukan nasibnya sendiri termasuk didalamnya Ibukotanya.
Keseruan Talkshaw yang berlangsung selama 3 jam ini begitu terasa, saat para peserta dengan antusias bertanya kepada para narasumber terkait materi yang disampaikan. Terlihat moderator kewalahan mengatur sesi tanya jawab karena hampir semua peserta ingin menjadi penanya sehubungan dengan tema yang memang lagi hangat-hangatnya dibicarakan seantero dunia.
Panitia menyerahkan cinderamata kepada setiap narasumber
Perbedaan-perbedaan pandangan yang terlihat dari talkshow yang dihadiri kurang lebih 100 peserta ini menjadi warna tersendiri walau pada akhirnya semua sepakat bahwa penyelesaian Yerusalem harus mengedepankan perdamaian.
Dibagian akhir acara, panitia menyerahkan cinderamata kepada setiap narasumber yang masing-masing diserahkan oleh Ketum Pewarna Id, Direktur Yakoma-PGI, Ketua Pewarna Jabar, Ketua Pewarna DKI dan Humas PGI.







