Talkshow Pewarna Indonesia dan YKMI


Bagikan:

CIBUBUR, WARTANASRANI.COM – Pewarna Indonesia Jawa Barat bersama Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI) menggelar Talkshow dan Diskusi Interaktif dengan tema, “Memberdayakan yang Terabaikan, sabtu (03/02/2018).

Narasumber: Pdt. Osil Torongan, S.Th., M.Min (Ketua Umum Yayasan Karmel Ministry Indonesia), DR. dr. Ampera Matippanna, S.Ked., MH (Kepala BKOM Provinsi Sulawesi Selatan) dan Ir. Soleman Matippanna, ST., MH(c) (Direktur PT. Rande Buana Teknik)

Bertempat di Saung Soka, Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, talkshow yang dipandu oleh Daniel Tanamal, menghadirkan narasumber, Pdt. Osil Torongan, S.Th., M.Min (Ketua Umum Yayasan Karmel Ministry Indonesia), DR. dr. Ampera Matippanna, S.Ked., MH (Kepala BKOM Provinsi Sulawesi Selatan) dan Ir. Soleman Matippanna, ST., MH(c) (Direktur PT. Rande Buana Teknik).

Setelah doa pembukaan oleh Pdt. Dwi Kurnia, Talkshow diawali dengan sambutan Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia, Yusuf Mudjiono. Dalam sambutannya, pemilik majalah Gaharu ini menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI) atas kesediaannya untuk bersinergi dengan Pewarna Indonesia Jawa Barat  dalam menyelenggarakan Talkshow dan Diskusi Interaktif yang diharapkan mampu memberi inspirasi kepada siapa saja untuk memberdayakan mereka yang terabaikan.

“Terima kasih atas kesediaan YKMI untuk bersinergi dengan Pewarna Indonesia Jawa barat. Kiranya acara Talkshow dan Diskusi Interaktif hari ini bermanfaat dan dapat kita tularkan dimanapun kita berada,” ujarnya.

Tampil sebagai pembicara pertama, Pdt. Osil Totongan dengan lugas memperkenalkan Yayasan Karmel Ministry Indonesia. Menurutnya, sejak berdiri tahun 2016, YKMI memang sangat fokus dalam soal bagaimana memberdayakan mereka yang terabaikan.

“Berdiri sejak tahun 2016, YKMI banyak bergerak untuk memberdayakan mereka yang terabaikan. Misalnya, YKMI sedang membina seorang napi yang saat ini mengikuti pendidikan theologia di salah satu STT yang ada di Jakarta. Selain itu ada juga yang sudah membuka usaha warung kopi,” terangnya, memberi bukti peran YKMI dalam hal pemberdayaan mereka yang terabaikan.

Baca Juga  Asosiasi Pendeta Indonesia Hadir di Kota Bekasi

Dikatakan Pdt. Osil Totongan bahwa keteladanan Yesus menjadi dasar keterlibatan YKMI dalam hal pemberdayaan mereka yang terabaikan.

“Keteladanan dari Yesus terhadap orang-orang yang terabaikan, membawa YKMI mengerjakan pelayanan seperti ini,” ujarnya.

“Pelayanan ini akan dikerjakan sampai Tuhan Yesus datang! YKMI akan melakukan pendampingan khususnya untuk napi, dimulai saat masa kritis pertama, yaitu saat vonis sampai masa kritis kedua, yaitu ketika mereka bebas dan dikucilkan oleh masyarakat bahkan keluarga,” tambah Pdt. Osil Totongan, menjawab pertanyaan, sampai kapan YKMI menjalankan misinya untuk memberdayakan mereka yang terabaikan.

Pada sessi ke dua, DR. dr. Ampera Matippanna, S.Ked., MH., dengan apik mengupas soal tugas dan tanggung jawab gereja terhadap umat yang terabaikan. Dilandasi dari hukum yang pertama dan terutama dalam Matius 22:35-38, Kepala BKOM Provinsi Sulawesi Selatan ini menekankan soal dasar pelayanan untuk memberdayakan mereka yang terabaikan.

“Banyak yang berkata mengasihi Tuhan, tapi menelantarkan sesamanya. Itu adalah pendusta sesuai firman Tuhan dalam 1 Yohanes 4:19-21,” tegas dokter yang dipanggil Panglima Kesorga ini.

Selama kurang lebih 30 menit, dengan gayanya yang khas dan penuh semangat, dr. Ampera Matippanna menguraikan soal siapa yang terabaikan, apa akibat mereka yang terabaikan, bagaimana memberdayakan orang yang terabaikan, sampai pada 5 tanggung jawab gereja terhadap mereka yang terabaikan.

Pada akhirnya, dr. Ampera Matippanna mengajak semua umat Tuhan untuk ambil bagian dalam pelayanan mulia ini.

“Saya mengajak sebagai warga gereja untuk melibatkan diri secara aktif karena mereka adalah anak-anak Tuhan. Tugas kita semua untuk memberitakan bahwa mereka adalah keluarga kita juga. Kita butuh banyak tangan untuk hasil yang besar. Kita butuh tangan pejabat, kita butuh tangan pengusaha, kita butuh tangan hamba-hamba Tuhan, kita butuh tangan wartawan, untuk hasil yang maksimal dalam pelayanan ini,” ujarnya penuh semangat.

Baca Juga  Dr. Fotinus Gulo, M.Th: MENGAKHIRI POLEMIK BOLEHKAH ORANG KRISTEN BERCERAI

Suasana saat sessi tanya jawab

Gayung bersambut, pemateri terakhir, Ir. Soleman Matippana yang mengupas lebih pada sisi orang yang terabaikan, kembali menyinggung soal kondisi kaum yang terabaikan.

Menurut direktur PT. Rande Buana Teknik ini, kondisi tidak punya uang, tidak punya keluarga (terpisah), tidak percaya diri, pasrah pada nasib atau keadaan membawa mereka yang terabaikan rentan berbuat kriminal. Oleh karena itu dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan mereka.

“Mereka perlu dukungan keluarga, sahabat, gereja dan lingkungan sekitar. Dukungan kita bisa mencegah mereka untuk kembali berbuat kriminal. Saatnya kita hadir untuk mereka,” seru Pembina YKMI ini.

Kiat-kiat untuk berwiraswasta, kesiapan menghadapi tantangan sampai menemukan mentor atau teman diskusi, menjadi tema menarik bahasan pengusaha muda yang sukses ini selama 20 menit. Sebelum menutup pemaparannya, Soleman Matippanna menyampaikan kisah sukses seorang narapidana.

“Mari kita tularkan semangat berwiraswasta atau enterpreneur untuk meraih sukses,” pesan Soleman Matippana singkat.

Pada bagian akhir acara Talkshow, Bapak Temazisochi Zebua, seorang mantan narapidana memberikan testimony sekaligus mengiyakan tentang pentingnya pemberdayaan bagi mereka yang terabaikan, khususnya para mantan narapidana.

“Talkshow hari ini sangat bermanfaat buat saya. Memang apa yang dijelaskan sesuai dgn apa yang saya dalam lapas. Secara pribadi kami membutuhkan kesinambungan pembinaan. Terima kasih kepada YKMI yang selalu membimbing saya sampai saat ini. Terima kasih atas acara ini karena memberikan kekuatan bagi kami,” ungkapnya penuh syukur.

Sebelum ditutup dengan doa oleh Pdt. Ronald S. Onibala, koordinator acara Talkshow dan Diskusi Interaktif, setiap narasumber diberi kesempatan untuk memberikan kesimpulan.